Tag Archives: >3 HARI

PEGUNUNGAN JAYA WIJAYA (4.884 MDPL)

Gunung Jawa Wiyaja Papua Puncak Soekarno Tembagapura
c: @imanuela.images

PEGUNUNGAN JAYA WIJAYA (4.884 MDPL)
Di Provinsi Papua

Pegunungan Jayawijaya terletak di Provinsi Papua. Pegunungan ini memiliki beberapa puncak yang tinggianya lebih dari 4.000 mdpl, di antaranya: Puncak Jaya (carstensz) 4.884 mdpl, Puncak Mandala 4.760 mdpl, Puncak Trikora 4.730 mdpl, Puncak Idenberg 4.673 mdpl, Puncak Yamin 4.535 mdpl, Puncak Carstenz Timur 4.400 mdpl. Carstensz Pyramid menjadi puncak tertinggi dan dijadikan salah satu 7 summits dunia.

Pegunungan Jayawijaya berjajar dengan Pegunungan Sudirman dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang merupakan taman nasional terbesar se-Asia Tenggara. Taman nasional tersebut memiliki luas 25.056 km2.

Statistik menunjukan bahwa dalam pendakian Gunung Jayawijaya, pendaki asal Indonesia justru lebih sedikit ketimbang pendaki dari negara lain. Lebih dari 70% pendaki adalah pendaki luar, sedangkan sisanya adalah pendaki Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan beberapa hal lain dalam birokrasi menjadi kendala utama mengapa pendaki lokal lebih sedikit. Selain karena Gunung Jayawijaya yang letaknya jauh di Hutan Papua, biaya yang harus dikeluarkan para pendaki juga benar-benar sangat mahal (malah sebagian besar pendaki berpendapat lebih murah untuk mendaki 7 summit di negara lain daripada ke Puncak Jaya).

PROSES IZIN PENDAKIAN
Menurut salah seorang senior Wanadri, untuk mendaki Gunung Jayawijaya terbilang sulit pada proses izinnya. Berikut beberapa surati izin yang harus didapatkan:
– Surat dari Kantor Menpora
– Surat dari Kapolri
– Surat dari BIA-Intelejen Indonesia
– Surat dari Menhutbun/PKA
– Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
– Surat rekomendasi dari Bakorstranasda
– Surat rekomendasi dari Kapolda
– Surat rekomendasi EPO
– Surat dari PT. Freeport Indonesia (PTFI)

Surat izin tersebut harus didapatkan di Jakarta, Jayapura dan Timika. Mengapa prosesnya begitu rumit? pemerintah setempat mengatakan bahwa Pendakian Jayawijaya harus memperhatikan banyak kondisi dan situasi seperti cuaca, warga setempat, keamanan dan keselamatan, maka dari itu izinnya sangat sulit. Namun, hingga saat ini birokasi semakin dipermudah asalkan ada dana-nya. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa pendakian gunung ini sangat mahal. Biasanya para turis menggunakan jasa atau agen pendakian yang akan mengurus semuanya, baik dari surat-surat izin dan juga semua perlengkapan pendakian. Bahkan ada juga jasa angkut menggunakan helikopter.
Bagi pendaki Indonesia yang ingin menjadi Puncak Carstensz bisa ikut serta dalam open trip beberapa komunitas pendakian atau bisa ikut bergabung dalam ekspedisi pendakian Mapala tertentu. Biaya tentunya ditanggung sendiri. Biaya yang perlu disiapkan berkisar 30-80 juta rupiah.

SETEMPAT/LOKAL
Berada di kaki Gunung Jayawijaya masih terdapat koloni masyarakat pedalaman yakni Suku Dani Papua. Suku ini merupakan suku tertua yang mendaki Gunung Jaya. Jika kita melakukan pendakian tanpa helikopter maka kita akan bertemu dengan Suku Dani.

PENELITIAN
Ahli Iklim dan Laut Indonesia, Dwi Susanto, dari University of Maryland, Washington DC, bersama dengan ahli gletser dunia, Prof Lonnie G. Thompson dari Byrd Polar Research Center-Ohio State University-AS berserta Dodo Gunawan, Kepala Bidang Penelitian Iklim dan Kualitas Udara (BMKG), Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta staf BMKG yang sedang mengambil kuliah pasca-sarjana di Ohio State University melakukan penelitian dengan mengambil sampel es di Puncak Carsternsz, namun batal mengambil inti es di Puncak Cartenz tersebut lantaran ketebalan di puncak tertinggi itu kian menipis. Para peneliti memprediksikan bahwa salju abadi Carsternsz yang mulanya dianggap akan berumur ribuan tahun namun akan terjadi percepatan pencairan. Dwi pun menjelaskan jika melelehnya salju abadi itu terbilang paling cepat dibandingkan dengan melelehnya es di Puncak Pegunungan Kilimanjaro, Tanzania, Afrika. Para peneliti tersebut memprediksikan bahwa es di Puncak Pegunungan Jaya Wijaya akan meleleh sekitar 20 sampai 30 tahun lagi.

MISTERI
Pulau Papua terbentuk sekitar 60 juta-an tahun yang lalu. Papua menurut kisah dulu adalah sebuah lautan. Dahulu ada benua Laurasia dan Eurasia. Lalu kedua benua tersebut pecah karena tumbukan lempeng dasar lautan dan memisahkan Papua dengan Australia yang mulanya adalah satu. Hingga terbentuklah daratan menjulang sangat tinggi yang berada di Papua. Misteri Gunung Jayawijaya memang bukan hanya sekadar kisah mistis tapi juga sejarah panjang yang sangat menarik, pasalnya dari sejarah para peneliti bisa mencari tahu tentang keadaan sekarang dan masa depan.

PENDAKIAN
(Menggunakan Helikopter)

Start point heli dari Kota Enarotali atau Kota Timika. Kemudian turun di Yellow Valley. Dari Yellow Valley baru mulai pendakian berjalan kaki. Ada juga beberapa kota kecil di dekat basecamp Yellow Valley yang menerima start dengan heli yakni Ilaga, Bilogai, Beoga, Tsinga and Pinapa. Waktu yang diperlukan sekitar 10-15 menit saja untuk sampai Yellow Valley.

(Pendakian by trekking)
Pendakian dimulai dari Timika atau Nabire, lalu menuju Desa Sugapa/Ilaga. Kemudian dari Desa Sugapa atau Ilaga (2.300 mdpl) baru dilakukan trekking masuk ke dalam hutan. Start pendakian dengan trekking melewati hutan savana dan danau hingga mencapai Carstensz Pyramid Basecamp (4.300 mdpl) membutuhkan waktu 5 sampai 6 hari. Spot selanjutnya yang harus dilalui para pendakia yakni:
– Danau Biru (3.900 mdpl)
– Lembah Danau-Danau (4.200 mdpl)
– Yellow Valley (4.300 mdpl)
Terakhir adalah pendakian menuju puncak Jaya atau Puncak Cartensz Pyramid (4.884 mdpl)

TIPS PENDAKIAN CARSTERNSZ
– Aklimatisasi = penyesuaian suhu tubuh dengan suhu lingkungan (dilakukan di Danau Valley)
–Tiap naik 100 m = 1x bermalam untuk teknik aklimatisasi
– Ketinggian di atas 4000 mdpl suhu di bawah 0 derajat celcius oleh karena itu dibutuhkan fisik yang matang
– Persiapan sebelum ekspedisi yakni sekitar 3 bulan, meliputi: gym, kardio, pola makan

PENYAKIT
Beberapa kendala penyakit yang bisa menghadang yakni: pusing, radang dingin (frostbite), Mountain Sickness/ketinggian, Hipotermia (penurunan suhu tubuh drastis), tulang patah karena terpleset atau jatuh, gigitan hewan liar

PAKAIAN DAN PERLENGAKAPAN
Sepatu es/climbing (Misal: Koflach Artis Exepediton, atau Scarpa Inverno)
Fully Insulated Boot (Misal: K2 40 below, Outdoor Research Brooke Ranger)
Crampoon atau Tapak besi sepatu (Misal: Charlet Moser Super 12 Rapidfix Lanieres, Grivel G12 New-Matic, or Black Diamond Sabertooth)
Gaiter, Liner socks
Peralatan panjat: kapak es, carabiner, ascender, pellon, webbing, climbing hardness, trekking pole
Pakaian: weight underwear, lightweight underwear, heavyweight pile pants, down pants, down parka, gore-Tex Shell Pants & Shell Jacket with hood , sleeping bag, ransel, sarung tangan wool, kacamata.

Nama lain : Jaya, Carstensz
Elevasi : 4.884 mdpl
Lokasi : Provinsi Papua
Jenis : Gunung es tropis
Pengelola : Taman Nasional Lorentz
Keistimewaan : Puncak tertinggi di Indonesia, Salah satu 7 summits dunia
Jalur pendakian : Trekking via Ilaga/Sugapa, via helikopter turun di Danau Biru
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Jaya (carstensz), Puncak Mandala, Puncak Trikora, Puncak Idenberg, Puncak Yamin, Puncak Carstenz Timur
Nama gletser : Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur
Jenis Helikopter : Agusta Koala AW119 Ke, Eurocopter AS350 B3, Bell 212 Twin Huey, Bell 412SP kap. 300kg, Kamov KA-32A11BC,Bell 212 Eagle Single, kap. 800kg
Lama pendakian : 1 minggu
Koordinat : 4°05’04.7″S 137°11’11.7″E
Level pendakian : sulit

Maps

PEGUNUNGAN ARFAK (2.940 MDPL)

Gambar Pegunungan Arfak Papua Barat
c: @satyawinnie

PEGUNUNGAN ARFAK (2.940 MDPL)
Di Provinsi Papua Barat

Pegunungan Arfak masuk dalam kawaasan Cagar Alam Pegunungan Arfak. Pegunungan ini merupakan kawasan pembentuk wilayah Provinsi Papua Barat di bagian utara dan secara administratif masuk dalam kawasan Manokwari. Kawasan Pegunungan Arfak merupakan titik tertinggi di Papua Barat. Namun hal ini masih belum pasti dikarenakan di beberapa wilayah lain di Papua Barat juga terdapat puncak-puncak lain dalam deretan pegunungan yang susah untuk diakses apalagi diukur.

Kawasan Pegunungan Arak terdapat lokasi yang melegenda, yakni berupa danau. Ada dua danau kembar yang dinamakan “Anggi Ginji” dan “Anggi Gita”. Konon menurut legenda, dua danau kembar tersebut dulunya adalah dua anak manusia yang saling memadu kasih. Anggi Ginji adalah seorang laki-laki, sedangkan Anggi Gita adalah seorang wanita.

Pendakian puncak tertinggi di Pegunguan Arfak sendiri termasuk pendakian yang sulit. Sulitnya akses di wilayah Papua Barat ditambah lagi liarnya kawasan hutan di Papua menjadi alasan utama sulitnya mendaki puncak tertinggi di Pegunugnan Arfak. Belum ada catatan lengkap terkait pendakian menuju puncak tertinggi Pegunungan Arfak.

Nama lain :
Elevasi : 2.940 mdpl
Lokasi : Provinsi Papua Barat
Jenis : Non-volcano
Pengelola :
Keistimewaan : Puncak tertinggi di Papua Barat
Jalur pendakian : ?
Tempat Ikonik : Danau Anggi Ginji, Danau Anggi Gita
Puncak :
Lama pendakian : ?
Koordinat : 1°09’25.3″S 133°58’46.4″E
Level pendakian : sulit

Maps

PEGUNUNGAN LATIMOJONG (3.440 MDPL)

Gambar Gunung Latimojong
c: @latimojong_

PEGUNUNGAN LATIMOJONG (3.440 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Selatan

Pegunungan Latimojong adalah sebuah komplek deretan puncak gunung yang berjajar dari selatan ke utara. Salah satu puncaknya adalah puncak tertinggi di Sulawesi, yakni Puncak Rantemario dengan ketinggian 3.440 mdpl.

Pegunungan Latimojong terletak di tengah-tengah Provinsi Sulawesi Selatan. Pegunungan ini juga diyakini sebagai tempat tinggal nenek moyang bagi masyarakat Enrekang, Toraja, Luwu, dan juga Bone. Arwah-arwah para leluhur mendiami puncak-puncak di pegunungan Latimojong.

PENDAKIAN
Pendakian umumnya adalah pendakian Puncak Rantemario yaitu puncak tertinggi di Latimojong sekaligus di Sulawesi. Namun pendakian masih bisa dilanjutkan menuju puncak-puncak lainnya yang secara elevasi lebih rendah dari Rantemario, namun jika dilihat dari usaha untuk mencapainya bisa dikatakan lebih sulit berkali-kali lipat.

Jalur pendakian dimulai dari Desa Karangan (jalur paling populer), Kecamatan Baraka. Trek pendakian cukup jelas karena mengingat Gunung Latimojong adalah gunung yang terkenal dan menjadi destinasi pendakian favorit bagi pendaki dari berbagai penjuru wilayah. Total terdapat 7 pos pendakian hingga mencapai Puncak tertinggi Rantemario.

PUNCAK-PUNCAK
Puncak-puncak dalam rentetan puncak pegunungan Latimojong antara lain:
– Gunung Rantemario (3.440 mdpl)
– Gunung Tomoupa/Puncak Latimojong (3.305 mdpl)
– Gunung Bubundirangkang (2.410 mdpl)
– Gunung Nenemori (3.210 mdpl)
– Gunung Sumbolong (3.080 mdpl)
– Gunung Tinabang (3.000 mdpl)
– Gunung Rantekombola (3.100 mdpl)
– Gunung Sikolong (2.800 mdpl)
– Gunung Palangka (2.500 mdpl)
– Gunung Lapande (2. 500 mdpl)
– Gunung Sinaji (2.430 mdpl)
– Gunung Bajaja (3.052 mdpl)
– Gunung Katapu (2.130 mdpl)
– Gunung Pantara Siruk (2.930 mdpl)
– Gunung Aruan (3.037 mdpl)
– Gunung Pasabombo (3.200 mdpl)
– Gunung Pantelaoan (2.500 mdpl)
– Gunung Pokapinjang (2.970 mdpl)

Puncak Rantemario adalah puncak tertinggi sekaligus menjadi destinasi utama dalam pendakian Latimojong. Sedangkan puncak bernama “Latimojong” sendiri justru jarang didaki karena posisinya yang jauh dan kalah populer.

Total pendakian untuk mencapai Puncak Rantemario dan Puncak Nenemori adalah 3-4 hari. Sedangkan untuk mencapai Puncak Tinabang, Puncak Rantekombola, dan Puncak Sikolong dibutuhkan tambahan waktu 2 hari lagi. Alternatif lain jalur pendakian bisa melalui Desa Tabang dan Desa Ranterante di Kecamatan Bastem, Desa Roni di Kecamatan Mingkendek, Desa Kumila di Kecamatan Bastem, Desa Angin-angin di Enrekang, Desa Tibussan di Luwu, dan juga Desa Uluwai di Tana Toraja. Beberapa puncak bisa dicapai melalui jalur tertentu. Puncak tersulit adalah Puncak Sikolong, karena harus dilakukan panjat tebing dan peralatan climbing lengkap.

Kesimpulannya adalah pendakian Latimojong secara umum adalah pendakian mencapai Puncak Rantemario, dan pendakian keseluruhan tidak begitu sulit karena jalur dan akses yang jelas. Namun jika pendakian berlanjut ke beberapa puncak lainnya maka pendakian bisa masuk dalam kategori sulit. Begitulah keistimewaan Pegunungan Latimojong, ia menawarkan puncak tertinggi dengan pendakian yang mudah, dan menawarkan puncak-puncak lain yang tidak begitu tinggi namun dengan pendakian yang sulit.

Nama lain :
Elevasi : 3.440 mdpl
Lokasi : Sulawesi Selatan
Jenis : Non-volcano
Pengelola :
Keistimewaan : Puncak Rantemario tertinggi di Sulawesi, Puncak Sikolong tersulit di Sulawesi Selatan
Jalur pendakian : Desa Karangan, Desa Tabang, Desa Ranterante, Desa Roni, Desa Kumila, Desa Angin-angin, Desa Tibussan, dan Desa Uluwai
Tempat Ikonik :
Puncak : Rantemario, Nenemori, Tinabang, Rantekombola, Sikolong, dll
Lama pendakian : 3-4 hari
Koordinat : 3°23’06.1″S 120°01’26.9″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Bawakaraeng & Gunung Nona

Maps

GUNUNG KAMBUNO (2.950 MDPL)

Ekspedisi Gunung Kambuno
c: @latimojong_tracker

GUNUNG KAMBUNO (2.950 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Selatan

Gunung Kambuno adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Luwu Utara dan satu kawasan dengan Tobaku (Tolangi-Balease-Kabentonu). Meski masuk dalam kawasan yang sama, namun Gunung Kambuno terletak di pegunungan yang berbeda. Gunung Kambuno masuk dalam Pegunungan Tusang dan menjadi salah satu puncak tertinggi di antara gunung yang lainnya. Gunung Kambuno memiliki ketinggian 2.950 mdpl.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Kambuno dimulai dari Dusun Mangkaluku, Desa Malimbu, Kecamatan Malimbu. Kemudian dilanjutkan berjalan kaki dan menyeberangi sungai dengan jembatan gantung untuk menuju titik kilometer 45 (jarak titik tersebut dari jalan raya adalah 45 km), dan seterusnya adalah pejalanan mendaki. Total terdapat 8 pos pendakian. Trek awal berupa kawasan hutan kemudian diteruskan trek punggungan.

PUNCAK
Puncak Gunung Kambuno disebut Lantangunta. Namun untuk mencapai puncak ini kita harus melewati dua puncak gunung lain, yakni Puncak Kusang dan Puncak Kambuna. Teknik untuk mencapai puncak ke puncak adalah dengan mengikuti stringline (penanda pada pohon). Puncak Lantangunta sendiri berupa lahan yang tidak begitu luas dan masih rimbun dengan tumbuhan kerdil serta terdapat batu triangulasi. Total waktu yang dibutuhkan untuk mendaki Gunung Kambuno yakni 3-5 hari. Bahaya utama yang mengancam adalah longsor yang terbilang cukup sering terjadi jika musim hujan tiba, dan juga jalur yang bercabang sehingga pendaki bisa tersesat.

Nama lain : Buntu Kambuno, Lantangunta
Elevasi : 2.950 mdpl
Lokasi : Sulawesi Selatan
Jenis : Non-volcano, Pegunungan
Pengelola : Pemerintah Luwu Utara
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Dusun Mangkaluku
Tempat Ikonik :
Puncak : Lantangunta
Lama pendakian : 3-5 hari
Koordinat : 2°21’19.4″S 120°04’16.6″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Latimojong & Gunung Nona

Maps

GUNUNG TOLANGI-BALEASE (3.016 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Tolangi Balease
c: @andiarumislami21

GUNUNG TOLANGI-BALEASE (3.016 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Selatan

Gunung Tolangi dan Gunung Balease adalah serangkaian gunung dalam Pegunungan Karoue. Karena antar kedua puncak saling berdekatan maka umumnya pendakian sekaligus mencapai kedua puncak. Puncak Tolangi berketinggian 3.016 mdpl, dan Puncak Balease berketinggian 2.894 mdpl.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Tolangi-Balease merupakan pendakian tersulit kedua setelah Pendakian Gunung Kabentonu. Gunung Kabentonu sendiri adalah puncak setelah Puncak Balease, hanya saja masih dibutuhkan 1-2 hari lagi untuk mencapai Puncak Kabentonu. Total dibutuhkan 7-10 hari dalam pendakian Tolangi-Balease. Sedangkan jika mencapai Puncak Kabentonu dibutuhkan total 10-15 hari. Jalur pendakian adalah dimulai dari Desa Bantimurung, Kecamatan Bone-Bone.

PUNCAK
Puncak pertama yang akan dilalui adalah Puncak Tolangi (3.016 mdpl), kemudian dilanjutkan Puncak Balease (2.894 mdpl). Untuk mencapai puncak ke puncak, treking dilakukan dengan melihat ‘stringline’ atau tanda pada pohon. Hal ini dikarenakan sulitnya mencari jalur sehingga akan berakibat fatal jika sampai salah jalur. Stringline sendiri biasanya telah dibuat oleh pendaki-pendaki sebelumnya, sehingga kita hanya mengikutinya saja. Selain itu ketersediaan sumber air dalam pendakian sangat sulit karena hanya ada di beberapa spot saja sedangkan pendakian memerlukan waktu berhari-hari. Oleh sebab itu, para pendaki-pendaki sebelumnya telah meninggalkan beberapa botol yang dibelah menjadi gelas sebagai penadah air hujan, dan ditinggalkan di beberapa pos pendakian, sehingga akan berguna bagi pendaki-pendaki yang akan datang selanjutnya.

Nama lain : Buyu Tolangi, Buyu Balease
Elevasi : 3.016 mdpl
Lokasi : Sulawesi Selatan
Jenis : Non-volcano, Pegunungan
Pengelola : Pemerintah Luwu Utara
Keistimewaan : Pendakian tersulit kedua di Sulawesi
Jalur pendakian : Desa Bantimurung
Tempat Ikonik : Air terjun Bantimurung, Lembah Waru, Negeri Lumut
Puncak : Puncak Tolangi, Puncak Balease
Lama pendakian : 7-10 hari
Koordinat : 2°25’39.5″S 120°32’21.4″E dan 2°24’21.2″S 120°32’32.9″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Kabentonu

Maps

Maps

GUNUNG KABENTONU (2.886 MDPL)

GUNUNG KABENTONU
c: jelatangnusantara.blogspot.com

GUNUNG KABENTONU (2.886 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Selatan

Gunung Kabentonu adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Luwu Utara dan berketinggian 2.886 mdpl. Gunung ini masuk dalam kawasan Pegunungan Karoue. Letaknya berdekatan dengan Gunung Tolangi dan Gunung Balease yang juga sama-sama masuk dalam Pegunungan Karoue. Gunung Kabentonu jarang didaki karena untuk mencapai puncaknya kita harus melewati Puncak Tolangi dan Puncak Balease terlebih dahulu. Total waktu pendakian Gunung Kabentonu adalah 10-15 hari. Terhitung sekaligus mendaki Gunung Tolangi dan Gunung Balease.

Karena untuk mencapai Puncak Kabentonu diharuskan melewati puncak Tolangi dan Balease, maka biasanya pendaki menjuluki pendakian ini dengan “Tobaku” yakni gabungan dari “Tolangi-Balease-Kabentonu”.

PENDAKIAN
Pendakian dimulai dari Desa Bantimurung, Kecamatan Bone-Bone, Kabupaten Luwu Utara. Ada air terjun Bantimurung di awal trek. Terdapat pula beberapa sumber air di kaki gunung. Trek selanjutnya adalah kawasan hutan rotan, kemudian kawasan hutan lumut. Lalu mencapai Puncak Tolangi (3.016 mdpl). Perjalananan dilanjutkan dengan menuruni lembah yang dinamakan Lembah Waru. Berada posisi ini terdapat sumber air. Kemudian dilanjutkan trek menanjak kawasan hutan lumut yang dinamakan “Negeri Lumut”, dan sampailah pada Puncak Balease (2.894 mdpl). Perjalanan selanjutnya untuk mencapai Puncak Kabentonu harus melewati punggungan berbukit-bukit dengan trek terjal dan jalur tertutup sehingga dibutuhkan keahlian untuk membuka dan menandai jalur. Vegetasi trek rendah dan sebagian besar adalah tumbuhan kerdil. Ujung dari trek tersebut adalah Puncak Kabentonu (2.886 mdpl). Puncak Kabentonu terdapat prasasti sebagai penanda puncak. Sulitnya medan, panjangnya trek, dan lamanya waktu pendakian adalah alasan utama para pendaki untuk tidak mendaki Gunung Kabentonu.

Bukan dari ketinggian atau pemandangan yang indah yang menjadikan poin plus pada pendakian Gunung Kabentonu, melainkan usaha keras yang dibutuhkan. Dengan segala hal tersebut, pendakian Gunung Kabentonu menjadi pendakian tersulit di Sulawesi. Sedangkan pendakian Puncak Tolangi-Balease adalah tersulit kedua.

PUNCAK
Puncak Gunung Kabentonu berupa punggungan dan masih rimbun oleh tumbuhan kerdil. Akan sulit mencari tahu dimana Puncak Kabentonu karena masih ada beberapa punggungan lain yang mirip-mirip. Namun yang menjadi penanda adalah adalah prasasti atau susunan batu yang terdapat di Puncak Kabentonu.

Nama lain : Buyu Kabentonu
Elevasi : 2.886 mdpl
Lokasi : Sulawesi Selatan
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Luwu Utara
Keistimewaan : Pendakian tersulit di Sulawesi, Pendakian terlama di Sulawesi
Jalur pendakian : Desa Bantimurung
Tempat Ikonik : Air terjun Bantimurung, Lembah Waru, Negeri Lumut
Puncak : Puncak Kabentonu
Lama pendakian : 10-15 hari
Koordinat : 2°22’38.4″S 120°31’04.4″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Tolangi-Balease

Maps