Tag Archives: >3 HARI

GUNUNG BATU JUMAK (2.250 MDPL)

GUNUNG BATU JUMAK (2.250 MDPL)
Di Provinsi Kalimantan Utara

Gunung Batu Jumak merupakan puncak tertinggi di Provinsi Kalimantan Utara. Ketinggiannya yakni 2.250 mdpl. Gunung Batu Jumak masuk dalam kawasan Malinau, Kaltara. Lokasinya berbatasan langsung dengan negara Malaysia bagian Sarawak.

PENDAKIAN
Belum tercatat adanya pendakian pada Gunung Batu Jumak. Hal ini disebabkan sulitnya akses menuju lokasi, dan juga wilayah yang merupakan perbatasan negara tentunya sangat penting. Salah-salah kita bisa menyeberang ke negara lain. Pendakian menuju gunung ini bisa menghubungi pemerintah setempat yakni Pemerintah Malinau.

Nama lain : Bukit Batu Jumak
Elevasi : 2.250 mdpl
Lokasi : Kalimantan Utara
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Malinau
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Kalimantan Utara
Jalur pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Batu Jumak
Lama pendakian : ?
Koordinat : 1°48’55.6″N 115°16’09.1″E dan 1°48’39.9″N 115°14’18.3″E
Level pendakian : sulit

Maps

Maps

GUNUNG LIANGPRAN (2.240 MDPL)

GUNUNG LIANGPRAN KALTIM

GUNUNG LIANGPRAN (2.240 MDPL)
Di Provinsi Kalimantan Timur

Gunung Liang Pran adalah sebuah gunung dengan elevasi 2.240 mdpl dan menjadi gunung tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Secara administratif, Gunung Liang Pran masuk dalam kawasan Kabupaten Kutai Barat. Gunung Liang Pran masuk dalam Pegunungan Muller Schwaner. Gunung Liangpran terletak di perbatasan Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan juga Malaysia bagian Sarawak.

Secara umum pendakian Gunung Liangpran sangat sulit, mengingat lokasi yang berupa hutan liar dan juga merupakan perbatasan provinsi dan juga perbatasan negara.

Nama lain : Liang Pran
Elevasi : 2.240 mdpl
Lokasi : Provinsi Kalimantan Timur
Jenis : Non-volcano
Pengelola :
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Kalimantan Timur
Jalur pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Liangpran
Lama pendakian : ?
Koordinat : 1°04’37.1″N 114°22’10.9″E
Level pendakian : sulit

Maps

GUNUNG RAUNG (3.332 MDPL)

Gambar Puncak Sejati Gunung Raung
c: @roratih2

GUNUNG RAUNG (3.332 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Raung adalah sebuah gunung api aktif tipe A dengan ketinggian 3.332 mdpl sekaligus menjadi gunung tertinggi ke-2 di Jawa Timur setelah Gunung Semeru. Gunung Raung secara administratif terletak di Kabupaten Bondosowo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi. Gunung ini juga masuk dalam kawasan Pegunungan Ijen dan menjadi yang tertinggi di antara lainnya. Sama halnya dengan kawasan lereng Gunung Ijen, di lereng Gunung Raung juga merupakan perkebunan yang khas dengan biji kopinya. Kopi di lereng gunung ini dinamakan Kopi Raung.

Nama “Raung” diambil dari suara kaldera gunung yang bunyinya meraung-raung. Gunung Raung sendiri telah aktif sejak tahun 1500-an, dan rutin meletus dari tahun 1990 hingga tahun 2000. Terkhir tercatat pada tahun 2015 Gunung Raung meletus namun tidak berdampak masif.

Gunung Raung memiliki predikat gunung dengan kaldera terbesar di Pulau Jawa. Kaldera Raung mencapai 750 x 2.250 meter. Terdapat kubah lava yang membentuk gunung dan senantiasa mengepulkan asap di dalam kaldera Gunung Raung. Setiap kali gunung ini aktif maka akan keluar suara raungan dari dalam kubah tersebut.

PENDAKIAN
Selain memiliki predikat kaldera terluas, Gunung Raung juga didapuk sebagai gunung dengan trek pendakian tersulit di Jawa. Kriteria sulit ini dinilai dari ketinggian gunung, jenis trek, dan juga lama pendakian. Pendakian untuk mencapai puncak-puncak Gunung Raung dibutuhkan peralatan panjat tebing seperti webbing, carabiner, hardness, dan ascender. Trek yang akan dilalui adalah tebingan sangat curam dengan lebar setengah meter dan kanan-kiri berupa jurang sedalam 200 meter lebih. Pendaki harus melakukan teknik rappeling dan jumaring untuk bisa naik dan turun tebing-tebing curam di Raung.

Jalur pendakian Gunung Raung tersedia melalui Jalur Kalibaru dan Sumber Waringin. Jalur Kalibaru adalah jalur resmi dan yang paling populer. Pendakian dibatasi hanya beberapa kelompok saja per malamnya. Hal ini dikarenakan terbatasnya tempat camp. Karena kriteria trek yang sulit, maka pendakian Gunung Raung diutamakan berkelompok dengan diketuai oleh guide yang pro, dan didampingi beberapa porter. Jalur Kalibaru adalah jalur utama dan yang paling populer. Aksesnya cukup mudah karena basecamp pendakian Kalibaru dekat dengan Stasiun Kereta Api Kalibaru. Sedangkan Jalur Sumber Waringin adalah jalur melalui punggungan gunung sebelah selatan.

PUNCAK
Puncak Gunung Raung adalah tebing-tebing di bibir kaldera. Nama-nama puncak tersebut yakni Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati (tertinggi), serta Puncak Raung Selatan. Jika melalui Jalur Kalibaru maka bisa sampai pada Puncak Sejati Raung. Sedangkan jika melalui Jalur Sumber Waringin hanya bisa mencapai Puncak Selatan.

Gunung Raung tidak terlepas dari mitos dan legenda yang juga terdapat di gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Konon kaldera Gunung Raung terdapat sebuah kerajaan yang dinamakan Kerajaan Macan Putih, tepatnya di sisi barat kaldera. Namun kerajaan ini tak kasat mata. Kerajaan ini dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Pangeran Tawangulun adalah anak Raja Majapahit yang hilang saat sedang bertapa di gunung dan tak pernah ditemukan keberadaannya. Melengkapi cerita mitos tersebut, pada pos-pos pendakian melalui jalur Kalibaru diberi nama yang juga berkaitan dengan mitos di Gunung Raung, antara lain: Pondok Sumur, Pondok Dedemit, Pondok Mayit, dan juga Pondok Angin. Pondok Sumur adalah lokasi untuk pertapaan. Pondok Dedemit konon adalah lokasi jual beli makhluk gaib. Pondok Mayit adalah lokasi ditemukannya mayat orang Belanda yang tergantung di pohon. Pondok Angin juga diyakini sebagai lokasi gerbang menuju kerajaan gaib.

Nama lain : Gunung Rawon, Gunung Api Raung
Elevasi : 3.332 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Bondowoso, Banyuwangi, Jember
Keistimewaan :
• Gunung tertinggi ke-2 di Jawa Timur
• Gunung dengan kaldera terbesar di Pulau Jawa
• Gunung dengan trek tersulit di Pulau Jawa
Jalur pendakian : Kalibaru dan Sumber Waringin
Tempat Ikonik : Pondok Sumur, Pondok Dedemit, Pondok Mayit, dan juga Pondok Angin
Puncak : Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati, Puncak Raung Selatan
Lama pendakian : 2-4 hari
Koordinat : 8°07’32.7″S 114°02’47.3″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Lawu & Gunung Kelud

Maps

GUNUNG RANTI (2.601 MDPL)

Puncak Gunung Ranti
c: @wildanprakasa

GUNUNG RANTI (2.601 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Ranti adalah gunung dengan ketinggian 2.601 mdpl yang terletak di barat daya Gunung Ijen. Gunung ini juga masuk dalam kawasan Pegunungan Ijen. Secara administratif, Gunung Ranti masuk dalam perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Gunung Ranti terbilang cukup tinggi sebagai pendakian, namun namanya kalah populer dengan Gunung Ijen dan juga Gunung Raung. Umumnya orang jarang mengetahui tentang keberadaan Gunung Ranti tersebut.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Ranti masih jarang. Hal ini dikarenakan belum populernya gunung ini sebagai pendakian. Namun di kaki Gunung Ranti justru cukup dikenal di kalangan masyarakat setempat sebagai Wana Wisata Gunung Ranti. Pendaki yang ingin mendaki Gunung Ranti, bisa melalui jalur wisata tersebut yakni terletak di Desa Licin.

PUNCAK
Puncak Ranti masih lebat akan vegetasi

Nama lain : Rante
Elevasi : 2.601 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Bondowoso,
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Licin
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Ranti
Lama pendakian : 2-4 hari
Koordinat : 8°05’58.0″S 114°12’51.3″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Argopuro & Gunung Panderman

Maps

GUNUNG ARGOPURO (3.088 MDPL)

Gambar Cikasur Gunung Argopuro
c: @maryadiarnoldi

GUNUNG ARGOPURO (3.088 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Argopuro adalah sebuah gunung api kategori kompleks tipe B, yakni gunung api yang memiliki banyak saluran magma. Namun Gunung Argopuro tidak lagi aktif. Gunung Argopuro masuk dalam kawasan Pegunungan Iyang (“Yang” atau “Hyang”). Secara administratif, Gunung Argopuro masuk dalam kawasan Kabupaten Jember, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Probolinggo, dan Kabupaten Situbondo. Gunung Argopuro memiliki predikat trek pendakian terpanjang di Pulau Jawa yakni sepanjang 45 kilometer dan ditempuh dalam waktu 4-5 hari.

Nama “Argopuro” memiliki arti “Argo= gunung” dan “Puro=pura” dan bisa dimaknai dengan sebuah pura berupa gunung. Hal ini dikuatkan dengan bukti adanya petilasan komplek candi atau pura. Berada di salah satu puncak Gunung Argopuro ditemukan reruntuhan tembok yang mengarah pada peninggalan masa Kerajaan Hindu-Budha. Temuan tersebut memunculkan spekulasi adanya candi tertinggi yang berada di Gunung Argopuro.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Argopuro dapat melalui Jalur Baderan, dan Jalur Bremi. Jalur Bremi berada di sisi barat Argopuro, sedangkan Jalur Baderan berada di sisi timur. Umumnya pendakian Argopuro dihabiskan melalui kedua jalur tersebut. Artinya start pendakian dan finish melalui kedua jalur. Jalur Bremi terletak di Kabupaten Probolinggo, sedangkan Jalur Baderan terletak di Kabupaten Situbondo.

Melalui Jalur Baderan kita akan bertemu dengan savana yang sangat luas bernama “Cikasur”. Sedangkan jika melalui Jalur Bremi kita akan berjumpa dengan Danau Taman Hidup. Kedua spot tersebut adalah ikon paling favorit di Gunung Argopuro. Banyak terdapat sumber air dan aliran sungai yang bisa kita dapatkan sepanjang perjalanan. Beberapa satwa liar bisa kita jumpai, antara lain seperti burung merak, ayam hutan, dan rusa.

PUNCAK
Puncak Gunung Argopuro bernama Puncak Rengganis, Puncak Arca, dan Puncak Argopuro (tertinggi). Puncak Rengganis memiliki kawah mati yang dinamakan Kawah Sijeding. Berada di dalam kawah tersebut terdapat tembok yang merupakan temuan situs candi tertinggi di Indonesia. Selain itu, di Puncak Arca terdapat patung kepala sapi yang cukup besar.

Penamaan Puncak Rengganis mengacu pada mitos yang menceritakan bahwa puncak Gunung Argopuro dahulu adalah sebuah kerajaan yang dibangun untuk putri Raja Brawijaya yang bernama Dewi Rengganis. Dewi Rengganis adalah anak dari dayang Raja Brawijaya. Karena dipandang menjadi aib secara sosial, maka Raja Brawijaya membangunkan sebuah kerajaan di Puncak Argopuro untuk Dewi Rengganis. Kisah ini dikuatkan dengan bukti ditemukannya situs-situs di puncak Gunung Argopuro. Kemudian juga ditemukan berupa bekas kolam dan taman, dua bangunan candi, dan tiga bangunan pura.

Salah satu bagian di Gunung Argopuro yakni Cikasur yang memiliki catatan kelam yang menyayat hati. Kawasan berupa savana seluas tiga kali lapangan sepakbola ini dahulu adalah landasan pesawat pada masa kolonial Belanda. Buktinya adalah ditemukan sebuah ganset yang bertuliskan tahun 1912. Konon, Belanda membuat landasan udara di puncak gunung karena hendak memanfaatkan sumber mineral yang tersimpan di Gunung Argopuro. Para pekerja dari pribumi diperintahkan untuk bekerja membangun landasan tersebut. Hingga pada suatu hari para pekerja disuruh untuk menggali lubang, dan mereka dibantai satu per satu lalu dikuburkan dalam lubang yang telah mereka gali sendiri. Kawasan Cikasur itu pun disebut sebagai ‘lembah pembantaian’. Berangkat dari kisah kelam tersebut, muncul cerita-cerita mistis yang sering dialami para pendaki. Selain Cikasur, beberapa trek pendakian Gunung Argopuro sering sekali ditemukan savana. Oleh sebab itu Gunung Argopuro dikatakan sebagai gunung dengan trek savana terbanyak di Jawa.

Nama lain : Argapura
Elevasi : 3.088 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Volcano Kompleks Tipe B
Pengelola : Pemerintah Probolinggo, Situbondo
Keistimewaan :
• Gunung dengan trek terpanjang di Pulau Jawa
• Diduga di Puncak Argopuro adalah sebuah Candi tertinggi di Indonesia
• Gunung dengan trek savana terbanyak di Jawa
Jalur pendakian : Jalur Baderan, dan Jalur Bremi
Tempat Ikonik : Danau Taman Hidup, Savana Cikasur
Puncak : Puncak Rengganis, Puncak Arca, dan Puncak Argopuro
Lama pendakian : 4-5 hari
Koordinat : 7°57’55.6″S 113°34’21.9″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Penanggungan & Gunung Panderman

Maps

GUNUNG KEMIRI (3.315 MDPL)

Gambar Gunung Kemiri Aceh
c: @yudie_the_creek

GUNUNG KEMIRI (3.315 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Nama Kemiri mirip dengan nama rempah-rempah/bumbu masakan khas Indonesia yakni kemiri. Kemiri dalam bahasa latin yakni Aleurites moluccana. Nama Gunung Kemiri sendiri memiliki maksud karena terdapat banyak tumbuhan kemiri di dalamnya.

Gunung Kemiri juga satu komplek dengan Gunung Leuser, sama-sama masuk dalam kawasan TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser). Gunung Kemiri memiliki ketinggian 3.315 mdpl dan merupakan gunung tertinggi kedua di Aceh. Gunung Kemiri dan Gunung Leuser tidak jauh berbeda jika dilihat dari karakteristiknya. Keduanya berkategori gunung yang sama, yakni dipenuhi hutan, jenis fauna dan flora yang sama, serta start pendakian yang juga hampir sama.

Kaki Gunung Kemiri adalah berupa hutan lumut. Berada di bawah 2.500 mdpl adalah tumbuhan perdu, sedangkan lebih ke atas lagi yakni di 2.800 mdpl ke atas adalah vegetasi terbuka berupa padang rumput.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kemiri tidak sepopuler dengan pendakian Gunung Leuser. Alasannya karena Gunung Leuser adalah gunung utama di TNGL, dan menjadikan para pendaki lebih mendahulukan untuk bisa mendaki Gunung Leuser terlebih dahulu daripada Gunung Kemiri.

Pendakian Gunung Kemiri berbeda jalur dengan pendakian Gunung Leuser, namun masih dalam satu kawasan. Sehingga karakteristik jalur dan tingkat kesulitannya berbeda namun hampir sama. Secara garis besar keduanya sama-sama memiliki jenis pendakian yang sulit.

Jalur pendakian Gunung Kemiri berada di Desa Gumpang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Jalur pendakian Gunung Kemiri tidak sejauh dan selama pendakian Gunung Leuser. Trek Gunung Kemiri lebih pendek. Diperlukan 4-6 hari dalam ekspedisi Gunung Kemiri.

Jalur pendakian berupa jalan setapak, jalur trail, dan perbukitan-lembah. Berbagai macam vegetasi menghiasi di setiap perjalanan. Pendakian umumnya dilakukan di siang hari. Hal ini dikarenakan banyaknya hewan liar yang cenderung aktif di malam hari, sehingga untuk menghindari hal yang tidak dinginkan, maka pendaki akan mulai mendirikan tenda saat sore dan bersiap untuk bermalam.

Satwa liar yang sering ditemui antara lain adalah rusa hutan dan elang hitam. Masih banyak satwa liar lain yang dilindungi seperti orangutan, badak, gajah, namun keberadaannya tidak selalu terlihat di dekat jalur pendakian.

Pendakian saat mendekati puncak akan melewati wilayah batas vegetasi yang terlihat seperti lapangan luas, namun bergelombang. Spot-spot untuk mendirikan tenda juga terbilang banyak.

Gunung Kemiri sendiri masih jarang untuk pendakian. Rata-rata pendaki adalah Mapala dari Aceh dan peneliti lokal maupun mancanegara.

PUNCAK
Puncak Gunung Kemiri (3.315 mdpl) ditandai dengan pilar yang terbuat dari semen. Pemandangan dari puncak Kemiri yakni pemandangan Taman Nasional Gunung Leuser yang eksotis.

Nama lain : Gle Kemiri
Elevasi : 3.315 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan : Gunung tertinggi kedua di Aceh
Jalur pendakian : Gumpang
Puncak : Puncak Kemiri
Lama pendakian : 4-6 hari
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°45’44.3″N 97°29’01.7″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Seulawah Agam

Maps