Tag Archives: Pulau Vulkanik

GUNUNG KIE BESI (P. MAKIAN) (1.357 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Kie Besi
c: @koces_rj

GUNUNG KIE BESI (P. MAKIAN) (1.357 MDPL)
Di Provinsi Maluku Utara

Gunung Kie Besi merupakan gunung strato aktif tipe A yang terletak di Pulau Makian. Tercatat pada tahun 1975 terjadi aktivitas vulkanik dan memaksa evakuasi besar-besaran penduduk di Pulau Makian menuju wilayah terdekat, yakni Kao (Halmahera Utara). Selain itu, tercatat pula pada tahun 1760, 1861, dan juga 1988, Gunung Kie Besi terjadi erupsi. Pulau Makian sendiri adalah sebuah pulau kecil yang berpenduduk dan secara administratif masuk dalam kawasan Halmahera Selatan. Berdasarkan sensus penduduk di tahun 2010, jumlah penduduk di Pulau Makian adalah 12.394 jiwa. Letusan Kie Besi yang telah terjadi memakan korban jiwa total mencapai 5000 jiwa.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Wurlali bisa dilakukan melalui Desa Gitang. Pendakian hingga mencapai puncak memakan waktu 4-6 jam.

PUNCAK
Terdapat kaldera yang cukup besar di Puncak Kie Besi, dan terlihat kubah lava di tengahnya. Titik tertinggi Gunung Kie Besi sendiri adalah pinggiran tebing keldera.

Nama lain : Pulau Makian, Gunung Makian, Gunung Wakiong, Mailoa
Elevasi : 1.357 mdpl
Lokasi : Provinsi Maluku Utara
Jenis : Volcano Tipe A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Halmahera Selatan
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Gitang
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Kie Besi
Lama pendakian : 4-6 jam
Koordinat : 0°19’00.6″N 127°23’34.1″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Kie Matubu & Gunung Gamalama

Maps

GUNUNG API BANDA (640 MDPL)

GUNUNG API BANDA NEIRA

GUNUNG API BANDA (640 MDPL)
Di Provinsi Maluku

Gunung Api Banda adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Banda, Provinsi Maluku. Secara administratif, gunung ini masuk dalam kawasan Kabupaten Maluku Tengah. Berbeda dengan beberapa pulau vulkanik lain yang terletak di tengah Laut Banda dan terisolir, Gunung Api Banda justru dihuni beberapa penduduk, dan lokasinya berdekatan dengan pulau-pulau lain yang juga berpenghuni.

Gunung Api Banda berdiri di tengah Pulau Naira. Pulau Naira sendiri berdekatan dengan pulau-pulau lain yang masuk dalam kawasan Kepulauan Banda. Gunung Api Banda memiliki ketinggian 640 mdpl dan terdapat kawah di puncaknya. Gunung api ini tercatat memiliki aktivitas vulkanik dari 1586 hingga 1988. Jejak-jejak letusan bisa dilihat dari lahan-lahan di kaki gunung yang berpasir karena merupakan muntahan lava.

Kawasan Gunung Api Banda dijadikan kawasan konservasi berupa Taman Wisata Alam. Terdapat 23 spesies burung yang sebagian besar adalah endemik Kepulauan Banda. Selain itu terdapat pula situs sejarah berupa Benteng Belanda bernama Fort Nassau yang dibangun pada tahun 1617 dan juga Fort Belgica yang dibangun pada 1611. Keduanya terletak di Pulau Banda.

PENDAKIAN
Secara umum untuk mendaki Gunung Api Banda tidaklah sulit. Karena sudah ada akses landasan udara yang bernama Banda Naira (Pulau Banda) dan cukup terkenal. Sehingga kita tidak perlu berlayar menggunakan kapal. Perjalanan dari Banda Naira hanya dibutuhkan 5 menit untuk menyeberang ke Pulau Vulkanik Api Banda. Start pendakian bisa dimulai dari Pos Pengamatan yang terletak di Desa Dwi Warna. Pendakian untuk mencapai puncak yang berupa kawah adalah sekitar 2 jam saja.

PUNCAK
Puncak Gunung Api Banda berupa lahan yang terbuka. Terlihat sejauh mata memandang adalah Lautan Banda dan pulau-pulau kecil yang jaraknya tidak jauh dari Gunung Api Banda.
Ada yang beranggapan bahwa pada zaman purbakala, wilayah Kepulauan Banda adalah sebuah daratan luas yang berdiri di atasnya sebuah gunung super raksasa. Kemudian gunung itu meletus dan menghancurkan seluruh permukaannya dan tersisa beberapa kepingan-kepingan yang sekarang menjadi sebuah pulau-pulau kecil. Pulau-pulau tersebut yakni Pulau Run, Pulau Ai, Pulau Rozengain, Pulau Fatu Rozengain, Pulau Sewangi, Pulau Banda dan juga Naira. Jika anggapan itu benar, maka bisa dikatakan bahwa kawasan Kepulauan Banda adalah kaldera terbesar di dunia karena mencakup lautan dan pulau-pulau kecil di dalamnya.

Spekulasi akan sebuah kaldera raksasa tersebut muncul karena ditemukan struktur batuan yang mirip di antara pulau-pulau di Kepulauan Banda. Temuan tersebut mengarahkan pada kemungkinan satu kesatuan area yang kemudian terpecah dan menjadi pulau-pulau yang sudah disebutkan sebelumnya.

Nama lain : Pulau Naira, Etna van Indonesie
Elevasi : 640 mdpl
Lokasi : Maluku
Jenis : Strato A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Banda Naira
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Dwi Warna
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Banda
Lama pendakian : 2 jam
Koordinat : 4°31’23.3″S 129°52’51.0″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Api Manuk & Gunung Api Wetar

Maps

GUNUNG API MANUK (282 MDPL)

Gunung Api Manuk

GUNUNG API MANUK (282 MDPL)
Di Provinsi Maluku

Gunung Api Manuk adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Banda, Provinsi Maluku. Pulau ini terisolasi dari pulau-pulau lain. Nelayan di Laut Banda sering melewatinya, namun tidak singgah, karena tidak ada bibir pantai untuk singgah. Kata “Manuk” artinya adalah “Burung”. Alasannya, karena banyak sekali terdapat burung-burung yang mendiami pulau ini, dikarenakan memang hanya Pulau Manuk inilah sebagai daratan di tengah lautan. Jika kita melewati pulau ini, maka akan terlihat ribuan burung dan juga tikus yang hidup di kawasan Pulau Manuk.

Gunung Api Manuk atau Pulau Manuk ini memiliki ketinggian 282 mdpl. Meski elevasinya rendah, namun jika dihitung dari dasar laut maka ketinggiannya mencapai 3.000 mdpl.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Api Manuk ini sangat sulit. Selain aksesnya yang diharuskan berlayar menggunakan kapal ke tengah lautan, untuk masuk ke bibir pulau juga sulit. Namun secara matematis tetap bisa untuk didaki. Catatan pendakian menyatakan bahwa Gunung Api Manuk hanya bisa didaki mencapai ketinggian 50 mdpl saja. Hal tersebut disebabkan adanya dinding gunung yang tidak bisa didaki. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan ada jalur lain yang bisa dilalui. Puncak Gunung Api Manuk terdapat sebuah kawah namun belum bisa terjamah.

Nama lain : Pulau Manuk, Gunung Manuk
Elevasi : 282 mdpl
Lokasi : Maluku
Jenis : Strato A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Maluku
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Kaki gunung
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Manuk
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 5°32’37.3″S 130°18’17.1″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Api Wetar & Gunung Api Banda

Maps

GUNUNG TEON-NILA-SERUA (TNS)

GUNUNG TEON-NILA-SERUA (TNS)
Di Provinsi Maluku

TNS adalah kependekan dari jajaran pulau vulkanik bernama Pulau Teon, Pulau Nila, dan Pulau Serua. Ketiganya masuk dalam kawasan Provinsi Maluku. Terjadi perpindahan penduduk dari tahun 1978 hingga 1981 menuju pulau-pulau terdekat, salah satunya yakni Pulau Seram. Perpindahan penduduk tersebut secara berangsur-angsur menghilangkan kebudayaan di ketiga pulau tersebut.

GUNUNG SERAWERNA (PULAU TEON)
Gunung Serawerna adalah nama gunung di Pulau Teon. Nama lainnya yakni Teun, Teuun, dan Tean. Gunung Serawerna memiliki ketinggian 655 mdpl saja. Gunung ini adalah gunung api aktif. Tercatat letusan terakhirnya adalah pada tahun 1904. Kawasan Gunung Serawerna didominasi oleh pepohonan kelapa. Pendakian Gunung Serawerna bisa dimulai dari Kampung Mesa.
Koordinat : 6°58’30.6″S 129°08’33.0″E
Maps

GUNUNG LAWARKAWRA (PULAU NILA)
Gunung Lawarkawra berada di Pulau Nila. Posisi pulau tersebut berada di timur laut Pulau Teun. Gunung ini juga merupakan gunung api, namun keaktifannya masih kecil. Tercatat sudah sejak abad ke-16 kawasan Pulau Nila telah dieksplor oleh penjajah VOC. Nama lain Gunung Lawarkawra dalah Gunung Lina, dan Gunung Kokon.
Koordinat : 6°44’31.2″S 129°30’52.0″E
Maps

GUNUNG WUARLAPNA (PULAU SERUA)
Gunung Wuarlapna adalah sebuah pulau vulkanik yang terletak di Laut Banda atau sering disebut juga sebagai Pulau Serua. Pulau vulkanik tersebut merupakan gunung api yang aktif dan memiliki catatan vulkanik yang panjang yakni sejak 1683 hingga 1921. Gunung Wuarlapna memiliki elevasi 641 mdpl, namun jika diukur dari dasar laut ketinggiannya mencapai 3.600 meter. Pulau Serua atau Gunung Wuarlapna sendiri tidak berpenghuni. Beberapa penduduk ada yang mendiami di pulau tersebut, namun hanya untuk berladang. Dahulu terdapat beberapa penduduk yang bermukim di pulau vulkanik tersebut, namun karena pertimbangan keselamatan, maka semuanya telah berpindah ke Pulau Banda dan juga Pulau Seram. Secara umum, pendakian Gunung Wuarlapna adalah sulit. Akses menuju gunung itu sendiri sangat sulit karena terletak di tengah lautan dan terisolir dari pulau lain. Titik start pendakian bisa dimulai melalui Kampung Lesluru, salah satu nama perkampungan di kaki gunung. Terdapat kawah yang masih aktif dan tandus di puncak Gunung Wuarlapna. Nama lain Gunung Wuarlapna adalah Gunung Legatala, Pulau Serua, Sorek.
Koordinat : 6°18’43.3″S 130°00’56.4″E
Maps

GUNUNG API WETAR (282 MDPL)

GUNUNG API WETAR min
c: diveindonesia.wordpress.com

GUNUNG API WETAR (282 MDPL)
Di Provinsi Maluku

Gunung Api Wetar merupakan sebuah gunung api sebesar pulau. Gunung ini disebut juga dengan Pulau Wetar. Lokasinya terletak di Laut Banda, dan masuk dalam kawasan Provinsi Maluku.

Gunung Api Wetar terisolasi dari pulau-pulau lain dan berada di tengah lautan. Ketinggiannya hanya 282 mdpl (dihitung dari atas permukaan laut). Meski hanya setinggi 282 mdpl, namun jika ditelusuri lebih dalam, masuk ke dalam laut hingga bagian paling dasar, maka Gunung ini memiliki total ketinggian mencapai 5.000 meter. Jika demikian, maka diduga Gunung Api Wetar merupakan gunung api tertinggi di Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, Gunung Api Wetar pernah meletus pada 1512 dan 1699. Terdapat kawah yang masih terlihat adanya aktivitas vulkanik di puncak bagian barat. Bagian tersebut terkoyak hingga punggung bagian barat.

PENDAKIAN
Secara umum, belum ada catatan pendakian hingga mencapai puncak. Namun kita bisa mencapai punggungan gunung melalui sisi bagian belakang. Kondisi punggungan belakang gunung ini masih lebat dengan pepohonan dan banyak terdapat burung-burung laut. Banyaknya burung yang terdapat di pulau ini dikarenakan memang hanya pulau vulkanik Wetar inilah yang bisa dihinggapi burung-burung tersebut di tengah laut.

Nama lain : Pulau Api Wetar
Elevasi : 282 mdpl
Lokasi : Maluku
Jenis : Strato A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Maluku
Keistimewaan : Gunung api dengan ketinggian 5.000 meter
Jalur pendakian : Kaki gunung
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Api
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 6°38’07.0″S 126°39’37.9″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Api Banda & Gunung Api Manuk

Maps

GUNUNG GAMALAMA (P. TERNATE) (1.715 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Gamalama
c: @arfandyag

GUNUNG GAMALAMA (P. TERNATE) (1.715 MDPL)
Di Provinsi Maluku Utara

Gunung Gamalama adalah gunung api aktif yang terletak di Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara. Gunung ini mengisi hampir seluruh bagian pulau, oleh sebab itulah Gunung Gamalama disebut juga sebagai Pulau Vulkanik. Gunung Gamalama memiliki ketinggian 1.715 mdpl dan tercatat sudah aktif sejak tahun 1538. Hingga tahun 2003, gunung ini sudah meletus sebanyak 60 kali. Letusan terbesar pernah tercatat yakni pada tahun 1775. Berlanjut dari 2009 sampai 2012, Gunung Gamalama masih menunjukkan aktivitas vulkanik.

Pulau Ternate, tempat tumbuhnya Gunung Gamalama, adalah pulau yang cukup padat akan penduduk. Masyarakat yang tinggal di Pulau Ternate mencapai 185.000 orang. Pulau Ternate pun bukan merupakan pulau terpencil atau pun terisolir, bahkan perkembangan teknologi dan pembangunan cukup baik di sana. Padatnya penduduk di Pulau Ternate tidak serta merta dalam kesejahteraan, mereka selalu diliputi keresahan jika Gunung Gamalama sewaktu-waktu mengalami peningkatan aktivitas. Masyarakat Ternate memiliki sebuah tradisi yang dibalut pesta rakyat bernama “Kolili Kie”. Tradisi tersebut yakni berupa ritual mengitari Gunung Gamalama dengan harapan Gunung Gamalama tidak meletus.

Puncak Gunung Gamalama diyakini sebagai tempat suci dimana bersemayam para imam-imam dan raja dari Kesultanan Ternate. Ada makam-makam yang tersebar di puncak Gunung Gamalama yang disebut “Jere”. Makam tersebut bukanlah seperti makam pada umumnya, yakni sebuah batu-batu yang diyakini oleh masyarakat Ternate sebagai makam suci. Menurut masyarakat setempat batu atau makam tersebut tumbuh sendiri. Batu dengan warna putih menandakan itu adalah makam yang muncul sejak lama. Sedangkan batu warna hitam menandakan itu adalah makam yang masih baru.

Kawasan Gunung Gamalama dipenuhi dengan pohon cengkeh dan pala serta hutan lebat yang mencapai ketinggian 1.500 mdpl. Pala dan cengkeh yang termasuk dalam kategori rempah-rempah menjadi komoditi utama bagi Pulau Ternate. Zaman penjajahan dahulu Pulau Ternate dikenal sebagai Pulau rempah-rempah. Wilayah Ternate juga didirikan benteng-benteng pusat penjajah Pertugis dan VOC. Ada banyak benteng-benteng Belanda yang ada di Ternate, salah satunya yang terbesar bernama “Benteng Oranje”.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Gamalama tersedia melalui Jalur Desa Moya, dan Jalur Desa Air Tege-Tege. Jalur Moya merupakan yang paling populer dan dibutuhkan waktu 4-5 jam untuk bisa sampai puncak.

PUNCAK
Puncak Gamalama berupa sebuah kaldera yang cukup besar. Namun umumnya pendaki hanya mencapai puncak pertama yaitu sebuah lapangan pasir tepat sebelum puncak utama. Puncak utama Gamalama sendiri adalah kepundan atau kubahan lava yang masih aktif sehingga berbahaya untuk didaki karena sewaktu-waktu bisa meletus dan bisa ada gas beracun yang terbawa angin dari dalam kaldera.

Berada di Puncak Gamalama kita bisa melihat pemandangan laut dan pulau-pulau di sekitarnya. Pulau terdekat dengan Pulau Ternate yaitu Pulau Maitara dan Pulau Tidore. Pemandangan kedua pulau tersebut diabadikan dalam uang kertas seribu rupiah.

Kaki Gunung Gamalama terdapat sebuah danau yang bernama Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil. Legenda yang berkembang di sekitar masyarakat menceritakan bahwa dulu terdapat sebuah desa yang sejahtera di kaki Gunung Gamalama, namun kemudian terjadi peristiwa seorang ayah menghamili anaknya sendiri, terjadilah murka alam yang merubah sebuah danau berukuran besar di tempat dimana si ayah berdiri, dan danau berukuran kecil di tempat dimana si anak berdiri. Danau itulah yang kini dinamakan Tolire Besar dan Tolire Kecil.

Nama lain : Gunung Ternate
Elevasi : 1.715 mdpl
Lokasi : Pulau Ternate, Provinsi Maluku Utara
Jenis : Stratovolcano Tipe A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Ternate
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Moya, dan Desa Air Tege-Tege
Tempat Ikonik : Danau Tolire Besar dan Danau Tolire Kecil
Puncak : Puncak Gamalama
Lama pendakian : 4-5 jam
Koordinat : 0°48’31.1″N 127°19’57.5″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Gamkonora & Gunung Taliabu

Maps