Tag Archives: Volcano Tipe A

GUNUNG RUANG (725 MDPL)

Gambar Puncak Kawah Gunung Ruang
c: @egi_sambe

GUNUNG RUANG (725 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Utara

Gunung Ruang adalah sebuah gunung api tipe A yang masih aktif dan terletak di Pulau Ruang, Kepulauan Sitaro. Pulau Ruang berdekatan dengan Pulau Thulandang. Pulau Ruang sendiri merupakan pulau vulkanik yang masih dihuni penduduk. Gunung Ruang tercatat telah meletus sejak 1808, dan terakhir meletus yakni pada 2002.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Ruang bisa dilakukan melalui Desa Laingpatehi. Trek berupa kawasan pohon kelapa dan vegetasi masih rapat. Total waktu yang ditempuh adalah 2-3 jam untuk bisa mencapai puncaknya.

PUNCAK
Puncak Gunung Ruang berupa kubahan lava. Terdapat pilar di titik Puncak Gunung Ruang dan juga ada kawah dengan luas 500 meter, dan kedalaman mencapai 100 meter.

Nama lain : Duang, Wanua Ruang, Roeang
Elevasi : 725 mdpl
Lokasi : Provinsi Sulawesi Utara
Jenis : Volcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Tegulandang
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Laingpatehi
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Ruang
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 2°18’09.8″N 125°21’55.0″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Mahawu & Gunung Karangetang

Maps

GUNUNG KIE BESI (P. MAKIAN) (1.357 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Kie Besi
c: @koces_rj

GUNUNG KIE BESI (P. MAKIAN) (1.357 MDPL)
Di Provinsi Maluku Utara

Gunung Kie Besi merupakan gunung strato aktif tipe A yang terletak di Pulau Makian. Tercatat pada tahun 1975 terjadi aktivitas vulkanik dan memaksa evakuasi besar-besaran penduduk di Pulau Makian menuju wilayah terdekat, yakni Kao (Halmahera Utara). Selain itu, tercatat pula pada tahun 1760, 1861, dan juga 1988, Gunung Kie Besi terjadi erupsi. Pulau Makian sendiri adalah sebuah pulau kecil yang berpenduduk dan secara administratif masuk dalam kawasan Halmahera Selatan. Berdasarkan sensus penduduk di tahun 2010, jumlah penduduk di Pulau Makian adalah 12.394 jiwa. Letusan Kie Besi yang telah terjadi memakan korban jiwa total mencapai 5000 jiwa.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Wurlali bisa dilakukan melalui Desa Gitang. Pendakian hingga mencapai puncak memakan waktu 4-6 jam.

PUNCAK
Terdapat kaldera yang cukup besar di Puncak Kie Besi, dan terlihat kubah lava di tengahnya. Titik tertinggi Gunung Kie Besi sendiri adalah pinggiran tebing keldera.

Nama lain : Pulau Makian, Gunung Makian, Gunung Wakiong, Mailoa
Elevasi : 1.357 mdpl
Lokasi : Provinsi Maluku Utara
Jenis : Volcano Tipe A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Halmahera Selatan
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Gitang
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Kie Besi
Lama pendakian : 4-6 jam
Koordinat : 0°19’00.6″N 127°23’34.1″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Kie Matubu & Gunung Gamalama

Maps

GUNUNG MASURAI (2.980 MDPL)

Puncak Gunung Masurai Jambi
c:@seputartebo

GUNUNG MASURAI (2.980 MDPL)
Di Provinsi Jambi

Gunung Masurai merupakan gunung berjenis volcano tipe B. Gunung ini terletak di Kecamatan Lembah Masurai, Kecamatan Jangkat, Kecamatan Sungai Tenang, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi. Dan memiliki ketinggian 2.980 mdpl, sekaligus menjadi gunung dengan kategori cukup tinggi.

Gunung Masurai memiliki makna gunung yang bergemilang berkah. Kata “masurai” diartikan sebagai “emas yang terurai”. Penamaan tersebut sejalan dengan mitos yang berkembang di masyarakat, yakni terdapat tambang emas di Gunung Masurai dengan kadar emas mencapai 99%, itu artinya emas dengan kemurnian sangat tinggi dan tidak tercampur senyawa lain. Kemudian penduduk sekitar menambang emas tersebut, namun satu per satu para penambang meninggal. Anehnya, justru semakin ada yang meninggal, maka semakin banyak emas yang akan muncul. Berkenaan dengan terjadinya hal tersebut, masyarakat menganggap para penambang adalah tumbal bagi kemunculan emas.

Namun bagi beberapa orang, makna “emas yang terurai” adalah pengandaian untuk berkah alam yang diberikan Yang Kuasa melalui Gunung Masurai yang menjadikan wilayah di sekitarnya subur dan makmur.

Gunung Masurai masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, sama dengan Gunung Kerinci. Namun Gunung Kerinci tentunya lebih populer ketimbang Gunung Masurai. Terdapat spot alam yang eksotis kaki Gunung Masurai yakni sumber mata air yang bernama “Batang Tembesi”.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Masurai terbilang masih jarang. Hal ini dikarenakan masih minimnya informasi tentang pendakian, ditambah para pendaki cenderung memilih Gunung Kerinci sebagai obyek pendakian dari pada Gunung Masurai yang juga berada di wilayah yang sama.

Jalur pendakian Gunung Masurai berada di Desa Sungai Lalang. Jalurnya mudah karena sudah ada papan penanda, serta trek merupakan vegetasi yang longgar, serta sepanjang jalur jarang ditemui pecat, karena memang kondisi trek cenderung kering.

PUNCAK
Puncak Gunung Masurai berupa kaldera setengah utuh yang berada di sisi timur, lalu di sisi kanan ada dua kerucut (strato) dan terdapat danau vulkanik di dalamnya. Danau tersebut adalah Danau Kumbang, Danau Mabuk, Danau Merah, dan Danau Larangan. Danau Kumbang adalah yang terbesar dan paling eksotis. Oleh sebab itu, Gunung Masurai lebih dikenal dengan keeksotisan Danau Kumbang-nya.

Nama lain : Kumbang
Elevasi : 2.980 mdpl
Lokasi : Jambi
Jenis : Volcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Sungai Lalang
Tempat Ikonik : Danau Kumbang, Batang Tembesi
Puncak : Puncak Masurai
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 2°30’10.7″S 101°51’29.4″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Kerinci & Gunung Kunyit

Maps

GUNUNG TALANG (2.597 MDPL)

Gambar Gunung Talang Sumatera Barat
c: @cullen_panjaitan

GUNUNG TALANG (2.597 MDPL)
Di Provinsi Sumatera Barat

Gunung Talang terletak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Gunung ini bertipe stratovolcano tipe A. Gunung ini mirip dengan Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Gunung Talang dicap sebagai gunung yang sudah tidak aktif lagi karena letusannya yang terakhir tercatat sudah sangat lama, namun tak disangka tiba-tiba kembali meletus. Gunung Sinabung tidak pernah meletus sejak 1600, namun tiba-tiba meletus pada 2010. Begitupun Gunung Talang, tercatat tidak pernah meletus sejak 1833, namun kembali meletus secara tiba-tiba pada 2007 dan membuat kepanikan masyarakat sekitar.

Setelah letusan tersebut, status Gunung Talang menjadi gunung api tipe A, yakni gunung api yang aktif. Gunung Talang memiliki ketinggian 2.597 mdpl. Kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah dari puncak Gunung Talang yakni pemandangan tempat ikonik Sumbar yakni Danau Di Atas, Danau Di Bawah, dan Danau Talang.

PENDAKIAN
Secara umum, pendakian Gunung Talang tidak begitu ramai, namun pada tanggal-tanggal tertentu atau hari libur, biasanya bisa dikatakan cukup ramai. Namun tentu tidak seramai pendakian gunung-gunung di Jawa.

Jalur pendakian Gunung Talang antara lain: Jalur Ai Batumbuk (jalur lama), Jalur Seroja (jalur baru yang juga di desa Ai Batumbuk), dan Jalur Bukit Sileh. Jalur Ai Batumbuk adalah jalur populer, sedangkan Jalur Bukit Sileh jarang digunakan. Tahun 2017 dibuka jalur baru yang juga berlokasi di Ai Batumbuk, jalur tersebut dinamakan Seroja.

Secara umum pendakian Gunung Talang relatif mudah. Karena jika kita melakukan pendakian via Jalur Ai Batumbuk, sudah terpasang papan penanda dari titik start pendakian hingga puncak Gunung Talang. Tanda penunjuk jalan tersebut dinamakan dengan “rambu” dan ditulis “R”. Total rambu pada Jalur Ai Batumbuk adalah sebanyak 54 buah, yakni dituliskan dari “R1”, “R2”, hingga “R54”.

Awal pendakian, kita akan melewati perkebunan teh, kemudian memasuki wilayah hutan dengan trek yang penuh dengan akar pohon, dan juga lumpur. Kita bisa menyewa ojek dari R1 hingga R6.

PUNCAK
Sebelum sampai puncak, kita akan melewati jalur kawah yang masih mengepulkan asap belerang. Saat di puncak, kita bisa melihat pesona 3 danau yang ikonik sebagai bonus pendakian Gunung Talang, yakni Danau Di Atas (di Nagari Alahan Panjang), Danau Di Bawah (di Nagari Bukit Sileh), dan Danau Talang (di Kampuang Batu Dalam).

Karena gunung ini telah aktif kembali, maka pendakian Gunung Talang menjadi semakin hati-hati. Telah dibangun tempat pemantauan aktivitas Gunung Talang, dan juga ada perusahaan yang memanfaatkan sumber panas bumi, lokasinya berada di kaki Gunung Talang.

Nama lain : Salasi, Sulasih
Elevasi : 2.597 mdpl
Lokasi : Sumatera Barat
Jenis : Volcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Solok
Keistimewaan : Pemandangan pesona 3 danau
Jalur pendakian : Jalur Ai Batumbuk, Jalur Seroja dan Jalur Bukit Sileh
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Talang
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 0°58’45.0″S 100°40’53.4″E
Level pendakian : Mudah

Baca Juga : Gunung Talamau & Gunung Marapi

Maps

GUNUNG TANDIKAT (2.438 MDPL)

Puncak Gunung Tandikat Tandikek Sumatera Barat
c: @minangtoursm

GUNUNG TANDIKAT (2.438 MDPL)
Di Provinsi Sumatera Barat

Gunung Tandikat disebut juga Gunung Tandikek (Bahasa Minang). Gunung ini memiliki ketinggian 2.438 mdpl dan berjenis stratovolcano tipe A. Secara administratif Gunung Tandikat terletak di wilayah Padang Pariaman dan Tanah Datar, Sumatera Barat.

Meskipun gunung api tipe A, namun gunung ini tidak menampilkan aktivitas yang berlebihan. Hanya terlihat kawah berbau belerang saja di puncaknya. Namun gejala keaktifan gunung api tidak ada yang tahu kapan akan diam dan kapan akan meletus. Gunung Tandikat termasuk dalam gunung dengan julukan Puncak Tri Arga atau “Tiga Penyangga Langit Minangkabau”, dua lainnya adalah Gunung Marapi dan Gunung Singgalang.

Secara umum, Gunung Tandikat masih jarang untuk pendakian. Dan trek pendakian gunung ini terbilang mudah.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Tandikat yakni: Jalur Anai Resort, Jalur Desa Malalak, dan Jalur Desa Singgalang Genting.

Jalur Anai Resort adalah yang paling populer. Jalur ini dibuat pada tahun 1998 dan ketinggian sekitar 665 mdpl, jadi lumayan tinggi untuk mencapai puncak yang berketinggian 2.400-an. Pada jalur ini kita bisa menjumpai air terjun yang bernama Air Terjun Lurah. Dan pada ketinggian di atas 1.000 mdpl kita sudah bisa menikmati pemandangan Kota Pariaman yang sejuk.

Jalur lain yakni Desa Malalak, dan Desa Singgalang Ganting (di Tana Datar) merupakan jalur alternatif dan masih berupa trek tertutup dan jarang dilalui pendaki.

Gunung Tandikat memiliki spesifikasi vegetasi rapat sehingga jika dilihat dari kejauhan akan tampak hijau pekat. Oleh sebab itu trek pendakian gunung ini berupa tumbuhan rimbun, berlumpur, dan lembap. Pada ketinggian 600 – 1.700 mdpl banyak terdapat pecat di jalur pendakian. Di gunung ini ada satwa liar dilindungi yakni Harimau Sumatera. Warga lokal menyebutnya “inyiak” atau “ayak”

PUNCAK
Puncak Gunung Tandikat adalah berupa kaldera kawah yang tidak banyak berisi air. Jika turun ke dalam kaldera kita bisa menjumpai gua kecil di sisi dinding kaldera.

Nama lain : Tandikek, Tandikai
Elevasi : 2.438 mdpl
Lokasi : Sumatera Barat
Jenis : Volcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Padang Pariaman dan Tanah Datar
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Jalur Anai Rresort, Jalur Desa Malalak, dan Jalur Desa Singgalang Genting
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Kawah Tandikat
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 0°25’57.7″S 100°19’14.6″E
Level pendakian : Mudah

Baca Juga : Gunung Pasaman & Gunung Singgalang

Maps

GUNUNG BURNI KLIETEN (2.930 MDPL)

Gambar Gunung Burni Klieten Aceh
c: @mluthfi_hamzah

GUNUNG BURNI KLIETEN (2.930 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Bur Ni atau Burni dalam bahasa aceh artinya “gunung”. Jadi nama Bur Ni Klieten diartikan Gunung Klieten. Sedangkan “Klieten” artinya adalah “kelihatan”, sehingga secara bahasa artinya “Gunung Kelihatan”.

Burni Klieten terletak di Aceh Tengah. Gunung ini adalah gunung dengan ketinggian 2.930 mdpl. Orang-orang sering mengira bahwa Burni Klieten adalah nama lain dari Burni Telong. Namun sebenarnya bukan demikian. Burni Klieten adalah gunung lain yang memang posisinya tidak begitu jauh dengan Burni Telong (tetangganya).

Nama Burni Klieten tidak begitu terkenal, karena tetangganya, Gunung Burni Telong sudah duluan terkenal sebagai gunung yang populer untuk pendakian. Ditambah lagi banyak yang mengira nama “Burni Klieten” adalah nama lain dari Burni Telong.

Burni Klieten dikenal sebagai gunung dengan populasi anggreknya. Terdapat berbagai spesies tanaman anggrek yang bisa kita temui saat mendaki Gunung Klieten ini.

PENDAKIAN
Burni Klieten bisa dikatakan cukup mengasyikan sebagai objek pendakian gunung. Hal tersebut karena di sepanjang perjalanan para pendaki akan disuguhi pemandangan indah dari Danau Lut Tawar. Selain itu, jalur pendakian dan trek juga sudah cukup jelas. Basecamp pendakian pun mudah untuk ditemukan.

Trek awal pendakian adalah kawasan hutan pinus. Selanjutnya kita akan sering bertemu dengan trek becek yakni trek berupa bekas jejak kerbau liar. Titik start pendakian bisa ditemukan dengan mudah karena satu rute dengan jalur menuju obyek wisata Air terjun Mengaya.

PUNCAK
Puncak Burni Klieten tidak begitu luas, hanya cukup menapung 3 tenda saja. Meskipun begitu, pemandangannya sangat indah, yakni pemandangan Danau Lut Tawar.

Nama lain : Bor Klieten, Bur Ni Klieten, Kelieten
Elevasi : 2.930 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Volcano tipe A
Pengelola : Pemerintah Aceh Tengah
Keistimewaan : Banyak ditemukan spesis tanaman Anggrek
Jalur pendakian : Objek Wisata Air Terjun Mangaya
Puncak : Puncak Klieten
Lama pendakian : 8 jam
Tempat Ikonik : Danau Lut Tawar
Koordinat : 4°33’07.7″N 96°57’25.6″E
Level pendakian : Mudah

Baca Juga : Gunung Burni Telong & Gunung Peuet Sagoe

Maps