Tag Archives: Sedang

GUNUNG CIKURAY (2.821 MDPL)

Puncak Gunung Cikuray
c:@feriirawan30

GUNUNG CIKURAY (2.821 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Cikuray adalah gunung tertinggi keempat di Provinsi Jawa Barat. Gunung ini berketinggian 2.821 mdpl dan masuk dalam kawasan Kabupaten Garut. Gunung Cikuray masuk dalam kategori stratovolcano tipe B. Pendakian Gunug Cikuray merupakan salah satu yang banyak diminati oleh para pendaki khususnya di Jawa Barat.

Lereng Gunung Cikuray dahulu menjadi pusat pertapaan pada zaman Kerajaan Padjajaran. Jika dilihat dari kejauhan maka gunung ini akan terlihat kerucut sempurna.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Cikuray selalu ramai pada hari libur atau weekend. Jalur pendakian yang tidak sulit dan akses menuju jalur pendakian yang mudah menjadi alasan para pendaki lokal maupun luar daerah memilih Gunung Cikuray sebagai objek pendakian. Jalur pendakian yang tersedia adalah melalui Jalur Bayongbong, Jalur Cikajang, dan Jalur Dayeuhmanggung. Jalur melalui Dayeuhmanggung adalah yang paling populer. Pada jalur tersebut terdapat pemancar stasiun televisi nasional TVRI.

Lereng Gunung Cikuray adalah perkebunan teh. Untuk pendakian hingga puncak dibutuhkan waktu sekitar 6-8 jam.

PUNCAK
Puncak Cikuray ditandai dengan sebuah bangunan permanen dari semen berukuran 3×3 meter. Bangunan ini dibuat dengan tujuan sebagai tempat berteduh. Lokasi puncak sendiri cukup luas dan mampu menampung banyak tenda. Berada di Puncak Cikuray kita bisa melihat pemandangan Gunung Galunggung, Gunung Papandayan, Gunung Guntur, Gunung Telaga Bodas, dan juga Kota Garut.

Ada sebuah kisah yang menjadikan Gunung Cikuray agaknya menjadi mistis, yakni telah hilang seorang pendaki perempuan di tahun 2009 dan tidak pernah ditemukan sampai sekarang.

Nama lain : Gunung Srimanganti, Srimanganten
Elevasi : 2.821 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Garut
Keistimewaan : Tertinggi keempat di Jawa Barat
Jalur pendakian : Jalur Bayongbong, Jalur Cikajang, dan Jalur Dayeuhmanggung
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Cikuray
Lama pendakian : 6-8 jam
Koordinat : 7°19’21.2″S 107°51’35.9″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Ciremai & Gunung Puntang

Maps

GUNUNG KENDANG (2.617 MDPL)

Gunung Kendang Camping
c: @bomberoutdoor

GUNUNG KENDANG (2.617 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Kendang adalah gunung api stratovolcano tipe B yang berketinggian 2.617 mdpl sekaligus menjadi gunung tertinggi di komplek Gunung Bandung Raya. Gunung ini terkenal dengan perkebunan teh-nya yang luas dan savananya yang luas di puncak gunung.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kendang bisa melalui Desa Neglawangi di Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung. Trek pendakian masih memiliki vegetasi yang rapat, dan tingkat pendakian dikategorikan sedang. Pendakian membutuhkan waktu 5-8 jam untuk mencapai puncak tertinggi Gunung Kendang.

PUNCAK
Sebelum puncak tertinggi Gunung Kendang, terdapat kawah mati atau lebih tepatnya disebut savana karena telah ditumbuhi banyak tumbuhan. Lokasi ini dinamakan Kawah Manuk. Sedangkan Puncak Kendang sendiri adalah lahan yang masih dipenuhi oleh tumbuhan.

Meskipun pendakian yang tidak sulit namun gunung ini memiliki satu catatan kelam, yakni ada seorang mahasiswa ITB yang mendaki seorang diri yang kemudian hilang dan baru ditemukan telah meninggal sebulan kemudian.

Nama lain : Kawah Manuk
Elevasi : 2.617 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Bandung
Keistimewaan : Gunung tertinggi di komplek Gunung Bandung Raya
Jalur pendakian : Desa Neglawangi
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Kendang
Lama pendakian : 5-8 jam
Koordinat : 7°14’41.8″S 107°42’29.1″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Puntang & Gunung Burangrang

Maps

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)

Gambar Alun-Alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango
c:@ganazturi

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Gede-Pangrango adalah dua buah gunung yang menjadi satu kesatuan sebagai Taman Nasinal Gede Pangrango (TNGP). Gunung ini menjadi kawasan konservasi pada 1980 dan menjadi taman nasional pertama dan tertua di Indonesia. Puncak Gunung Gede adalah 2.958 mdpl, sedangkan puncak Gunung Pangrango adalah 3.019 mdpl. Kedua gunung ini menjadi yang tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat. Gunung Ceremai ada di posisi pertama. Gunung Gede-Pangrango sendiri terletak secara administratif di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Gunung Gede-Pangrango merupakan gunung stratovolcano tipe A. Letusan terakhir tercatat yakni pada tahun 1957. Pada Puncak Gede adalah berupa kawah yang masih aktif dan mengeluarkan asap belerang. Sedangkan Puncak Pangrango adalah lapangan kawah mati.

Pendakian pertama gunung ini adalah pada tahun 1819 oleh seorang Peneliti Belanda yang juga nantinya menjadi Pendiri Kebun Raya Bogor, C.G.C. Reinwardt. Kemudian pada tahun 1830 kawasan sekitar Gede Pangrango dijadikan Kebun Raya Cibodas.

PENDAKIAN
Karena merupakan kawasan konservasi, pendakian akan melalui vegetasi yang beraneka ragam dan berbeda dari gunung-gunung lainnya. Pendakian Gunung Gede Pangrango tidak semudah mendaki gunung lain. Pendakian Gede-Pangrango harus melalui izin (SIMAKSI) terlebih dahulu pada jauh-jauh hari. Selain itu untuk pendakian biasanya juga ditutup untuk beberapa bulan dalam setahun demi menjaga kelestarian.

Jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango ada tiga yakni Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana. Jalur Cibodas adalah jalur resminya. Melalui jalur ini kita bisa menjumpai beberapa spot wisata yang menjadi ikonik di Gede-Pangrango di antaranya yakni Telaga Biru (sebuah telaga dengan air berwarna biru jernih akibat ganggang di dalamnya), Air Terjun Cibeureum setinggi 50 meter, Air Panas di tebing curam, dan Kandang Badak (camping ground).

Trek di kaki gunung adalah berupa trek dengan pepohonan besar dan tinggi, suhu akan terasa dingin karena kerapatan vegetasi yang ada. Gunung Gede-Pangrango memiliki banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan. Spesies burung sendiri mencapai 251 jenis.

PUNCAK
Puncak Gede (2.958 mdpl) dan Puncak Pangrango (3.019 mdpl) dihubungkan oleh sebuah jalur bernama “Kandang Badak” di ketinggian 2.400 mdpl. Puncak Gede terdapat beberapa kawah yang bernama: Kawah Ratu, Kawah Wadon, Kawah Lanang, dan Kawah Baru. Tidak jauh dari bibir kawah Gunung Gede, terdapat sebuah lembah yang luas dan sangat indah yang dinamakan “Alun-Alun Suryakencana” di ketinggian 2.750 mdpl. Sedangkan Puncak Pangrango adalah sebuah kawasan kawah mati yang membentuk sebuah lapangan yang luas dan ditumbuhi tumbuhan perdu dan edelweis, lokasi ini dinamakan “Lembah Mandalawangi”. Lembah Mandalawangi adalah lokasi favorit seorang legenda pendaki Indonesia sekaligus aktivis pada masa orde lama yang meninggal secara tragis di puncak Gunung Semeru pada tahun 1969, Soe Hok Gie.

Nama lain : Gedeh, Ageung, atau Agung
Elevasi : 3.019 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP)
Keistimewaan : Gunung tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat
Jalur pendakian : Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana
Tempat Ikonik : Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, Kandang Badak, Alun-Alun Suryakencana, Lembah Mandalawangi
Puncak : Puncak Gede, Puncak Pangrango
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 6°47’23.2″S 106°58’58.9″E dan 6°46’10.7″S 106°57’50.6″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Tampomas & Gunung Parang

Maps Puncak Gede

Maps Puncak Pangrango

GUNUNG SALAK (2.221 MDPL)

Kawah Gunung Salak
c: @wdwhyfsh

GUNUNG SALAK (2.221 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Salak adalah gunung api yang masuk dalam kategori stratovolcano tipe A. Gunung ini masih aktif dan memiliki elevasi 2.221 mdpl. Gunung Salak dijadikan kawasan konservasi karena keanekaragaman alamnya yang sangat penting. Kawasan tersebut dinamakan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). TNGHS sendiri masuk dalam Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor.

Nama “Salak” bukanlah nama buah, melainkan nama yang diambil dari Bahasa Sanskerta “Salaka” yang artinya “perak”. Gunung Salak tercatat letusan terakhirnya yakni di 1938. Setelah itu tidak tercatat pernah mengalami gejolak kembali.

Meskipun merupakan stratovolcano (gunung api kerucut), namun kontur Gunung Salak tidak begitu jelas. Hal ini disebabkan kerapatan vegetasi yang tinggi dan seringnya kawasan gunung ini dilanda kabut. Alasan itu yang menyebabkan Gunung Salak dicap sebagai kawasan maut bagi penerbangan. Tercatat di 2012 Pesawat Sukhoi Superjet 100 yang berisi 45 penumpang dari kalangan jurnalistik menabrak salah satu punggung Gunung Salak dan hancur seketika. Empat puluh lima penumpangnya tewas.

PENDAKIAN
Jalur pendakian yang tersedia yakni melalui Jalur Pasir Reungit di Bogor, Jalur Cidahu di Sumedang, Jalur Cimelati di Sumedang, dan Jalur Ajisaka di Bogor. Jalur Pasir Reungit adalah yang terpanjang, sedangkan Jalur Cidahu adalah yang terpendek. Kemudian Jalur Ajisaka biasanya adalah jalur untuk peziarah atau wisata religi di Gunung Salak.

Kawasan Gunung Salak memiliki banyak spesies burung, ular dan juga reptil. Selain itu, lereng gunung juga sering dijadikan lokasi pendidikan dasar (diksar) bagi Mapala maupun pecinta alam lain.

PUNCAK
Puncak Gunung Salak terdiri dari tiga: Puncak 1 atau disebut juga Puncak Manik, berada di ketinggian 2.221 mdpl (tertinggi), lalu Puncak 2 berada di ketinggian 2.180 mdpl, dan Puncak 3 atau Puncak Sumbul berada di ketinggian 1.926 mdpl.

Gunung Salak memiliki 3 kawah yakni: Kawah Ratu, Kawah Cikulung Putri, dan Kawah Hirup. Kawah Ratu adalah yang terbesar di antara ketiganya.

Gunung Salak kental dengan kismis (kisah misteri). Beberapa kesaksian dari para pendaki ada yang menuturkan pernah mendengar suara gamelan saat sedang di atas gunung. Kisah mistis lain yakni adanya pasar setan di puncak Gunung Salak, binatang gaib yang tak kasat mata, jeritan wanita minta tolong, serta yang paling menghebohkan adalah mimpi massal didekati sosok wanita cantik yang mengajak berhubungan tubuh.

Nama lain : Salaka
Elevasi : 2.221 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola :Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Jalur Pasir Reungit, Jalur Cidahu, Jalur Cimelati, dan Jalur Ajisaka
Tempat Ikonik : Kawah Ratu
Puncak : Puncak 1/Puncak Manik, Puncak 2, dan Puncak 3/Puncak Sumbul
Lama pendakian : 8-9 jam
Koordinat : 6°42’57.8″S 106°44’00.6″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Tangkuban Perahu & Gunung Gede-Pangrango

Maps

GUNUNG PESAGI (2.389 MDPL)

Gambar Gunung Pesagi Lampung
c: @lambargeh

GUNUNG PESAGI (2.389 MDPL)
Di Provinsi Lampung

Gunung Pesagi memiliki ketinggian 2.389 mdpl sekaligus menjadi yang tertinggi di Provinsi Lampung. Gunung Pesagi tergolong sebagai gunung api yang memiliki catatan aktif.

Secara admnistratif, gunung ini terletak di Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Berdasarkan mitos yang dipercaya masyarakat lokal, Gunung Pesagi di lerengnya dahulu berdiri Kerajaan Sekala Brak yang merupakan cikal bakal Suku Lampung. Nama “Lampung” sendiri memiliki arti “Anak Lambung” atau dalam bahasa lokal diartikan “anak yang berasal dari ketinggian”.

Selain itu, beberapa mitos lain juga menghiasi kisah Gunung Pesagi, yaitu adanya tangga menuju langit di Puncak Pesagi, serta adanya tujuh sumur keramat yang tak terlihat.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Pesagi tersedia melalui Jalur Desa Bahway, Jalur Dusun Ramuan, serta Jalur Desa Hujung Simpang Luas. Jalur Desa Bahway adalah yang paling populer dan dipilih sebagai jalur utama pendakian. Jalur ini dikenal sebagai “Jalur patah hati”, orang-orang menyebut demikian karena treknya yang membuat para pendaki seperti patah hati.

Terdapat juga lokasi bernama “Batu Masjid” yaitu batu-batu yang terletak berjajar seperti shaf dalam masjid. Ada juga Jalur Penyambung, yakni jalur berupa tatanan batu bertingkat yang merekat dalam tanah dan membentuk seperti tebing.

PUNCAK
Puncak Gunung Pesagi ditandai oleh tugu yang sudah ada sejak jaman penjajahan. Berada di puncak Gunung Pesagi, akan terlihat pemandangan Lampung Barat, Danau Ranau, dan juga sebagian OKU Selatan. Pendakian gunung Pesagi umumnya selesai dalam sehari.

Nama lain : Gunung Persegi, Tangga Langit
Elevasi : 2.389 mdpl
Lokasi : Lampung
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Lampung Barat
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Provinsi Lampung
Jalur pendakian : Desa Bahway, Dusun Ramuan, dan Desa Hujung Simpang Luas
Tempat Ikonik : Batu Masjid
Puncak : Puncak Pesagi
Lama pendakian : 6-8 jam
Koordinat : 4°56’14.6″S 104°08’42.6″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Pesawaran (Ratai) & Gunung Tanggamus

Maps

GUNUNG DAUN (2.467 MDPL)

Gambar Gunung Daun Bengkulu
c:@megihardiansh0128

GUNUNG DAUN (2.467 MDPL)
Di Provinsi Bengkulu

Gunung Daun atau juga disebut Bukit Daun, adalah sebuah gunung api stratovocano tipe B. Secara administratif Gunung Daun terletak di kawasan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dan berada dalam satu kawasan dengan Gunung Kaba. Namun kedua gunung ini lokasinya tidak begitu berdekatan.

Gunung Daun memiliki ketinggian 2.467 mdpl dan masuk dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Daun. Berkebalikan dengan Gunung Kaba, Gunung Daun tidak dijadikan sebagai objek wisata alam, namun menjadi tempat pemanfaatan panas bumi oleh perusahaan negara, PT. Pertamina Geothermal. Perusahaan ini membuka kawasan seluas 90 hektar di kawasan Gunung Daun sebagai lokasi pemanfaatan panas bumi.

Secara elevasi, Gunung Daun lebih tinggi ketimbang Gunung Kaba. Oleh sebab itu Gunung Daun lebih cocok untuk pendakian ketimbang wisata.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Daun yakni melalui Jalur Desa Sentral Baru, di Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Start pendakian dimulai dengan titik point pada PT. Agrotea di ketinggian 600 mdpl.

Pendakian akan melewati perkebunan teh, kemudian memasuki kawasan hutan dengan trek menanjak. Area camping yang cukup luas tersedia pada ketinggian 1.000 mdpl.

Kaki Gunung Daun terdapat telaga yang cukup terkenal yakni Telaga Tujuh Warna, dan Telaga Gadang. Pendakian hingga mencapai puncak rata-rata sekitar 7-8 jam.

PUNCAK
Puncak Gunung Daun adalah sebuah kaldera kawah seluas 600 meter yang berisi air dan bisa dikatakan puncaknya adalah danau kaldera yang luas.

Jika dilihat dari spesifikasinya, Gunung Daun sangat cocok untuk pendakian. Selain objek alam yang indah, trek yang ada juga level menengah, sehingga pendaki awam maupun yang expert bisa mendakinya. Namun kenyataannya berkebalikan, jarang ada pendakian di gunung ini. Hal tersebut mungkin disebabkan kecenderungan masyarakat untuk lebih mengunjungi wisata yang lebih mudah seperti Bukit Kaba, ataupun Telaga Tujuh Warna yang juga berada di kaki Gunung Daun, ketimbang mendaki sampai puncaknya.

Nama lain : Bukit Daun
Elevasi : 2.467 mdpl
Lokasi : Bengkulu
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Hutan Lindung Bukit Daun
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Sentral Baru
Tempat Ikonik : Telaga Tujuh Warna
Puncak : Puncak Daun
Lama pendakian : 8 jam
Koordinat : 3°23’30.7″S 102°20’37.1″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Patah & Gunung Kaba

Maps