Tag Archives: Kerinchi

GUNUNG KERINCI (3.805 MDPL)

Puncak Gunung Kerinci Jambi
c: @mountainkerinci

GUNUNG KERINCI (3.805 MDPL)
Di Provinsi Jambi

Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 mdpl. Ini adalah ketinggian di atas rata-rata gunung di Indonesia dan masuk dalam kategori gunung sangat tinggi. Oleh karena itu Gunung Kerinci didapuk sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia, tentunya setelah Gunung Jaya Wijaya di bumi Papua.

Gunung Kerinci merupakan gunung berjenis stratovolcano tipe A, yakni gunung api yang masih aktif dan bentuknya kerucut menjulang tinggi. Selain menjadi tertinggi kedua se-Indonesia, Gunung Kerinci juga adalah gunung tertinggi pertama di Pulau Sumatera dan juga sebagai gunung api (volcano) tertinggi pertama di Indonesia. Karena Gunung Jaya diketahui bukanlah gunung api melainkan gunung batu (puncaknya diselimuti es).

Predikat-predikat super wow yang melekat pada Gunung Kerinci tersebut, menjadi alasan bagi pendaki Indonesia untuk wajib mendaki Gunung Kerinci.

Gunung Kerinci masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Secara administrative, Gunung Kerinci masuk dalam wilayah Provinsi Jambi, dan perbatasan Sumatera Barat. Namun, sebagian besar adalah masuk wilayah Jambi. Sedangkan kawasan konservasi TNKS sendiri mencakup 4 provinsi yakni Provinsi Jambi, Sumbar, Sumsel, serta Bengkulu.

Kaki Gunung Kerinci dikelilingi oleh ratusan hektar perkebunan the yang sangat luas, dan bahkan mendulang predikat sebagai perkebunan teh terluas di dunia. Gunung Kerinci juga terkenal dengan satwa endemiknya yakni Harimau Sumatera. Oleh sebab itu di kaki gunungnya, di salah satu pintu masuk jalur pendakian, terdapat patung Harimau.

Gunung Kerinci tercatat letusan terakhirnya yakni terjadi pada tahun 2009 yang lalu. Jika dilihat dari elevasi gunungnya, maka letusan Kerinci bisa sangat berbahaya, karena semakin besar gunung api maka letusannya bisa pula semakin besar.

Pendakain Gunung Kerinci pertama kalin yang tercatat adalah pada tahun 1877 yakni yang dilakukan oleh pendaki Belanda. Hal tersebut semakin menguatkan bukti bahwa Belanda menjajah Indonesia benar-benar ingin memanfaatkan kekayaan alam Nusantara. Banyak sekali bukti pendaki-pendaki Belanda di masa lampau yang mendaki gunung-gunung di Sumatera.

Hutan di Gunung Kerinci adalah populasi dari pepohonan Mahoni, Pohon Cemara, ada juga bunga khas Sumatera yakni Rafflesia arnoldi yang sangat langka dan merupakan bunga terbesar di dunia. Selain itu ada pula Bunga Suweg raksasa. Satwa-satwa yang terdapat di Gunung Kerinci antara lain adalah Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, beruang madu, macan tutul, siamang, monyet ekor panjang, serta burung-burung dengan lebih dari 300 spesies. Namun, di sini tidak tercatat adanya habitat Orangutan.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kerinci memiliki beberapa jalur yakni Jalur Kersik Tuo, dan juga Jalur Solok. Kersik Tuo adalah jalur utama dan yang paling populer. Sedangkan Jalur Solok tidak begitu dikenal dan jarang dilalui karena treknya yang susah dan ekstrim.

Kersik Tuo terletak di Kecamatan Kayu Aro. Start pendakian berada pada ketinggian 1.400 mdpl, sehingga jika dihitung-hitung maka pendakian menuju puncak adalah tinggal 2/3 dari ketinggian.

Start pendakian Kersik Tuo dimulai dari Pos R10 (nama pintu pos pendakian). Trek awal adalah perkebunan teh yang sangat luas, kemudian mulai masuk kawasan hutan dengan pepohonan yang rapat. Trek akan menanjak. Namun secara keseluruhan, trek jalur pendakian Kerinci tidak sulit karena jalurnya jelas, lebar, dan tidak liar.

Sebelum mencapai puncak, sekitar ketinggian 3.685 mdpl, kita akan menjumpai lokasi bernama Tugu Yudha. Lokasi tersebut adalah lokasi berdirinya sebuah tugu untuk memeringati seorang pendaki yang hilang dan tak pernah diketemukan.

PUNCAK
Setelah sampai di Puncak Kerinci, kita bisa melihat pemandangan Kota Jambi, Padang, Bengkulu, Danau Gunung Tujuh, Pegunungan Bukit Barisan, serta Laut Hindia. Pemandangan yang sangat komplet dilihat dari atap tertinggi Sumatera tersebut.

Puncak Kerinci terdapat sebuah kaldera yang cukup luas yakni berukuran sekitar 400×120 meter. Kaldera tersebut berisi air dan membentuk semacam rawa atau danau berwarna hijau. Danau tersebut bisa dikatakan sebagai danau tertinggi di Sumatera.

Gunung Kerinci juga memiliki mitos yang berkembang di tengah masyarakat, yakni mitos tentang adanya manusia pendek penghuni Gunung Kerinci. Para pendaki wajib datang ke Gunung Kerinci karena Gunung Kerinci merupakan salah satu yang paling banyak keistimewaannya.

Nama lain : Kerintji, Kurinci, Kerinchi, Korinci, Gunung Gadang, Puncak Indrapura
Elevasi : 3.805 mdpl
Lokasi : Jambi
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Keistimewaan :
• Gunung tertinggi kedua se-Indonesia
• Gunung api tertinggi pertama di Indonesia
• Gunung tertinggi pertama se-Sumatera
• Danau tertinggi di Sumatera
• Kebun teh terluas di dunia
Jalur pendakian : Jalur Kersik Tuo, dan Jalur Solok
Tempat Ikonik : Kebun teh Kerinci, Danau Kawah Kerinci
Puncak : Puncak Indrapura
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 1°41’48.8″S 101°15’52.0″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Kunyit & Gunung Masurai

Maps