Tag Archives: Stratovolcano Tipe A

GUNUNG TANGKUBAN PERAHU (2.084 MDPL)

Kawah Gunung Tangkuban Perahu
c: @kabutpelangi_

GUNUNG TANGKUBAN PERAHU (2.084 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Tangkuban Perahu adalah gunung wisata paling terkenal di Jawa Barat, khususnya wilayah Bandung Raya. Tangkuban Perahu memiliki ketinggian 2.084 mdpl dan merupakan stratovolcano tipe A yang masih aktif. Tercatat letusan terakhir gunung ini adalah di tahun 2014.

Menurut banyak orang, Gunung Tangkuban Perahu diyakini sebagai bentukan dari sebuah letusan dahsyat gunung purba raksasa bernama Gunung Sunda yang terjadi 105.000 tahun yang lalu. Gunung Sunda ini juga diyakini sebagai penyebab utama tebentuknya wilayah Dataran Tinggi Bandung Raya yang memiliki banyak gunung berapi. Wilayah Bandung Raya sendiri rata-rata ada di ketinggian 700 mdpl.

Pendakian pertama ke Gunung Tangkuban Perahu tercatat ada di tahun 1713 oleh orang Belanda. Kontribusi masa kolonial terhadap beberapa gunung api di Jawa Barat terbilang cukup signifikan, buktinya adalah banyaknya gunung api yang dijadikan tempat wisata.

Tangkuban Perahu juga dikenal dengan legendanya yang diceritakan turun temurun. Dahulu ada seorang sakti mandra guna bernama Sangkuriang. Ia mencintai seorang wanita cantik yang usut punya usut ternyata adalah ibu kandungnya sendiri yang awet muda dan telah terpisah dengan anaknya, Sangkuriang, sejak kecil. Wanita itu bernama Dayang Sumbi.Sangkuriang meminang Dayang Sumbi tanpa tahu kalau ia adalah ibu kandungnya. Dayang Sumbi lantas memberikan syarat yang sangat berat, yakni Sangkuriang harus membuat telaga dan perahu besar dalam satu malam hingga batas subuh hari. Sangkuriang menyanggupinya, dan ia hampir menyelesaikan tugasnya itu. Dayang Sumbi menyuruh ayam untuk segera berkokok supaya menandakan subuh sudah tiba. Benar saja, ayam berkokok dan Sangkuriang pun telah gagal. Karena marah besar, Sangkuriang menendang perahu yang dibuatnya hingga terbang dan jatuh tengkurap dan jadilah Gunung Tangkuban Perahu.

PENDAKIAN
Secara umum pendakian Tangkuban Perahu dikatakan sebagai wisata, karena untuk mencapai bibir kawah dan juga puncak tertingginya bisa diakses dengan sangat mudah dan bahkan sudah tersedia jalan untuk kendaraan. Lereng Gunung Tangkuban Perahu dihiasi oleh populasi pohon pinus yang rindang dan perkebunan teh, sekaligus menyejukkan mata para wisatawan yang berkunjung.

PUNCAK
Puncak Tangkuban Perahu berupa kawah belerang yang masih aktif mengepulkan asap. Wisatawan yang berkunjung hanya diperbolehkan berada di bibir kawah saja.

Nama lain : Tangkuban Prahu
Elevasi : 2.084 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Bandung
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Jalur Wisata Tangkuban Perahu
Tempat Ikonik : Kawah Tangkuban Perahu (Kawah Ratu)
Puncak : Tebing Tangkuban Perahu
Lama pendakian : 30 menit – 3 jam
Koordinat : 6°45’40.7″S 107°36’17.5″E dan 6°45’29.4″S 107°37’04.5″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Gunung Galunggung & Gunung Masigit

Maps

Maps

GUNUNG GALUNGGUNG (2.168 MDPL)

Gambar Gunung Galunggung
c: @guna.randy

GUNUNG GALUNGGUNG (2.168 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Galunggung adalah gunung wisata yang berketinggian 2.168 mdpl. Gunung ini terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat. Tasikmalaya dikenal dengan sebutan “Ten Thousands Hills” karena wilayahnya yang berbukit-bukit. Gunung Galunggung adalah gunung api stratovolcano tipe A karena masih aktif.

Tahun 1822 Gunung Galunggung meletus hebat dan menewaskan 4.011 jiwa serta menghancurkan desa-desa di dekatnya. Tahun 1918 gunung ini meletus kembali dan terbentuk kubah lava di dalam kalderanya dengan luas 560 x 440 meter dan tinggi 85 meter. Kubah lava tersebut dijuluki Gunung Jadi. Tahun 1982 Galunggung kembali menunjukkan aktivitas vulkanologi. Kali ini Galunggung mengeluarkan letusan merah dan disertai petir menyambar-nyambar. Aktivitas vulkanologi di tahun tersebut berlangsung selama 9 bulan.

Saat ini Gunung Galunggung menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Orang-orang berbondong-bondong mengunjungi kalderanya yang memiliki luas 600 meter dan tinggi 20 meter itu. Saking suksesnya pemerintah setempat menggarap Objek Wisata Galunggung tersebut, bahkan sampai bisa mendatangkan 200.000 pengunjung tiap tahunnya.

Gunung Galunggung adalah gunung wisata yang populer di Jawa Barat sama dengan beberapa gunung lain seperti Tangkuban Perahu, ataupun Telaga Bodas. Hal ini tidak terlepas dari peran masa kolonial Belanda yang menjadi perintis untuk mengubah gunung-gunung di Jawa Barat sebagai gunung wisata. Jika masih kurang puas, kita bisa mengunjungi sumber air panas Cipanas atau Curug Agung yang ada di sekitar Gunung Galunggung.

PENDAKIAN
Telah dibuat anak tangga sebanyak 620 anak tangga guna memudahkan pengunjung untuk bisa mencapai Puncak Galunggung. Selain itu berbagai fasilitas juga telah tersedia seperti parkir luas, warung, guide, penginapan dan sebagainya. Pendakian mencapai puncak hanya dibutuhkan 20 menit saja.

Satu hal yang unik dan tidak ada di gunung-gunung manapun yakni terdapat sebuah bangunan mushola yang berdiri di dalam kawah Gunung Galunggung.

PUNCAK
Puncak Galunggung adalah bibir kawah. Umumnya pengunjung menikmati pemandangan kawah dari puncak bibir kawah tersebut. Karena sudah disulap sedemikian rupa dengan lampu-lampu dan spot-spot untuk foto, maka pengunjung akan terus ramai berdatangan mengunjungi gunung api yang pernah menewaskan 4.011 jiwa ini.

Namun ada hal aneh yang sering dirasakan para wisatawan khususnya para fotografer. Kawah Galunggung selalu indah dipandang mata, namun saat diabadikan dalam foto justru terlihat kurang bagus. Hal ini berkembang menjadi mitos di kalangan wisatawan. Konon di kawasan Kawah Galungung adalah pemukiman bangsa jin. Mitos lain yang berkembang yakni larangan memancing ikan di kawah (membentuk danau). Ada cerita juga yang mengisahkan Pesawat British Airways di tahun 1982 menabrak kabut hitam di atas Galunggung dan empat mesinnya mati mendadak, namun setelah kabut tersebut terlewati mesin pesawat kembali menyala.

Nama lain : Beuticanar
Elevasi : 2.168 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Tasikmalaya
Keistimewaan : Ada mushola yang berdiri di dalam kawah Gunung Galunggung
Jalur pendakian : Jalur Wisata
Tempat Ikonik : Kawah Galunggung
Puncak : Puncak Galunggung
Lama pendakian : 30 menit – 5 jam
Koordinat : 7°15’26.7″S 108°04’50.8″E dan 7°14’51.4″S 108°03’35.6″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Gunung Telaga Bodas dan Gunung Bukit Tunggal

Maps

Maps

GUNUNG PAPANDAYAN (2.665 MDPL)

@feriirawan30
c: @puspittarisa

GUNUNG PAPANDAYAN (2.665 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Papandayan adalah gunung api berjenis stratovolcano tipe A dan memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Gunung Papandayang terletak di Kabupaten Garut. Gunung ini digolongkan gunung api tipe A karena masih aktif. Selain itu catatan letusan Gunung Papandayan juga terbilang cukup panjang. Tahun 1772 gunung ini meletus hebat dan menewaskan 2.957 orang. Kemudian tahun 2002 meletus kembali namun tidak berdampak parah. Sejak 2002 hingga 2008 Gunung Papandayan tercatat aktif melakukan aktivitas vulkanik.

Gunung Papandayan menjadi salah satu objek pendakian paling favorit di kalangan para pendaki lokal maupun luar daerah, dan sangat cocok bagi pendaki pemula. Selain karena kemudahan trek pendakiannya, spot-spot di Gunung Papandayan juga sangat indah. Ada padang rumput di ketinggian 2.288 mdpl yang dinamakan “Pondok Saladah” yang cocok untuk berkemping ria. Ada pula sungai yang bernama Cisaladah. Serta ada padang bunga edelweis yang bernama “Tegal Alun”. Tidak jauh dari Pondok Saladah, ada kawasan yang berisi pohon-pohon yang kering dan mati akibat aktivitas vulkanik, lokasi ini dinamakan “Hutan Mati”.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Papandayan bisa melalui jalur wisata yakni Desa Cisurupan, di Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

PUNCAK
Puncak Papandayan terdiri dari beberapa kawah yang bernama Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nagklak, dan Kawah Manuk.

Nama lain : Papandayan
Elevasi : 2.665 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Garut
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Cisurupan
Tempat Ikonik : Pondok Saladah, Cisaladah, Tegal Alun, Hutan Mati Papandayan
Puncak : Puncak Papandayan
Lama pendakian : 1-2 jam
Koordinat : 7°19’31.6″S 107°44’11.9″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Patuha & Gunung Kendang

Maps

GUNUNG GUNTUR (2.249 MDPL)

Gunung Guntur
c: @jurnaldidit

GUNUNG GUNTUR (2.249 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Guntur adalah gunung stratovolcano tipe A yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Letusan terakhir gunung ini adalah di tahun 1847. Tahun 1800-an Gunung Guntur adalah gunung api paling aktif di Pulau Jawa (sebelum Krakatau). Oleh sebab itu gunung ini masih dalam pengawasan karena catatan aktivitasnya di masa lalu yang membahayakan.

Gunung Guntur memiliki ketinggan 2.249 mdpl. Puncaknya berupa savana yang cukup luas dan menjadi favorit untuk para pendaki mendirikan tenda dan bermalam sambil menikmati pemandangan seribu bintang. Di lereng gunung juga terdapat tempat wisata yakni Curug Citiis.

PENDAKIAN
Gunung Guntur menjadi ikon Kota Garut. Hal ini dipertegas dengan ramainya kunjungan wisatawan atau pendaki di akhir pekan maupun weekend. Jalur yang tersedia sebagai pendakian adalah melalui Jalur Citiis, dan Jalur Cikahuripan. Jalur Citiis adalah jalur resmi.

Kaki gunung adalah berupa hutan pinus. Jalur trek di awal adalah jalan yang cukup renggang dan terbuka, kemudian masuk kawasan hutan. Kita bisa menjumpai warung dan juga aliran sungai. Gunung Guntur dijuluki ‘miniatur Semeru’, hal ini karena dari batas vegetasi menuju Puncak Guntur sangat mirip dengan kondisi di Gunung Semeru, yakni trek berupa lautan pasir dengan kemiringan curam.

PUNCAK
Puncak Guntur adalah berupa kaldera yang luas berpasir. Puncaknya memang sangat jarang ditumbuhi tumbuhan, hanya ada pasir membentang, hal ini menandakan memang Gunung Guntur masih menyimpan aktivitas vulkanik di dalamnya.

Puncak Gunung Guntur terbagi menjadi 7 puncak, 4 puncak adalah puncak pasir: Puncak 1 (dekat bibir kawah), Puncak 2 (GPS Guntur), Puncak 3 (Top Guntur: yang tertinggi di antara yang lain), Puncak 4. Sedangkan puncak 5 sampai 7 adalah masih berupa puncak elevasi rendah

Berada di Puncak Guntur kita bisa melihat Gunung Papandayan, Gunung Cikuray, dan pemandangan Kota Garut.

Nama lain : Gunung Gede
Elevasi : 2.249 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Garut
Keistimewaan : Miniatur Semeru
Jalur pendakian : Jalur Citiis, dan Jalur Cikahuripan
Tempat Ikonik : Savana Guntur
Puncak : Puncak 1, Puncak 2/GPS Guntur, Puncak 3/Top Guntur, Puncak 4
Lama pendakian : 4-5 jam
Koordinat : 7°08’43.7″S 107°50’39.7″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Ciremai & Gunung Cikuray

Maps

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)

Gambar Alun-Alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango
c:@ganazturi

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Gede-Pangrango adalah dua buah gunung yang menjadi satu kesatuan sebagai Taman Nasinal Gede Pangrango (TNGP). Gunung ini menjadi kawasan konservasi pada 1980 dan menjadi taman nasional pertama dan tertua di Indonesia. Puncak Gunung Gede adalah 2.958 mdpl, sedangkan puncak Gunung Pangrango adalah 3.019 mdpl. Kedua gunung ini menjadi yang tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat. Gunung Ceremai ada di posisi pertama. Gunung Gede-Pangrango sendiri terletak secara administratif di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Gunung Gede-Pangrango merupakan gunung stratovolcano tipe A. Letusan terakhir tercatat yakni pada tahun 1957. Pada Puncak Gede adalah berupa kawah yang masih aktif dan mengeluarkan asap belerang. Sedangkan Puncak Pangrango adalah lapangan kawah mati.

Pendakian pertama gunung ini adalah pada tahun 1819 oleh seorang Peneliti Belanda yang juga nantinya menjadi Pendiri Kebun Raya Bogor, C.G.C. Reinwardt. Kemudian pada tahun 1830 kawasan sekitar Gede Pangrango dijadikan Kebun Raya Cibodas.

PENDAKIAN
Karena merupakan kawasan konservasi, pendakian akan melalui vegetasi yang beraneka ragam dan berbeda dari gunung-gunung lainnya. Pendakian Gunung Gede Pangrango tidak semudah mendaki gunung lain. Pendakian Gede-Pangrango harus melalui izin (SIMAKSI) terlebih dahulu pada jauh-jauh hari. Selain itu untuk pendakian biasanya juga ditutup untuk beberapa bulan dalam setahun demi menjaga kelestarian.

Jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango ada tiga yakni Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana. Jalur Cibodas adalah jalur resminya. Melalui jalur ini kita bisa menjumpai beberapa spot wisata yang menjadi ikonik di Gede-Pangrango di antaranya yakni Telaga Biru (sebuah telaga dengan air berwarna biru jernih akibat ganggang di dalamnya), Air Terjun Cibeureum setinggi 50 meter, Air Panas di tebing curam, dan Kandang Badak (camping ground).

Trek di kaki gunung adalah berupa trek dengan pepohonan besar dan tinggi, suhu akan terasa dingin karena kerapatan vegetasi yang ada. Gunung Gede-Pangrango memiliki banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan. Spesies burung sendiri mencapai 251 jenis.

PUNCAK
Puncak Gede (2.958 mdpl) dan Puncak Pangrango (3.019 mdpl) dihubungkan oleh sebuah jalur bernama “Kandang Badak” di ketinggian 2.400 mdpl. Puncak Gede terdapat beberapa kawah yang bernama: Kawah Ratu, Kawah Wadon, Kawah Lanang, dan Kawah Baru. Tidak jauh dari bibir kawah Gunung Gede, terdapat sebuah lembah yang luas dan sangat indah yang dinamakan “Alun-Alun Suryakencana” di ketinggian 2.750 mdpl. Sedangkan Puncak Pangrango adalah sebuah kawasan kawah mati yang membentuk sebuah lapangan yang luas dan ditumbuhi tumbuhan perdu dan edelweis, lokasi ini dinamakan “Lembah Mandalawangi”. Lembah Mandalawangi adalah lokasi favorit seorang legenda pendaki Indonesia sekaligus aktivis pada masa orde lama yang meninggal secara tragis di puncak Gunung Semeru pada tahun 1969, Soe Hok Gie.

Nama lain : Gedeh, Ageung, atau Agung
Elevasi : 3.019 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP)
Keistimewaan : Gunung tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat
Jalur pendakian : Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana
Tempat Ikonik : Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, Kandang Badak, Alun-Alun Suryakencana, Lembah Mandalawangi
Puncak : Puncak Gede, Puncak Pangrango
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 6°47’23.2″S 106°58’58.9″E dan 6°46’10.7″S 106°57’50.6″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Tampomas & Gunung Parang

Maps Puncak Gede

Maps Puncak Pangrango

GUNUNG SALAK (2.221 MDPL)

Kawah Gunung Salak
c: @wdwhyfsh

GUNUNG SALAK (2.221 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Salak adalah gunung api yang masuk dalam kategori stratovolcano tipe A. Gunung ini masih aktif dan memiliki elevasi 2.221 mdpl. Gunung Salak dijadikan kawasan konservasi karena keanekaragaman alamnya yang sangat penting. Kawasan tersebut dinamakan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). TNGHS sendiri masuk dalam Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

Nama “Salak” bukanlah nama buah, melainkan nama yang diambil dari Bahasa Sanskerta “Salaka” yang artinya “perak”. Gunung Salak tercatat letusan terakhirnya yakni di 1938. Setelah itu tidak tercatat pernah mengalami gejolak kembali.

Meskipun merupakan stratovolcano (gunung api kerucut), namun kontur Gunung Salak tidak begitu jelas. Hal ini disebabkan kerapatan vegetasi yang tinggi dan seringnya kawasan gunung ini dilanda kabut. Alasan itu yang menyebabkan Gunung Salak dicap sebagai kawasan maut bagi penerbangan. Tercatat di 2012 Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang berisi 45 penumpang dari kalangan jurnalistik menabrak salah satu punggung Gunung Salak dan hancur seketika. Empat puluh lima penumpangnya tewas.

PENDAKIAN
Jalur pendakian yang tersedia yakni melalui Jalur Pasir Reungit di Bogor, Jalur Cidahu di Sumedang, Jalur Cimelati di Sumedang, dan Jalur Ajisaka di Bogor. Jalur Pasir Reungit adalah yang terpanjang, sedangkan Jalur Cidahu adalah yang terpendek. Kemudian Jalur Ajisaka biasanya adalah jalur untuk peziarah atau wisata religi di Gunung Salak.

Kawasan Gunung Salak memiliki banyak spesies burung, ular dan juga reptil. Selain itu, lereng gunung juga sering dijadikan lokasi pendidikan dasar (diksar) bagi Mapala maupun pecinta alam lain.

PUNCAK
Puncak Gunung Salak terdiri dari tiga: Puncak 1 atau disebut juga Puncak Manik, berada di ketinggian 2.221 mdpl (tertinggi), lalu Puncak 2 berada di ketinggian 2.180 mdpl, dan Puncak 3 atau Puncak Sumbul berada di ketinggian 1.926 mdpl.

Gunung Salak memiliki 3 kawah yakni: Kawah Ratu, Kawah Cikulung Putri, dan Kawah Hirup. Kawah Ratu adalah yang terbesar di antara ketiganya.

Gunung Salak kental dengan kismis (kisah misteri). Beberapa kesaksian dari para pendaki ada yang menuturkan pernah mendengar suara gamelan saat sedang di atas gunung. Kisah mistis lain yakni adanya pasar setan di puncak Gunung Salak, binatang gaib yang tak kasat mata, jeritan wanita minta tolong, serta yang paling menghebohkan adalah mimpi massal didekati sosok wanita cantik yang mengajak berhubungan tubuh.

Nama lain : Salaka
Elevasi : 2.221 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola :Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Jalur Pasir Reungit, Jalur Cidahu, Jalur Cimelati, dan Jalur Ajisaka
Tempat Ikonik : Kawah Ratu
Puncak : Puncak 1/Puncak Manik, Puncak 2, dan Puncak 3/Puncak Sumbul
Lama pendakian : 8-9 jam
Koordinat : 6°42’57.8″S 106°44’00.6″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Tangkuban Perahu & Gunung Gede-Pangrango

Maps