Tag Archives: 3000 – 4000 MDPL

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)

Gambar Alun-Alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango
c:@ganazturi

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Gede-Pangrango adalah dua buah gunung yang menjadi satu kesatuan sebagai Taman Nasinal Gede Pangrango (TNGP). Gunung ini menjadi kawasan konservasi pada 1980 dan menjadi taman nasional pertama dan tertua di Indonesia. Puncak Gunung Gede adalah 2.958 mdpl, sedangkan puncak Gunung Pangrango adalah 3.019 mdpl. Kedua gunung ini menjadi yang tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat. Gunung Ceremai ada di posisi pertama. Gunung Gede-Pangrango sendiri terletak secara administratif di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Gunung Gede-Pangrango merupakan gunung stratovolcano tipe A. Letusan terakhir tercatat yakni pada tahun 1957. Pada Puncak Gede adalah berupa kawah yang masih aktif dan mengeluarkan asap belerang. Sedangkan Puncak Pangrango adalah lapangan kawah mati.

Pendakian pertama gunung ini adalah pada tahun 1819 oleh seorang Peneliti Belanda yang juga nantinya menjadi Pendiri Kebun Raya Bogor, C.G.C. Reinwardt. Kemudian pada tahun 1830 kawasan sekitar Gede Pangrango dijadikan Kebun Raya Cibodas.

PENDAKIAN
Karena merupakan kawasan konservasi, pendakian akan melalui vegetasi yang beraneka ragam dan berbeda dari gunung-gunung lainnya. Pendakian Gunung Gede Pangrango tidak semudah mendaki gunung lain. Pendakian Gede-Pangrango harus melalui izin (SIMAKSI) terlebih dahulu pada jauh-jauh hari. Selain itu untuk pendakian biasanya juga ditutup untuk beberapa bulan dalam setahun demi menjaga kelestarian.

Jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango ada tiga yakni Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana. Jalur Cibodas adalah jalur resminya. Melalui jalur ini kita bisa menjumpai beberapa spot wisata yang menjadi ikonik di Gede-Pangrango di antaranya yakni Telaga Biru (sebuah telaga dengan air berwarna biru jernih akibat ganggang di dalamnya), Air Terjun Cibeureum setinggi 50 meter, Air Panas di tebing curam, dan Kandang Badak (camping ground).

Trek di kaki gunung adalah berupa trek dengan pepohonan besar dan tinggi, suhu akan terasa dingin karena kerapatan vegetasi yang ada. Gunung Gede-Pangrango memiliki banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan. Spesies burung sendiri mencapai 251 jenis.

PUNCAK
Puncak Gede (2.958 mdpl) dan Puncak Pangrango (3.019 mdpl) dihubungkan oleh sebuah jalur bernama “Kandang Badak” di ketinggian 2.400 mdpl. Puncak Gede terdapat beberapa kawah yang bernama: Kawah Ratu, Kawah Wadon, Kawah Lanang, dan Kawah Baru. Tidak jauh dari bibir kawah Gunung Gede, terdapat sebuah lembah yang luas dan sangat indah yang dinamakan “Alun-Alun Suryakencana” di ketinggian 2.750 mdpl. Sedangkan Puncak Pangrango adalah sebuah kawasan kawah mati yang membentuk sebuah lapangan yang luas dan ditumbuhi tumbuhan perdu dan edelweis, lokasi ini dinamakan “Lembah Mandalawangi”. Lembah Mandalawangi adalah lokasi favorit seorang legenda pendaki Indonesia sekaligus aktivis pada masa orde lama yang meninggal secara tragis di puncak Gunung Semeru pada tahun 1969, Soe Hok Gie.

Nama lain : Gedeh, Ageung, atau Agung
Elevasi : 3.019 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP)
Keistimewaan : Gunung tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat
Jalur pendakian : Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana
Tempat Ikonik : Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, Kandang Badak, Alun-Alun Suryakencana, Lembah Mandalawangi
Puncak : Puncak Gede, Puncak Pangrango
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 6°47’23.2″S 106°58’58.9″E dan 6°46’10.7″S 106°57’50.6″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Tampomas & Gunung Parang

Maps Puncak Gede

Maps Puncak Pangrango

GUNUNG KERINCI (3.805 MDPL)

Puncak Gunung Kerinci Jambi
c: @mountainkerinci

GUNUNG KERINCI (3.805 MDPL)
Di Provinsi Jambi

Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 mdpl. Ini adalah ketinggian di atas rata-rata gunung di Indonesia dan masuk dalam kategori gunung sangat tinggi. Oleh karena itu Gunung Kerinci didapuk sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia, tentunya setelah Gunung Jaya Wijaya di bumi Papua.

Gunung Kerinci merupakan gunung berjenis stratovolcano tipe A, yakni gunung api yang masih aktif dan bentuknya kerucut menjulang tinggi. Selain menjadi tertinggi kedua se-Indonesia, Gunung Kerinci juga adalah gunung tertinggi pertama di Pulau Sumatera dan juga sebagai gunung api (volcano) tertinggi pertama di Indonesia. Karena Gunung Jaya diketahui bukanlah gunung api melainkan gunung batu (puncaknya diselimuti es).

Predikat-predikat super wow yang melekat pada Gunung Kerinci tersebut, menjadi alasan bagi pendaki Indonesia untuk wajib mendaki Gunung Kerinci.

Gunung Kerinci masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Secara administrative, Gunung Kerinci masuk dalam wilayah Provinsi Jambi, dan perbatasan Sumatera Barat. Namun, sebagian besar adalah masuk wilayah Jambi. Sedangkan kawasan konservasi TNKS sendiri mencakup 4 provinsi yakni Provinsi Jambi, Sumbar, Sumsel, serta Bengkulu.

Kaki Gunung Kerinci dikelilingi oleh ratusan hektar perkebunan the yang sangat luas, dan bahkan mendulang predikat sebagai perkebunan teh terluas di dunia. Gunung Kerinci juga terkenal dengan satwa endemiknya yakni Harimau Sumatera. Oleh sebab itu di kaki gunungnya, di salah satu pintu masuk jalur pendakian, terdapat patung Harimau.

Gunung Kerinci tercatat letusan terakhirnya yakni terjadi pada tahun 2009 yang lalu. Jika dilihat dari elevasi gunungnya, maka letusan Kerinci bisa sangat berbahaya, karena semakin besar gunung api maka letusannya bisa pula semakin besar.

Pendakain Gunung Kerinci pertama kalin yang tercatat adalah pada tahun 1877 yakni yang dilakukan oleh pendaki Belanda. Hal tersebut semakin menguatkan bukti bahwa Belanda menjajah Indonesia benar-benar ingin memanfaatkan kekayaan alam Nusantara. Banyak sekali bukti pendaki-pendaki Belanda di masa lampau yang mendaki gunung-gunung di Sumatera.

Hutan di Gunung Kerinci adalah populasi dari pepohonan Mahoni, Pohon Cemara, ada juga bunga khas Sumatera yakni Rafflesia arnoldi yang sangat langka dan merupakan bunga terbesar di dunia. Selain itu ada pula Bunga Suweg raksasa. Satwa-satwa yang terdapat di Gunung Kerinci antara lain adalah Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, beruang madu, macan tutul, siamang, monyet ekor panjang, serta burung-burung dengan lebih dari 300 spesies. Namun, di sini tidak tercatat adanya habitat Orangutan.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kerinci memiliki beberapa jalur yakni Jalur Kersik Tuo, dan juga Jalur Solok. Kersik Tuo adalah jalur utama dan yang paling populer. Sedangkan Jalur Solok tidak begitu dikenal dan jarang dilalui karena treknya yang susah dan ekstrim.

Kersik Tuo terletak di Kecamatan Kayu Aro. Start pendakian berada pada ketinggian 1.400 mdpl, sehingga jika dihitung-hitung maka pendakian menuju puncak adalah tinggal 2/3 dari ketinggian.

Start pendakian Kersik Tuo dimulai dari Pos R10 (nama pintu pos pendakian). Trek awal adalah perkebunan teh yang sangat luas, kemudian mulai masuk kawasan hutan dengan pepohonan yang rapat. Trek akan menanjak. Namun secara keseluruhan, trek jalur pendakian Kerinci tidak sulit karena jalurnya jelas, lebar, dan tidak liar.

Sebelum mencapai puncak, sekitar ketinggian 3.685 mdpl, kita akan menjumpai lokasi bernama Tugu Yudha. Lokasi tersebut adalah lokasi berdirinya sebuah tugu untuk memeringati seorang pendaki yang hilang dan tak pernah diketemukan.

PUNCAK
Setelah sampai di Puncak Kerinci, kita bisa melihat pemandangan Kota Jambi, Padang, Bengkulu, Danau Gunung Tujuh, Pegunungan Bukit Barisan, serta Laut Hindia. Pemandangan yang sangat komplet dilihat dari atap tertinggi Sumatera tersebut.

Puncak Kerinci terdapat sebuah kaldera yang cukup luas yakni berukuran sekitar 400×120 meter. Kaldera tersebut berisi air dan membentuk semacam rawa atau danau berwarna hijau. Danau tersebut bisa dikatakan sebagai danau tertinggi di Sumatera.

Gunung Kerinci juga memiliki mitos yang berkembang di tengah masyarakat, yakni mitos tentang adanya manusia pendek penghuni Gunung Kerinci. Para pendaki wajib datang ke Gunung Kerinci karena Gunung Kerinci merupakan salah satu yang paling banyak keistimewaannya.

Nama lain : Kerintji, Kurinci, Kerinchi, Korinci, Gunung Gadang, Puncak Indrapura
Elevasi : 3.805 mdpl
Lokasi : Jambi
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Keistimewaan :
• Gunung tertinggi kedua se-Indonesia
• Gunung api tertinggi pertama di Indonesia
• Gunung tertinggi pertama se-Sumatera
• Danau tertinggi di Sumatera
• Kebun teh terluas di dunia
Jalur pendakian : Jalur Kersik Tuo, dan Jalur Solok
Tempat Ikonik : Kebun teh Kerinci, Danau Kawah Kerinci
Puncak : Puncak Indrapura
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 1°41’48.8″S 101°15’52.0″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Kunyit & Gunung Masurai

Maps

GUNUNG DEMPO (3.159 MDPL)

Puncak Gunung Dempo Sumatera Selatan
c: @agus_mahameru24

GUNUNG DEMPO (3.159 MDPL)
Di Provinsi Sumatera Selatan

Gunung Dempo merupakan gunung berjenis stratovolcano tipe A. Gunung ini juga dijuluki dengan singkatan GAD atau “Gunung Api Dempo”. Gunung Dempo terletak di Kota Pagar Alam, Sumatra Selatan (Sumsel). Kota Pagar Alam terkenal dengan hasil perkebunanya yakni berupa teh hitam. Produk teh inilah salah satu hasil perkebunan di kaki Gunung Dempo.

Gunung Dempo memiliki ketinggian 3.159 mdpl, termasuk gunung sangat tinggi. Gunung Dempo juga berpredikat sebagai gunung tertinggi di Sumatera Selatan. Danau kaldera di puncaknya memiliki keunikan tersendiri, yakni kadang air danau kalderanya berwarna abu-abu, hijau tosca, dan juga biru. Beberapa keistimewaan inilah yang menjadikan Gunung Dempo cukup populer sebagai pendakian. Bukan hanya bagi pendaki lokal, tapi juga dari berbagai daerah di luar Sumsel.

Gunung Dempo juga memiliki cerita mitos yang berkembang di masyarakat, yakni kisah tentang Manusia Harimau. Konon manusia harimau adalah masyarakat Gunung Dempo yang mendalami ilmu sakti.

Selain itu, Gunung Dempo juga dikenal dan diyakini sebagai wilayah asal usul Suku Basemeh (Melayu). Menurut legenda, dua tokoh sakti yakni Si Pahit Lidah (Nenek Moyang Basemeh) dan Si Mata Empat (Nenek Moyang Komering/Lampung) saling beradu kekuatan. Keduanya pun mati, dan sebelum mati Si Pahit Lidah mengutuk semua keturunan Si Mata Empat yang juga berarti Suku Komering atau Suku Lampung tidak akan bisa mendaki Gunung Dempo. Kisah tersebut diyakini hingga sekarang.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Dempo tesedia melalui Jalur Kampung IV, dan Jalur Tugu Rimau. Jalur Kampung IV adalah yang paling populer. Trek pendakian Gunung Dempo tersedia beberapa sumber air. Trek di awal dipenuhi dengan akar-akar pohon yang keluar. Pendakian Gunung Dempo umumnya dilakukan dalam sehari saja. Di Kota Pagar Alam terdapat pasar tradisional yang menjual berbagai macam produk lokal. Bagi pendaki luar daerah tentu akan sangat cocok untuk bisa berbelanja di sini.

PUNCAK
Puncak Dempo ada 2 yakni Puncak Api dan Puncak Merapi (Kawah Dempo). Puncak pertama adalah Puncak Api. Puncak ini adalah daerah biasa yang masih ditumbuhi pohon perdu. Kemudian berjalan terus kita akan bertemu dengan sebuah padang yang luas bertanah pasir dengan sedikit rerumputan. Lokasi ini dijuluki “Pelataran” yang lokasinya berada di antara puncak pertama dan kedua. Umumnya pendaki mendirikan tendanya di lokasi Pelataran ini.

Selanjutnya, dilanjutkan menanjak terus, maka kita akan sampai pada puncak kedua yakni Puncak Kawah Merapi (Kawah Dempo), yakni sebuah kawah dengan luas sekitar 100 meter persegi. Kawah inilah yang menjadi ikonik gunung Dempo.

Selanjutnya dari puncak Kawah Dempo, akan terlihat pemandangan Provinsi Bengkulu, serta Laut Hindia.

Nama lain : GAD
Elevasi : 3.159 mdpl
Lokasi : Sumatera Selatan
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Pagar Alam
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Sumatera Selatan
Jalur pendakian : Jalur Kampung IV, dan Jalur Tugu Rimau
Tempat Ikonik : Kawah Dempo
Puncak : Puncak Api dan Puncak Merapi (Kawah Dempo)
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 4°00’54.4″S 103°07’40.4″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Belirang-Beriti

Maps

GUNUNG KEMIRI (3.315 MDPL)

Gambar Gunung Kemiri Aceh
c: @yudie_the_creek

GUNUNG KEMIRI (3.315 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Nama Kemiri mirip dengan nama rempah-rempah/bumbu masakan khas Indonesia yakni kemiri. Kemiri dalam bahasa latin yakni Aleurites moluccana. Nama Gunung Kemiri sendiri memiliki maksud karena terdapat banyak tumbuhan kemiri di dalamnya.

Gunung Kemiri juga satu komplek dengan Gunung Leuser, sama-sama masuk dalam kawasan TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser). Gunung Kemiri memiliki ketinggian 3.315 mdpl dan merupakan gunung tertinggi kedua di Aceh. Gunung Kemiri dan Gunung Leuser tidak jauh berbeda jika dilihat dari karakteristiknya. Keduanya berkategori gunung yang sama, yakni dipenuhi hutan, jenis fauna dan flora yang sama, serta start pendakian yang juga hampir sama.

Kaki Gunung Kemiri adalah berupa hutan lumut. Berada di bawah 2.500 mdpl adalah tumbuhan perdu, sedangkan lebih ke atas lagi yakni di 2.800 mdpl ke atas adalah vegetasi terbuka berupa padang rumput.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kemiri tidak sepopuler dengan pendakian Gunung Leuser. Alasannya karena Gunung Leuser adalah gunung utama di TNGL, dan menjadikan para pendaki lebih mendahulukan untuk bisa mendaki Gunung Leuser terlebih dahulu daripada Gunung Kemiri.

Pendakian Gunung Kemiri berbeda jalur dengan pendakian Gunung Leuser, namun masih dalam satu kawasan. Sehingga karakteristik jalur dan tingkat kesulitannya berbeda namun hampir sama. Secara garis besar keduanya sama-sama memiliki jenis pendakian yang sulit.

Jalur pendakian Gunung Kemiri berada di Desa Gumpang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Jalur pendakian Gunung Kemiri tidak sejauh dan selama pendakian Gunung Leuser. Trek Gunung Kemiri lebih pendek. Diperlukan 4-6 hari dalam ekspedisi Gunung Kemiri.

Jalur pendakian berupa jalan setapak, jalur trail, dan perbukitan-lembah. Berbagai macam vegetasi menghiasi di setiap perjalanan. Pendakian umumnya dilakukan di siang hari. Hal ini dikarenakan banyaknya hewan liar yang cenderung aktif di malam hari, sehingga untuk menghindari hal yang tidak dinginkan, maka pendaki akan mulai mendirikan tenda saat sore dan bersiap untuk bermalam.

Satwa liar yang sering ditemui antara lain adalah rusa hutan dan elang hitam. Masih banyak satwa liar lain yang dilindungi seperti orangutan, badak, gajah, namun keberadaannya tidak selalu terlihat di dekat jalur pendakian.

Pendakian saat mendekati puncak akan melewati wilayah batas vegetasi yang terlihat seperti lapangan luas, namun bergelombang. Spot-spot untuk mendirikan tenda juga terbilang banyak.

Gunung Kemiri sendiri masih jarang untuk pendakian. Rata-rata pendaki adalah Mapala dari Aceh dan peneliti lokal maupun mancanegara.

PUNCAK
Puncak Gunung Kemiri (3.315 mdpl) ditandai dengan pilar yang terbuat dari semen. Pemandangan dari puncak Kemiri yakni pemandangan Taman Nasional Gunung Leuser yang eksotis.

Nama lain : Gle Kemiri
Elevasi : 3.315 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan : Gunung tertinggi kedua di Aceh
Jalur pendakian : Gumpang
Puncak : Puncak Kemiri
Lama pendakian : 4-6 hari
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°45’44.3″N 97°29’01.7″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Seulawah Agam

Maps

GUNUNG PERKISON (2.828 MDPL)

Gambar Gunung Perkison Aceh

GUNUNG PERKISON (2.828 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Gunung Perkison adalah gunung tidak berapi (non-volcano). Gunung ini terletak di perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, yakni terletak di Kecamatan Badan (Aceh) dan Kecamatan Batang Serangan (Sumut). Gunung ini juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, namun letaknya berjauhan dengan Gunung Leuser. Posisi gunung ini menjauh di sisi Selatan.

Gunung Perkison berketinggian sekitar 2.828 mdpl, yang bisa dibilang cukup tinggi untuk pendakian. Namun gunung ini masih sangat jarang untuk pendakian. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut memang kurang populer untuk pendakian, ditambah lagi kondisi gunung yang sangat rapat akan vegetasi hutan.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Perkison terletak di Desa Lawe Harum. Treking untuk mendaki masih berupa hutan liar dan hutan lumut.

Pernah terjadi kasus beberapa pendaki gunung dari warga setempat atau lebih tepatnya pencari kayu alim (Kayu Gaharu: mengandung resin yang digunakan sebagai bahan parfum) hilang karena tersesat. Beberapa di antara mereka ditemukan selamat dan lainnya yang waktu itu belum ditemukan akhirnya ditemukan meninggal.

PUNCAK
Puncak Gunung Perkison masih ditumbuhi tumbuhan (pohon) lebat. Kita akan disuguhi pemandangan Sungai Alas dan pemandangan Kota Kutacane saat berada di puncak Gunung Perkison .

Nama lain : Phokisen, Pungongesong
Elevasi : 3.030 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Lawe Harum
Puncak : Puncak Perkison
Lama pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°37’20.7″N 97°51’26.5″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Bandahara & Gunung Abong-Abong

Maps

GUNUNG BANDAHARA (3.030 MDPL)

Gambar Gunung Bandahara Aceh
c: gunungbagging.com

GUNUNG BANDAHARA (3.030 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Gunung Bandahara adalah gunung non-volcano yang terletak di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Gunung ini pun masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Sebagai bagian yang sama dalam satu kawasan, Gunung Bandahara juga memiliki karaktereistik yang sama dengan gunung-gunung tetangganya yakni Leuser dan Kemiri serta beberapa gunung-gunung kecil lain. Karakteristik tersebut yakni jenis hutan yang sama, jalur pendakian berupa hutan, flora-fauna yang juga sama, trek pendakian yang mirip-mirip, serta puncak yang juga hampir sama.

Gunung Bandahara memiliki ketinggain di atas 3.000 mdpl, dan masuk dalam kategori gunung yang sangat tinggi. Namun sedikit berbeda dengan Gunung Leuser maupun Gunung Kemiri, Gunung Bandahara masih jarang untuk pendakian. Sehingga jalur pendakiannya-pun masih sedikit samar-samar. Hal ini dikarenakan selain model trekingnya adalah susur hutan yang dipenuhi tumbuhan, dan ditambah lagi jika jarang untuk dilalui maka jalurnya bisa kembali tertutup sehingga tidak terlihat sebagai jalur.

Nama lain : Bandahara
Elevasi : 3.030 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Gayo Lues
Puncak : Puncak Bandahara
Lama pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°44’54.3″N 97°46’56.0″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Burni Kemiki & Gunung Leuhob

Maps