GUNUNG COLO (507 MDPL)

GUNUNG COLO (507 MDPL)

GUNUNG COLO (507 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Tengah

Gunung Colo adalah sebuah gunung api aktif yang terletak di Pulau Una-Una. Secara administratif, Gunung Colo masuk dalam kawasan Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. Gunung ini tercatat meletus terakhir kali pada tahun 1983. Gunung Api Colo terletak terpisah dengan kelompok gunung api lainnya di Sulawesi Tengah. Letaknya cenderung mendekati Sulawesi Utara, atau tepatnya berada di Teluk Tomini.

Nama “Colo” memiliki arti “korek api”. Hal ini berkaitan dengan kondisi gunung yang masih aktif dan juga memiliki kawah aktif di puncaknya.

PENDAKIAN

Pendakian Gunung Colo memakan waktu 2-3 jam saja untuk mencapai puncak.

PUNCAK

Puncak Colo berupa kawah yang masih aktif dan mengepulkan asap. Ada lapangan solfatara yang datar dan cukup luas dan masih mengepulkan asap juga.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Gunung Ambu, Gunung Una-Una
Elevasi : 507 mdpl
Lokasi : Provinsi Sulawesi Tengah
Jenis : Volcano Tipe A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Una-Una
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Resort Una-Una
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Colo
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 0°10’36.9″S 121°35’58.7″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Sojol

Maps

GUNUNG KIE BESI (P. MAKIAN) (1.357 MDPL)

GUNUNG KIE BESI (P. MAKIAN) (1.357 MDPL)

GUNUNG KIE BESI (P. MAKIAN) (1.357 MDPL)
Di Provinsi Maluku Utara

Gunung Kie Besi merupakan gunung strato aktif tipe A yang terletak di Pulau Makian. Tercatat pada tahun 1975 terjadi aktivitas vulkanik dan memaksa evakuasi besar-besaran penduduk di Pulau Makian menuju wilayah terdekat, yakni Kao (Halmahera Utara). Selain itu, tercatat pula pada tahun 1760, 1861, dan juga 1988, Gunung Kie Besi terjadi erupsi. Pulau Makian sendiri adalah sebuah pulau kecil yang berpenduduk dan secara administratif masuk dalam kawasan Halmahera Selatan. Berdasarkan sensus penduduk di tahun 2010, jumlah penduduk di Pulau Makian adalah 12.394 jiwa. Letusan Kie Besi yang telah terjadi memakan korban jiwa total mencapai 5000 jiwa.

PENDAKIAN

Pendakian Gunung Wurlali bisa dilakukan melalui Desa Gitang. Pendakian hingga mencapai puncak memakan waktu 4-6 jam.

PUNCAK

Terdapat kaldera yang cukup besar di Puncak Kie Besi, dan terlihat kubah lava di tengahnya. Titik tertinggi Gunung Kie Besi sendiri adalah pinggiran tebing keldera.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Pulau Makian, Gunung Makian, Gunung Wakiong, Mailoa
Elevasi : 1.357 mdpl
Lokasi : Provinsi Maluku Utara
Jenis : Volcano Tipe A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Halmahera Selatan
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Gitang
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Kie Besi
Lama pendakian : 4-6 jam
Koordinat : 0°19’00.6″N 127°23’34.1″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Kie Matubu & Gunung Gamalama

Maps

GUNUNG API BANDA (640 MDPL)

GUNUNG API BANDA (640 MDPL)

GUNUNG API BANDA (640 MDPL)
Di Provinsi Maluku

Gunung Api Banda adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Banda, Provinsi Maluku. Secara administratif, gunung ini masuk dalam kawasan Kabupaten Maluku Tengah. Berbeda dengan beberapa pulau vulkanik lain yang terletak di tengah Laut Banda dan terisolir, Gunung Api Banda justru dihuni beberapa penduduk, dan lokasinya berdekatan dengan pulau-pulau lain yang juga berpenghuni.

Gunung Api Banda berdiri di tengah Pulau Naira. Pulau Naira sendiri berdekatan dengan pulau-pulau lain yang masuk dalam kawasan Kepulauan Banda. Gunung Api Banda memiliki ketinggian 640 mdpl dan terdapat kawah di puncaknya. Gunung api ini tercatat memiliki aktivitas vulkanik dari 1586 hingga 1988. Jejak-jejak letusan bisa dilihat dari lahan-lahan di kaki gunung yang berpasir karena merupakan muntahan lava.

Kawasan Gunung Api Banda dijadikan kawasan konservasi berupa Taman Wisata Alam. Terdapat 23 spesies burung yang sebagian besar adalah endemik Kepulauan Banda. Selain itu terdapat pula situs sejarah berupa Benteng Belanda bernama Fort Nassau yang dibangun pada tahun 1617 dan juga Fort Belgica yang dibangun pada 1611. Keduanya terletak di Pulau Banda.

PENDAKIAN

Secara umum untuk mendaki Gunung Api Banda tidaklah sulit. Karena sudah ada akses landasan udara yang bernama Banda Naira (Pulau Banda) dan cukup terkenal. Sehingga kita tidak perlu berlayar menggunakan kapal. Perjalanan dari Banda Naira hanya dibutuhkan 5 menit untuk menyeberang ke Pulau Vulkanik Api Banda. Start pendakian bisa dimulai dari Pos Pengamatan yang terletak di Desa Dwi Warna. Pendakian untuk mencapai puncak yang berupa kawah adalah sekitar 2 jam saja.

PUNCAK

Puncak Gunung Api Banda berupa lahan yang terbuka. Terlihat sejauh mata memandang adalah Lautan Banda dan pulau-pulau kecil yang jaraknya tidak jauh dari Gunung Api Banda.

Ada yang beranggapan bahwa pada zaman purbakala, wilayah Kepulauan Banda adalah sebuah daratan luas yang berdiri di atasnya sebuah gunung super raksasa. Kemudian gunung itu meletus dan menghancurkan seluruh permukaannya dan tersisa beberapa kepingan-kepingan yang sekarang menjadi sebuah pulau-pulau kecil. Pulau-pulau tersebut yakni Pulau Run, Pulau Ai, Pulau Rozengain, Pulau Fatu Rozengain, Pulau Sewangi, Pulau Banda dan juga Naira. Jika anggapan itu benar, maka bisa dikatakan bahwa kawasan Kepulauan Banda adalah kaldera terbesar di dunia karena mencakup lautan dan pulau-pulau kecil di dalamnya.

Spekulasi akan sebuah kaldera raksasa tersebut muncul karena ditemukan struktur batuan yang mirip di antara pulau-pulau di Kepulauan Banda. Temuan tersebut mengarahkan pada kemungkinan satu kesatuan area yang kemudian terpecah dan menjadi pulau-pulau yang sudah disebutkan sebelumnya.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Pulau Naira, Etna van Indonesie
Elevasi : 640 mdpl
Lokasi : Maluku
Jenis : Strato A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Banda Naira
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Dwi Warna
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Banda
Lama pendakian : 2 jam
Koordinat : 4°31’23.3″S 129°52’51.0″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Api Manuk & Gunung Api Wetar

Maps

GUNUNG API MANUK (282 MDPL)

GUNUNG API MANUK (282 MDPL)

GUNUNG API MANUK (282 MDPL)
Di Provinsi Maluku

Gunung Api Manuk adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Banda, Provinsi Maluku. Pulau ini terisolasi dari pulau-pulau lain. Nelayan di Laut Banda sering melewatinya, namun tidak singgah, karena tidak ada bibir pantai untuk singgah. Kata “Manuk” artinya adalah “Burung”. Alasannya, karena banyak sekali terdapat burung-burung yang mendiami pulau ini, dikarenakan memang hanya Pulau Manuk inilah sebagai daratan di tengah lautan. Jika kita melewati pulau ini, maka akan terlihat ribuan burung dan juga tikus yang hidup di kawasan Pulau Manuk.

Gunung Api Manuk atau Pulau Manuk ini memiliki ketinggian 282 mdpl. Meski elevasinya rendah, namun jika dihitung dari dasar laut maka ketinggiannya mencapai 3.000 mdpl.

PENDAKIAN

Pendakian Gunung Api Manuk ini sangat sulit. Selain aksesnya yang diharuskan berlayar menggunakan kapal ke tengah lautan, untuk masuk ke bibir pulau juga sulit. Namun secara matematis tetap bisa untuk didaki. Catatan pendakian menyatakan bahwa Gunung Api Manuk hanya bisa didaki mencapai ketinggian 50 mdpl saja. Hal tersebut disebabkan adanya dinding gunung yang tidak bisa didaki. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada jalur lain yang bisa dilalui. Puncak Gunung Api Manuk terdapat sebuah kawah namun belum bisa terjamah.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Pulau Manuk, Gunung Manuk
Elevasi : 282 mdpl
Lokasi : Maluku
Jenis : Strato A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Maluku
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Kaki gunung
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Manuk
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 5°32’37.3″S 130°18’17.1″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Api Wetar & Gunung Api Banda

Maps

GUNUNG TEON-NILA-SERUA (TNS)

GUNUNG TEON-NILA-SERUA (TNS)

GUNUNG TEON-NILA-SERUA (TNS)
Di Provinsi Maluku

TNS adalah kependekan dari jajaran pulau vulkanik bernama Pulau Teon, Pulau Nila, dan Pulau Serua. Ketiganya masuk dalam kawasan Provinsi Maluku. Terjadi perpindahan penduduk dari tahun 1978 hingga 1981 menuju pulau-pulau terdekat, salah satunya yakni Pulau Seram. Perpindahan penduduk tersebut secara berangsur-angsur menghilangkan kebudayaan di ketiga pulau tersebut.

GUNUNG SERAWERNA (PULAU TEON)

Gunung Serawerna adalah nama gunung di Pulau Teon. Nama lainnya yakni Teun, Teuun, dan Tean. Gunung Serawerna memiliki ketinggian 655 mdpl saja. Gunung ini adalah gunung api aktif. Tercatat letusan terakhirnya adalah pada tahun 1904. Kawasan Gunung Serawerna didominasi oleh pepohonan kelapa. Pendakian Gunung Serawerna bisa dimulai dari Kampung Mesa.
Koordinat : 6°58’30.6″S 129°08’33.0″E

Maps

GUNUNG LAWARKAWRA (PULAU NILA)

Gunung Lawarkawra berada di Pulau Nila. Posisi pulau tersebut berada di timur laut Pulau Teun. Gunung ini juga merupakan gunung api, namun keaktifannya masih kecil. Tercatat sudah sejak abad ke-16 kawasan Pulau Nila telah dieksplor oleh penjajah VOC. Nama lain Gunung Lawarkawra dalah Gunung Lina, dan Gunung Kokon.
Koordinat : 6°44’31.2″S 129°30’52.0″E

Maps

GUNUNG WUARLAPNA (PULAU SERUA)

Gunung Wuarlapna adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Banda atau sering disebut juga sebagai Pulau Serua. Pulau vulkanik tersebut merupakan gunung api yang aktif dan memiliki catatan vulkanik yang panjang yakni sejak 1683 hingga 1921. Gunung Wuarlapna memiliki elevasi 641 mdpl, namun jika diukur dari dasar laut ketinggiannya mencapai 3.600 meter. Pulau Serua atau Gunung Wuarlapna sendiri tidak berpenghuni. Beberapa penduduk ada yang mendiami di pulau tersebut, namun hanya untuk berladang. Dahulu terdapat beberapa penduduk yang bermukim di pulau vulkanik tersebut, namun karena pertimbangan keselamatan, maka semuanya telah berpindah ke Pulau Banda dan juga Pulau Seram. Secara umum, pendakian Gunung Wuarlapna adalah sulit. Akses menuju gunung itu sendiri sangat sulit karena terletak di tengah lautan dan terisolir dari pulau lain. Titik start pendakian bisa dimulai melalui Kampung Lesluru, salah satu nama perkampungan di kaki gunung. Terdapat kawah yang masih aktif dan tandus di puncak Gunung Wuarlapna. Nama lain Gunung Wuarlapna adalah Gunung Legatala, Pulau Serua, Sorek.
Koordinat : 6°18’43.3″S 130°00’56.4″E

Maps