Tag Archives: Wisata

GUNUNG SIRUNG (862 MDPL)

Gambar Puncak Kawah Gunung Sirung
c: @traval.co

GUNUNG SIRUNG (862 MDPL)
Di Provinsi Nusa Tenggara Timur

Gunung Sirung adalah sebuah gunung api kompleks bertipe A. Gunung ini memiliki ketinggian 862 mdpl dan terletak di Pulau Pantar, Kepulauan Alor, NTT. Gunung Sirung telah aktif sejak 1904. Tahun 2012 tercatat sebagai letusan terakhirnya. Setelah itu Gunung Sirung tidak terindikasi adanya aktivitas vulkanik lagi yang membahayakan. Bahkan Gunung Sirung dijadikan sebagai obyek wisata alam.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Sirung terletak di Kampung Kakamauta, Desa Mauta , Kecamatan Pantar Tengah. Trek menuju Desa Mauta masih terjal karena memang lokasi desa yang berada di pelosok. Rumah-rumah warga juga adalah rumah tradisional yakni masih beratapkan ijuk. Pendakian di awal akan melewati kawasan hutan kayu putih, yakni populasi pohon yang kayunya berwarna putih (Melaleuca leucadendra).

PUNCAK
Puncak Gunung Sirung berupa kawah yang terisi air yang warnanya berubah-ubah. Warna-warna yang terjadi di Kawah Sirung adalah hijau tosca, hijau mint, hijau kebiruan, hijau keabuan. Ada beberapa lubang keluarnya sulfur. Kawah Gunung Sirung berbentuk seluas lapangan sepak bola dan airnya tidak terlalu dalam, terlihat pinggiran-pinggirannya masih kering dan datar. Kita bisa menuruni Kawah Sirung. Berada di puncak kawah akan terlihat pemandangan pantai yang indah.

Nama lain : Kawah Sirung
Elevasi : 862 mdpl
Lokasi : Nusa Tenggara Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Alor
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Kampung Kakamauta
Tempat Ikonik :
Puncak : Kawah Sirung
Lama pendakian : 1-2 jam
Koordinat : 8°31’09.9″S 124°06’20.7″E dan 8°30’27.7″S 124°07’42.2″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Gunung Batutara & Gunung Wanggameti

Maps

Maps

GUNUNG IJEN (2.443 MDPL)

Gambar Gunung Kawah Ijen
c: @splatou

GUNUNG IJEN (2.443 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Ijen adalah sebuah gunung yang sangat terkenal dengan spot alamnya berupa danau kawah belerang dan “blue fire”. Gunung Ijen adalah sebuah gunung api strato tipe A dengan ketinggian 2.443 mdpl dan terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Tepat di samping puncak Danau Kawah Ijen, berdiri sebuah gunung yang lebih tinggi yakni Gunung Merapi Ijen.

Gunung Ijen tercatat meletus terakhir kali pada 1999. Puncak Gunung Ijen adalah sebuah danau kawah berwarna biru dan hijau tosca. Danau kawah tersebut merupakan danau air asam terbesar di dunia, yakni dengan luas 5.466 hektar dengan kedalaman 200 meter. Dengan keistimewaan tersebut, maka kawasan Gunung Ijen lebih populer disebut sebagai “Kawah Ijen”. Kandungan asam tinggi pada kawah Gunung Ijen berdampak pada sungai-sungai yang mengalir menuju lereng gunung. Oleh sebab itu telah dibangun bendungan guna mengatasi pencampuran asam dari Kawah Ijen. Bendungan tersebut telah dibangun sejak masa kolonial Belanda.

Kawasan Gunung Ijen dijadikan sebuah kawasan cagar alam yakni bernama Cagar Alam Taman Wisata Ijen. Pemerintah setempat juga mendongkrak potensi Wisata Ijen melalui event bernama Tour de Ijen dan juga Jazz Ijen Banyuwangi. Tiap tahun Wisata Ijen mampu mendatangkan ratusan ribu kunjungan wisata dan didominasi oleh wisatawan mancanegara. Umumnya para wisatawan mancanegara datang ke Ijen setelah berwisata di Bali.

Selain danau kawah yang sangat luas, Gunung Ijen juga memiliki keistimewaan lain yakni berupa fenomena api biru atau lebih sering disebut “blue fire”. Api biru tersebut terjadi akibat pembakaran sempurna antara senyawa belerang dengan oksigen. Fenomena api biru hanya terdapat di dua lokasi saja di dunia, yakni di Islandia dan juga Ijen. Fenomena api biru Ijen hanya muncul pada jam 02.00 hingga 04.00 dini hari saja. Oleh sebab itu, umumnya ramai pendakian Gunung Ijen adalah pada dini hari sekali. Jika ingin melihat blue fire, para pengunjung harus menuruni kawah berbatu dengan trek terjal sepanjang 250 meter.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Ijen cukup mudah karena sudah tersedia akses yang jelas dan jalan yang lebar serta rata. Selain sebagai tempat wisata, Gunung Ijen juga menjadi lokasi penambangan belerang (padat). Oleh sebab itu dibuatlah jalur yang nyaman sehingga penambang maupun wisatawan dapat dengan mudah mendaki menuju Puncak Ijen. Para penambang belerang mampu membawa belerang seberat 100 kg dengan cara memikulnya di punggung. Penambang akan mengambil bongkahan-bongkahan belerang padat dari Kawah Ijen lalu dibawa menuju pos penimbangan bernama “Bukit Gedung Bundar”. Ketika berada di pos ini belerang hasil bawaan para penambang ditimbang dan ditukar dengan uang. Satu kilogram belerang dihargai Rp 900, sedangkan jika 100 kg maka upahnya Rp 90.000. Setelah ditimbang, belerang akan dibawa turun menuju tempat penyimpanan di Pos Pendakian Paltuding. Total Jarak dari tempat penambangan menuju Pos Paltuding adalah 3 km. Para penambang hanya mampu mengangkut belerang sebanyak 2 kali dalam sehari. Rata-rata total produksi belerang di Paltuding mencapai 40 ton per hari. Dengan memahami betapa sulitnya dan betapa kecil upah para penambang, belum lagi resiko kesehatan dan keselamatan kerja, maka diharapkan para wisatawan yang berkunjung ke Kawah Ijen untuk bisa membantu perekonomian masyarakat setempat dengan cara membeli suvenir berupa boneka dari belerang, atau bisa juga dengan menggunakan jasa-jasa yang mereka tawarkan seperti jasa pemandu, jasa porter, maupun jasa potret.

Jalur pendakian Gunung Ijen terletak di Paltuding, Desa Banyuasin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Pendakian terbilang cukup mudah karena jalurnya yang jelas. Sebelum mencapai puncak, wisatawan akan bertemu dengan pos peristirahatan yang juga dijadikan sebagai pos penimbangan belerang. Pada pos tersebut kita bisa membeli kopi luwak khas Gunung Ijen.

PUNCAK
Dari Puncak Ijen berupa tebing kawah. Kita bisa melihat pemandangan Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Merapi Ijen, dan juga perbukitan Kawah Wurung.

Gunung Ijen adalah sebuah gunung api yang memiliki danau kawah dengan sejarah yang panjang. Gunung Ijen yang sekarang adalah bentukan dari sebuah Gunung Ijen Purba yang memiliki ketinggian sekitar 3.500 mdpl. Sekitar 300.000 tahun yang lalu mulai terjadi aktivitas pembentukan, letusan demi letusan hebat hingga terbentuklah kontur Gunung Ijen yang sekarang. Sejak 1990 hingga 2000 tercatat telah terjadi aktivitas vulkanik pada puncak Gunung Ijen. Sehingga aktivitas pendakian maupun penambangan selalu dibayang-bayangi dengan kemungkinan Gunung Ijen meletus.

Gunung Ijen, selain menyimpan banyak keistimewaan alam, juga menyimpan cerita legenda di dalamnya. Konon, dahulu kawasan Gunung Ijen adalah tanah para pembrontak. Pada masa Kerajaan Majapahit, seorang tukang rumput bernama Damar Wulan berhasil membunuh Menak Jinggo, Raja Negeri Blambanga (berlokasi di kawasan Gunung Ijen) yang membrontak kepada Majapahit. Atas prestasi itu, Damar Wulan menikah dengan putri Majapahit bernama Dewi Kencono Wungu. Kemudian pada masa kolonial VOC, kawasan Ijen disewakan kepada seorang saudagar dari Cina yang kemudian membuat perkebunan dengan memperkerjakan orang-orang dari Madura. Hingga sekarang dikenal beberapa kawasan Gunung Ijen dengan sebutan “Madura Kecil”.

Nama lain : Kawah ijen
Elevasi : 2.443 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Cagar Alam Taman Wisata Ijen
Keistimewaan :
• Danau air asam terbesar di dunia
• Terdapat fenomena “api biru”, hanya ada 2 di dunia
Jalur pendakian : Paltuding
Tempat Ikonik : Kawah Ijen, Pos Penimbangan Belerang
Puncak : Puncak Tebing Kawah
Lama pendakian : 1-2 jam
Koordinat : 8°03’46.7″S 114°14’46.0″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Kawah Bulan Sabit & Gunung Lemongan

Maps

GUNUNG BATOK (2.440 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Batok Bromo
c: @indraindra

GUNUNG BATOK (2.440 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Batok adalah sebuah gunung yang berada tepat di samping Gunung Bromo. Gunung ini memiliki ketinggian 2.440 mdpl dan bukan merupakan gunung api. Nama “Batok” memiliki arti “Tempurung Kelapa”. Jika dilihat dari kejauhan gunung ini tampak kecil seperti tempurung kalapa, namun jika kita berdiri tepat di kaki gunung tersebut maka akan terlihat betapa besarnya Gunung Batok tersebut.

Legenda Gunung Batok juga satu alur dengan legenda Gunung Bromo. Kisahnya yakni bermula sebelum Roro Anteng dan Joko Seger menjadi pasangan suami isteri. Roro Anteng dipinang oleh seorang sakti bernama Resi Bima, namun Roro Anteng tidak menyukai Resi Bima. Roro Anteng memberikan syarat kepada Resi Bima untuk membuat lautan pasir dalam semalam. Resi Bima mulai menggaruk pasir dengan batok kelapa. Karena cemas akan Resi Bima yang hampir selesai membuat lautan pasir, Roro Anteng berusaha membangunkan ayam-ayam dengan cara menumbuk-numbuk padi. Ayam-ayam pun berkokok dan Resi Bima telah gagal menuhi syarat tersebut. Maka dilemparkanlah batok kelapa yang dipegangnya dan jatuh terbalik. Batok tersebut menjadi Gunung Batok.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Batok bisa melalui trek yang terdapat di salah satu sisi gunung. Lokasinya tidak jauh dari Bromo. Trek menuju Puncak Batok berupa trek ilalang yang terjal. Jarak pendakian dari kaki hingga Puncak Batok sepanjang 300 meter.

PUNCAK
Selanjutnya untuk mencapai Puncak Batok bisa dilakukan dalam jangka waktu 1 jam. Puncak Gunung Batok sendiri berupa lahan yang cukup luas dan berekontur datar. Puncak tersebut seperti helipad dan kemungkinan bisa untuk mendaratkan helikopter. Terdapat sebuah tugu yang dijadikan tempat sesajen bagi masyarakat Tengger.

Nama lain : Bathok
Elevasi : 2.440 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Keistimewaan : Puncaknya bisa untuk mendarat heli
Jalur pendakian : Sisi utara gunung
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Batok
Lama pendakian : 1 jam
Koordinat : 7°56’07.0″S 112°56’50.7″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Semeru

Maps

GUNUNG BROMO (2.329 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Bromo
c: @faizz_photography

GUNUNG BROMO (2.329 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Bromo adalah gunung wisata paling terkenal di Pulau Jawa, sekaligus menjadi destinasi wisata gunung paling ramai se-Indonesia. Total kunjungan wisata mencapai 500.000 lebih per tahunnya, baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara. Per hari wisatawan yang datang ke Bromo yakni 1000 – 5000 wisatawan, dan bahkan bisa mencapai 10.000 di hari tertentu. Gunung Bromo dijadikan kawasan lindung yang bernama Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Gunung Bromo adalah gunung api aktif yang berketinggian 2.329 mdpl dan terletak di Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Malang. Gunung Bromo telah aktif meletus sejak abad ke-20 hingga abad ke-21. Tercatat terakhir meletus adalah di 2015. Sebelumnya di tahun 2004, 2010, dan 2011, Gunung Bromo juga tercatat ada letusan.

Puncak Gunung Bromo yakni berupa kaldera dengan diameter mencapai 800 meter. Kawah Gunung Bromo adalah kawah yang aktif mengepulkan asap. Masyarakat asli Bromo adalah Suku Tengger. Suku Tengger adalah masyarakat Hindu dan menganggap Gunung Bromo adalah gunung suci. Oleh sebab itu di kaki Gunung Bromo didirikan sebuah pura yang bernama Pura Luhur Poten. Tiap tahun sekali diadakan acara agama yang dinamakan Yadnya Kasada atau “Tradisi Kasodo” yakni syukuran atas hasil bumi dan kehidupan dengan menceburkan hasil bumi ke dalam Kawah Bromo. Prosesi tradisi tersebut dimulai dari Pura Luhur Poten.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Bromo tersedia 2 jalur, yakni jalur wisata dan jalur trekking. Jalur wisata adalah jalur paling umum karena bisa dilalui dengan kendaraan roda empat. Sedangkan jalur trekking adalah melalui Kota Pronojiwo. Jalur trekking berupa menyusuri lembah dan bukit dan berujung pada lautan pasir Bromo.

Pendakian melalui jalur wisata telah disediakan akomodasi dan berbagai fasilitas seperti penginapan, warung makan, toko suvenir, dan berbagai macam jasa. Saat kita berada di kawasan Bromo kita akan menjumpai banyak penduduk lokal yang menawarkan jasa-jasa meliputi jasa gendong, jasa potret, jasa angkut (porter), jasa naik kuda, dan juga jasa pandu (guide). Pendakian menuju bibir Kawah Bromo cukup mudah karena telah dibangun 250 anak tangga, sehingga pengunjung tidak kesusahan dalam pendakian.

PUNCAK
Puncak Gunung Bromo adalah berupa tebing kawah berpasir. Kita bisa berjalan di pinggiran kawah namun harus berhati-hari. Selain spot Kawah Bromo, ada beberapa spot lain yang juga menjadi favorit di Wisata Bromo, yakni lautan pasir “Segara Wedi” atau disebut juga “Pasir Berbisik” karena bunyi pasir yang terkena angin seperti orang sedang berbisik. Selain itu ada bukit teletubies, spot untuk melihat sunrise, dan juga wisata agro stroberi.

Sejarah Gunung Bromo tidak lepas dari Kerajaan Hindu-Budha terbesar sepanjang sejarah Indonesia, yakni Kerajaan Majapahit. Telah terjadi perpindahan penduduk secara besar-besaran pada masa mulai pudarnya kekuatan Majapahit. Satu menuju Pulau Bali, dan satu lagi menuju Bromo. Oleh sebab itu masyarakat Bali dan Bromo mayoritas beragama Hindu.

Nama “Tengger” sendiri yang digunakan sebagai nama suku di Bromo juga tidak lepas dari sejarah dan legenda di masyarakat Hindu. Nama “Tengger” diambil dari akhiran nama dari pasangan Roro Anteng dan Joko Seger. Roro Anteng dan Joko Seger adalah pasangan suami istri yang tak kunjung dikaruniai anak. Mereka berdua kemudian bersemedi di gua yang terdapat di Gunung Widodaren. Kemudian keduanya pergi menuju sebuah lokasi bernama Oro-oro Ombo dan diharuskan melawan singa penunggu tempat tersebut. Joko Seger berhasil mengalahkan singa tersebut dan kemudian si singa berubah menjadi sebuah batu. Akhirnya pasangan Roro Anteng dan Joko Seger diberi anak oleh Dewa sebanyak 25 anak. Salah satu di antara anak itu harus dikorbankan ke dalam kawah gunung. Terpilihlah Jaya Kusuma yang merupakan anak bungsu dan diceburkan ke dalam kawah. Bermula dari situlah awal mengapa diadakan tradisi Kasada. Tradisi Kasada yakni tradisi menceburkan hasil bumi ke dalam Kawah Bromo setiap tanggal 14 bulan Kasada (bulan penanggalan Jawa). Gua tempat bertapa di Widodaren menjadi tempat menyucikan diri, sedangkan patung singa kini menjadi situs bernama “Watu Singa” yang terletak 1 kilometer dari tangga Gunung Bromo. Nama “Tengger” juga memiliki makna lain yakni “Tenggering Budi Luhur” yang bermakna “Simbol Perdamaian Abadi”.

Nama lain : Brahma
Elevasi : 2.329 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS)
Keistimewaan : Destinasi wisata gunung paling ramai se-Indonesia
Jalur pendakian : Jalur Wisata Bromo, Jalur trekking via Kota Pronojiwo
Tempat Ikonik : Pura Luhur Poten, Pasir Berbisik, Bukit Teletubies
Puncak : Kawah Bromo
Lama pendakian : 1 jam
Koordinat : 7°56’24.1″S 112°57’09.8″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Gunung Semeru & Gunung Kawi

Maps

GUNUNG KAWI (2.551 MDPL)

Gambar Gunung Kawi
c: @yapramitasari

GUNUNG KAWI (2.551 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Kawi adalah stratovolcano tipe B. Gunung Kawi dikenal sebagai gunung yang paling ‘spiritual’ di Jawa Timur karena sering dilakukan ritual-ritual di kawasan Gunung Kawi tersebut. Secara administratif Gunung Kawi masuk dalam kawasan Kabupaten Malang dan menjadi salah satu puncak dalam Pegunungan Butak-Kawi-Panderman.

Terdapat makam Eyang Jugo (Kyai Zakaria II), dan makam Eyang Sujo (Raden Mas Iman Sudjono). Banyak peziarah yang mendatangi makam-makam tersebut. Berada di dalam kawasan Gunung Kawi juga terdapat sebuah pura tempat ibadah umat Hindu.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kawi disediakan jalur wisata religi dan juga jalur trekking. Jalur wisata adalah jalur menuju makam, sedangkan jalur trekking bisa dilalui melalui Keraton (Desa Balesari, Kecamatan Ngajum). Jalur trekking terbilang sulit karena jarang dilalui dan vegetasi sangat rapat. Pendakian bisa memakan waktu 8 jam lebih.

PUNCAK
Puncak Gunung Kawi bernama Puncak Watu Tulis. Saat berada di Puncak Kawi kita bisa melihat Puncak Mahameru. Bentuk puncak Gunung Kawi terlihat seperti bekas cekungan kawah sehingga bisa dikatakan Gunung Kawi merupakan gunung api namun sudah mati.

Kawasan Gunung Kawi sangat terkenal dengan ritual kejawen dan praktik-praktik klenik. Beberapa tokoh pengusaha pernah ke Gunung Kawi. Ritual-ritual tersebut tidak terlepas dari sejarah Gunung Kawi itu sendiri yang merupakan tempat moksa Prabu Kamuswara dari Kerajaan Kediri. Umumnya ritual-ritual yang dilakukan adalah berupa mandi kembang, dan juga semedi. Salah satu ikon spiritual dari Gunung Kawi adalah Pohon Dewandaru. Daun pohon ini dijadikan sebagai ‘jimat’ bagi para pelaku ritual.

Nama lain : Kawi
Elevasi : 2.551 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Malang
Keistimewaan : Gunung yang terkenal dengan ‘pesugihan’
Jalur pendakian : Jalur Wisata Gunung Kawi, Jalur trekking Desa Balesari
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Watu Tulis
Lama pendakian : 1-8 jam
Koordinat : 7°57’18.2″S 112°27’54.0″E
Level pendakian : wisata, sedang

Baca Juga : Gunung Arjuno Welirang & Gunung Penanggungan

Maps

GUNUNG KELUD (1.731 MDPL)

Puncak Kawah Gunung Kelud
c: @andrei.arnando

GUNUNG KELUD (1.731 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Kelud adalah gunung api aktif stratovolcano tipe A yang masuk dalam kawasan Kabupaten Kediri, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Malang. Gunung ini memiliki ketinggian 1.731 mdpl.

Gunung Kelud merupakan salah satu gunung api paling aktif di Jawa Timur. Tercatat gunung ini sudah meletus sejak tahun 1000 Masehi. Sejak abad ke-15, bencana yang ditimbulkan letusan Gunung Kelud telah memakan korban jiwa sebanyak 15.000 orang, yang terdahsyat adalah pada tahun 1586 yakni menewaskan sekitar 10.000 jiwa. Tahun 1919 Gunung Kelud kembali meletus dan menewaskan 5.160 jiwa akibat banjir lahar dingin. Tahun 1951 kembali meletus, abu vulkanik mencapai Bandung, Jawa Barat. Saat masa colonial dahulu, telah dibangun terowongan sebagai saluran lahar dingin.

Tahun 1966 Gunung Kelud kembali meletus dan memakan 210 orang tewas. Tahun 1990 hingga 2007 terjadi beberapa kali letusan namun tidak berdampak dahsyat seperti sebelum-sebelumnya. Muncul kubah lava berdiameter 469 meter dan menutupi kawah Gunung Kelud. Tahun 2014 Gunung Kelud kembali meletus hebat. Abu vulkanik yang dimuntahkan bahkan mencapai beberapa daerah di Jawa Barat. Hanya dalam kurun waktu sehari penyebaran debu hampir menyelimuti Pulau Jawa. Bahkan di Yogyakarta sendiri, debu vulkanik Kelud yang datang dalam sehari disetarakan dengan debu vulkanik Merapi 2010 dalam sebulan.

PENDAKIAN
Gunung Kelud merupakan gunung wisata. Sama halnya dengan Gunung Bromo maupun Gunung Galunggung. Akses untuk mencapai lokasi gunung ini terbilang mudah karena sudah bisa dilewati dengan kendaraan. Akses jalan sudah tersedia sampai pinggiran kawah. Berada di salah satu puncak Gunung Kelud terdapat gardu pandang.

PUNCAK
Puncak Gunung Kelud yakni berupa tebing bernama Puncak Gajah Mungkur, Puncak Sumbing, dan Puncak Kelud (tertinggi). Berada di Puncak Gajah Mungkur dibangun gardu pandang yang bisa digunakan wisatawan untuk melihat lebih dekat kubah lava Gunung Kelud. Selain itu di Puncak Sumbing dibuat spot untuk panjat tebing dan di beberapa spot juga telah dibuat wisata flying fox dan juga pemandian air panas.

Gunung Kelud memiliki cerita legenda yakni tentang penghianatan cinta oleh Dyah Ayu kepada Lembu Surya. Dahulu ada seorang putri raja bernama Dyah Ayu Pusparani yang merupakan putri Raja Brawijaya dari Kerajaan Majapahit. Ia mengadakan sayembara untuk mencari seorang suami. Terpilihlah seorang bernama Lembu Surya. Namun ternyata sosok Lembu Surya tidak sesuai dengan kriteria Dyah Ayu, sehingga Dyah Ayu mengajukan syarat kepada Lembu Surya untuk membuat sumur di Puncak Kelud. Lembu Surya menyanggupi dan menggali lubang sumur di Puncak Kelud. Saat tengah menggali sumur, Lembu Surya dikubur oleh Dyah Ayu bersama sumur yang digalinya. Konon letusan demi letusan Gunung Kelud adalah amarah Lembu Surya. Dalam kisah lain juga menyebutkan bahwa kawah Gunung Kelud dahulu adalah tempat untuk menghancurkan keris Empu Gandring yang sakti mandraguna. Keris tersebut dihancurkan oleh Hayam Wuruk. Selain itu beberapa cerita mitos juga melingkupi kemistisan Gunung Kelud, salah satunya yang terkenal adalah adanya dua ekor buaya putih penunggu Gunung Kelud.

Nama lain : Kelut, Klut, Cloot, Kloet, Kloete
Elevasi : 1.731 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Kediri
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Jalur Wisata Kelud
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Gajah Mungkur, Puncak Sumbing, dan Puncak Kelud
Lama pendakian : 30 menit – 1 jam
Koordinat : 7°56’05.9″S 112°18’49.9″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Gunung Ringgit & Gunung Baluran

Maps