Tag Archives: Supervolcano

GUNUNG TOBA (SUPERVOLCANO)

TOBA SUPERVOLCANO

GUNUNG TOBA (SUPERVOLCANO)

GUNUNG TOBA SUPERVOLCANO
Terdapat sebuah danau yang sangat luas di Pulau Sumatera yakni Danau Toba. Jika dilihat dari atas, danau ini dikelilingi oleh gundukan tanah yang berbentuk tebing-tebing. Sehingga bisa dilogikakan dulunya wilayah danau ini mungkin adalah sebuah daratan yang menyatu. Yang entah mengapa berubah menjadi sebuah danau yang sangat luas.

Seorang peneliti bernama Gregory A. Zielinski dari Universitas Massachusetts, pada tahun 1990-an menemukan 2 hingga 4 megaton asam belerang yang terperangkap di dalam inti daratan es Greenland. Penelitian tersebut mengemukakan bahwa umur senyawa asam belerang tersebut adalah sekitar 70.000-75.000 tahun. Peneliti tersebut juga menyatakan bahwa dengan jumlah asam belerang sebanyak itu setara dengan 25 kali tingkat populasi yang disebabkan oleh seluruh perusahaan industri di bumi pada zaman sekarang.

Zielinski juga menyatakan bahwa temuannya tersebut hanya sebagian kecil saja. Itu artinya masih banyak asam belerang di belahan bumi lain. Dia memperkirakan kondisi bumi saat itu diselimuti asam belerang beracun selama 6 tahun.
Kondisi seperti itu jika terjadi pada masa sekarang, akan susah dibayangkan jika ada manusia yang berhasil hidup. Lantas apakah yang terjadi pada saat lampau di 70.000 tahun silam?

Selanjutnya, peneliti lain, Michael Rampino dari Universitas New York juga menemukan temuan yang senada dengan Zielinski, yakni terjadi penurunan suhu yang sangat drastis secara tiba-tiba pada masa lampau dengan perkiraan tahun yang serupa yakni sekitar 70.000-an tahun yang lalu.

Terjadi penurunan suhu pada lautan secara tiba-tiba mencapai 5 derajat celcius. Kondisi seperti itu diibaratkan memutar tombol panas menjadi dingin dalam semalam.

Kemudian, John Westgate pada 1990-an dalam penelitiannya yang dilakukan bertahun-tahun akhirnya mencapai puncaknya. Ia tengah mencari tahu sumber dari sebuah abu vulkanik berumur sangat tua (berumur sekitar 70.000 tahun) yang ditemukannya. Setelah mencari-cari selama bertahun-tahun, ditemukanlah sampel yang sama dari abu vulkanik tersebut yang berasal dari wilayah Sumatera Utara, Indonesia, tepatnya di kawasan Danau Toba.

74.000 tahun silam, sebuah gunung raksasa meletus sangat hebat dengan menyemburkan sedikitnya 2.800 km kubik magma ke udara dan menghancurkan bentuk gunung itu sendiri menjadi sebuah kaldera yang sangat luas, yang saat ini dikenal dengan sebuah danau, Danau Toba. Letusan maha dahsyat tersebut menyemburkan abu, awan panas, sekaligus belerang ke penjuru bumi dan membuat kekacauan iklim selama bertahun-tahun. Danau Toba yang merupakan bentukan dari letusan tersebut menjadi kawasan yang sangat eksotis dan menjadi tempat tinggal masyarakat bersuku Batak. Hingga bertahun-tahun kemudian kawasan Danau Toba tersebut berubah menjadi kawasan wisata alam yang sangat ramai. Danau Toba memiliki luas 100 x 30 km dan kedalaman mencapai 1000 meter. Akhir bulan Juni 2018 terjadi peristiwa pilu yakni kapal motor Sinar Bangun yang berkapasitan 40 penumpang tenggelam akibat overcapacity karena dipaksakan mengangkut 200-an orang dan puluhan sepeda motor. Sebanyak 18 penumpang selamat, 4 meninggal, dan sekitar 189 penumpang lainnya hilang.

Fakta mengejutkan ditemukan setelah Robot ROV diterjunkan menuju dasar Danau Toba. Fakta tersebut adalah ditemukannya bangkai kapal dan para korban yang berada di kedalaman 450 meter. Ratusan korban Sinar Bangun dipastikan berada di dasar danau dan tidak bias diangkut dengan alasan keterbatasan alat. Ratusan jasad tersebut diketahui membeku karena air yang sangat dingin dan tidak bias naik ke permukaan akibat masa jenis air rendah (air murni, bukan air laut). Tanda tanya besar yakni apakah jasad KM Sinar Bangun tetap utuh di dasar Danau Toba untuk waktu yang lama? Fakta lain yang mengejutkan yakni kedalaman Danau Toba bukan hanya berada pada 500 meter saja namun mencapai 1000 meter lebih (lebih dalam dari Laut Jawa, dan rata-rata perairan laut di Indonesia). Fakta tersebut semakin menguatkan tentang dahsyatnya letusan Gunung Toba 74.000 tahun silam.
– Jutaan asam sulfat menyembur ke udara
– Kegelapan total selama 6 tahun
– Suhu beku selama 1000 tahun
– Menghancurkan sumber pangan manusia dan hewan
– Kemusnahan manusia

Kehidupan manusia setelah peristiwa itu adalah hal yang kini menjadi misteri bagi para peneliti. Jika ada yang selamat, bagaimana cara manusia tersebut bisa bertahan hidup dari bencana tersebut?

Baca Juga : Krakatoa Supervolcano, Samalas Supervolcano, Tambora Supervolcano