Tag Archives: 1000 – 2000 MDPL

GUNUNG BAMBAPUANG (1.021 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Bambapuang
c: @muh.syahrul_360

GUNUNG BAMBAPUANG (1.021 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Selatan

Gunung Bambapuang merupakan tebing tertinggi di Sulawesi Selatan. Gunung ini merupakan gunung batu yang memiliki ketinggian 1.021 mdpl dan secara administratif masuk dalam kawasan Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.

Nama “Bambapuang” memiliki arti “Tangga Tuhan”. Hal ini berkaitan erat dengan keyakinan masyarakat setempat yang menjadikan Gunung Bambapuang sebagai tempat yang sakral.

PENDAKIAN
Pendakian Bambapuang bisa melalui Jalur Dusun Kotu, Desa Bambapuang, di Kecamatan Angeraja. Trek di awal didominasi oleh perkebunan jagung. Kemudian dilanjutkan trek menanjak berupa bebatuan cadas. Hanya dibutuhkan 2-3 jam saja untuk bisa mencapai Puncak Bambapuang. Jalur lain yang tersedia adalah jalur melalui Desa Kasambi.

PUNCAK
Puncak Gunung Bambapuang berupa punggung tebing-tebing. Dari puncak tersebut kita bisa melihat pemandangan Gunung Nona dan Kota Toraja. Selain sebagai objek pendakian, Gunung Bambapuang juga terkenal sebagai objek panjat tebing.

Nama lain : Tebing Bambapuang
Elevasi : 1.021 mdpl
Lokasi : Sulawesi Selatan
Jenis : Gunung batu
Pengelola : Pemerintah Enrekang
Keistimewaan : Tebing tertinggi di Sulawesi Selatan
Jalur pendakian : Desa Bambapuang , Desa Kasambi
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Bambapuang
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 3°25’22.9″S 119°46’55.3″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Tolangi-Balease & Gunung Kabentonu

Maps

GUNUNG SABAMPOLULU (1.850 MDPL)

Gambar Gunung Sabampolulu
c: @prtwdewi

GUNUNG SABAMPOLULU (1.850 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Tenggara

Gunung Sabampolulu adalah sebuah gunung dengan ketinggian 1.850 mdpl yang terletak di Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kata “saba” memiliki arti “terbongkah”, sedangkan “Mpolulu” artinya “senjata semacam kapak”. Penamaan Sabampolulu tersebut berkaitan dengan sejarah asal-usul gunung itu sendiri yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Dahulu ada dua gunung yang saling berhadap-hadapan yaitu Gunung Sabampolulu dan Gunung Kamansope. Kedua gunung tersebut dijaga oleh jin yang kuat. Karena terjadi krisis air, penjaga Gunung Sabampolulu meminta air kepada penjaga Gunung Kamansope. Namun permintaan tersebut ditolak. Lantas terjadilah pertempuran antar kedua penjaga gunung tersebut yang mengakibatkan puncak Gunung Sabampolulu terbongkah.

PENDAKIAN
Pendakaian mencapai Puncak Sabampolulu bisa melalui Jalur Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena, yang berada di ketinggian 620 mdpl. Desa Tangkeno juga dikenal sebagai kawasan wisata. Selain menjadi titik pendakian, kawasan Tangkeno juga terdapat sebuah benteng yang dinamakan Benteng Tangkeno.

Pendakian Gunung Sabampolulu hanya membutuhkan waktu 2-3 jam saja untuk sampai pada puncak. Sebagian besar trek adalah bebatuan, karena memang Gunung Sabampolulu terbentuk atas batuan. Ada aliran sungai di kaki gunung dan juga ada sabana yang cukup luas. Beberapa satwa liar juga menghiasi di kaki gunung, seperti ayam hutan, rusa, dan juga kambing hutan. Masyarakat setempat meyakini bahwa kambing-kambing liar yang ada di Gunung Sabampolulu adalah hewan ternak milik jin penunggu Gunung Sabampolulu. Penunggu Gunung Sabampolulu dijuluki “Kowonuanu”, yang artinya adalah “penduduk alam sana”.

PUNCAK
Spot paling terkenal dan menjadi ikon Gunung Sabampolulu adalah puncaknya. Puncak Gunung Sabampolulu adalah berupa batuan besar yang bentuknya mirip mahkota. Bentuk mahkota tersebut adalah dua buah gunung batu yang saling berlapis. Lapis luar dijuluki “Watu Sangia” (artinya “batu penguasa”), lalu di atasnya atau lapis berikutnya dijuluki “Sangia Wita” (artinya “penguasa daratan”).

Keberadaan Watu Sangia dan Sangia Wita menjadi petunjuk bagi para nelayan. Nelayan-nelayan percaya jika Puncak Sabampolulu tersebut diselimuti awan, maka itu pertanda akan segera turun hujan.

Selain dua puncak utama, Gunung Sabampolulu juga memiliki puncak-puncak lainnya yakni Wumbu Tolimbu, Wumbu Tandasa, dan Dampala Barata.

Nama lain : Saba Mpolulu
Elevasi : 1.850 mdpl
Lokasi : Sulawesi Tenggara
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Bombana
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Tangkeno
Tempat Ikonik : Watu Sangia, Sangia Wita
Puncak : Watu Sangia, Sangia Wita, Wumbu Tolimbu, Wumbu Tandasa, dan Dampala Barata
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 5°18’30.5″S 121°57’20.3″E dan 5°17’52.8″S 121°55’36.8″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Mekongga

Maps

Maps

GUNUNG AMBANG (1.689 MDPL)

GUNUNG AMBANG
c: @qobulpamuji

GUNUNG AMBANG (1.689 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Utara

Secara administratif, Gunung Ambang terletak di perbatasan Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim). Gunung Ambang merupakan stratovolcano tipe A dan berketinggian 1.689 mdpl. Gunung ini pernah meletus pada tahun 1600-an.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Ambang tersedia melalui Desa Bongkudai, Kecamatan Mooat, Kabupaten Boltim. Berada di kawasan desa tersebut terdapat danau yang indah yakni Danau Mooat dan Danau Moayag.

PUNCAK
Puncak Gunung Ambang berupa kawah yang masih aktif. Bibir kawah adalah titik tertinggi dan dijuluki “Puncak Unta”. Penamaan tersebut diberikan karena bentuk trek di puncak tersebut yang mirip punggung atau leher unta.

Nama lain :
Elevasi : 1.689 mdpl
Lokasi : Sulawesi Utara
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Boltim
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Bongkudai
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Unta
Lama pendakian : 3-4 jam
Koordinat : 0°45’14.2″N 124°24’54.6″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Soputan & Gunung Lokon-Empung

Maps

GUNUNG SOPUTAN (1.784 MDPL)

Gambar Gunung Soputan
c: @jeinjelsilamia

GUNUNG SOPUTAN (1.784 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Utara

Gunung Soputan adalah stratovolcano tipe A berketinggian 1.784 mdpl. Gunung ini terletak di Kecamatan Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Sejak tahun 1785 hingga 2012 Gunung Soputan tercatat sudah berkali-kali meletus.

PENDAKIAN
Ada beberapa jalur pendakian yang tersedia yakni Jalur Desa Pinabetangan (populer), Jalur Desa Toure, Jalur Langowan, dan Jalur Liwutung. Saat melalui jalur pendakian Pinabetangan kita bisa melihat pemandangan Danau Tondano dan Gunung Klabat. Trek berupa kawasan hutan pinus, dan terdapat spot favorit para pendakia bernama “Basecamp”, yaitu lahan datar yang dikelilingi pohon pinus. Selain itu ada juga aliran sungai yang airnya berbau belerang.

PUNCAK
Puncak Gunung Soputan ada dua yakni Puncak Anak dan Puncak Induk.

Nama lain :
Elevasi : 1.784 mdpl
Lokasi : Minahasa, Sulawesi Utara
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Minahasa
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Pinabetangan, Desa Toure, Langowan, dan Liwutung
Tempat Ikonik : Basecamp
Puncak : Puncak Anak dan Puncak Induk
Lama pendakian : 4-5 jam
Koordinat : 1°06’51.0″N 124°44’12.0″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Lokon-Empung & Gunung Ambang

Maps

GUNUNG LOKON-EMPUNG (1.580 MDPL)

Gambar Gunung Lokon Empung
c: @awkapi

GUNUNG LOKON-EMPUNG (1.580 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Utara

Gunung Lokon-Empung adalah gunung kembar, atau juga disebut komplek dua puncak gunung yakni Gunung Lokon (1.580 mdpl) dan Gunung Empung (1.340 mdpl). Antara Lokon dan Empung hanya berjarak 2,2 km. Keduanya masuk dalam kawasan dataran tinggi Tondano.
Gunung Lokon-Empung disebut juga Gunung Tuhan karena dianggap sebagai tempat turunnya wahyu kepada manusia. Terdapat kawah di ketinggian 1.130 mdpl yang aktif mengepulkan asap. Letaknya di antara Puncak Lokon dan Puncak Empung. Kawah tersebut dinamakan “Kawah Tompaluan”. Umumnya pendakian gunung ini hanya mencapai kawah Tompaluan. Baik puncak Lokon dan Empung terbilang ekstrim dan ditakutkan adanya gas beracun yang terbawa angin.

Gunung Lokon dan Empung termasuk dalam kategori stratovolcano tipe A. Gunung Lokon tercatat pernah meletus pada 1951, 1991, 2001, 2011, dan 2014. Tahun 1991 adalah letusan terhebatnya.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Lokon-Empung tersedia melalui Jalur Desa Kinilow di Kota Tomohon. Jalur pendakian berupa perkebunan dan hutan aren. Hanya dibutuhkan waktu 3 jam saja untuk sampai puncak Kawah Tompaluan. Trek yang akan kita lalui adalah trek bebatuan dan pasir yang merupakan bekas muntahan lava.

PUNCAK
Puncak Gunung Lokon berada di sisi kiri, sedangkan Puncak Embung ada di sisi kanan. Puncak Lokon terdapat sebuah pilar penanda puncak. Selain itu terdapat pula sebuah kawah mati yang ditumbuhi vegetasi cukup lebat. Kemudin dari puncak Lokon tersebut akan terlihat pemandangan Gunung Klabat, Gunung Soputan, Gunung Manado Tua dan juga Pulau Bunaken.

Legenda yang telah diceritakan turun-temurun mengisahkan bahwa dahulu Gunung Lokon menjadi tempat turunnya Dewa. Suatu saat ada manusia bernama “Warerah” yang mengintip ke dunia langit. Hal tersebut menyebabkan dewa marah dan mengejar Warerah. Meski demikian, Warerah justru tidak takut. Ia pun memotong Puncak Gunung Lokon hingga terlempar jauh ke utara dan menjadi Gunung Klabat, kemudian dipotong lagi dan terlempar ke lautan dan menjadi Gunung Manado Tua.

Nama lain : Tompaluan
Elevasi : 1.580 mdpl
Lokasi : Sulawesi Utara
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Minahasa
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Kinilow
Tempat Ikonik : Kawah Tompaluan
Puncak : Puncak Lokon, Puncak Empung
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 1°21’23.9″N 124°47’50.3″E dan 1°22’23.3″N 124°48’09.5″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Ruang & Gunung Tamata

Maps Puncak Lokon

Maps Puncak Empung

GUNUNG MAHAWU (1.311 MDPL)

Gambar Puncak Kawah Gunung Mahawu
c: @mariamitsura

GUNUNG MAHAWU (1.311 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Utara

Gunung Mahawu adalah gunung api strato tipe A berketinggian 1.311 mdpl yang terletak di Kota Tomohon. Gunung Mahawu merupakan gunung wisata. Kawasan Gunung Mahawu adalah tempat bagi banyak spesies burung khas Sulawesi yakni sperti Celepuk (Otus manadensis), Pelanduk Sulawesi, Ceret Cokelat, dan masih banyak lagi yang lainnya.

PENDAKIAN
Pendakian mencapai puncak terbilang mudah, karena telah dibuat akses jalan berupa anak tangga dari beton yang jumlahnya mencapai 150 anak tangga dan terdapat pembatas di kanan-kirinya. Selain itu, start pendakiannya sendiri sudah berada di elevasi 1.200 mdpl, jadi tinggal mendaki sebentar sudah bisa mencapai puncak Gunung Mahawu. Jalur wisata tersebut adalah Jalur Agro Wisata Rurukan.

PUNCAK
Puncak Gunung Mahawu berupa bibir kawah. Tersedia juga sebuah bangunan yang dijadikan sebagai gardu pandang. Kita bisa melihat pemandangan Kawah Mahawu dari gardu pandang tersebut. Selain itu, terlihat pula pemandangan Gunung Lokon yang mengepulkan asap, Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, dan pulau-pulau kecil lainnya. Kita bisa mengelilingi Kawah Mahawu yang memiliki lebar 180 meter dan kedalaman 140 meter. Untuk mengelilingi kawah dibutuhkan waktu sekitar 1 jam.

Nama lain : Mahawoe, Roemengas
Elevasi : 1.311 mdpl
Lokasi : Kota Tomohon , Sulawesi Utara
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Tomohon
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Jalur Agro Wisata Rurukan
Tempat Ikonik :
Puncak : Kawah Mahawu
Lama pendakian : 1 jam
Koordinat : 1°21’04.8″N 124°51’42.4″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Gunung Tangkoko & Gunung Tamata

Maps