Tag Archives: 1 HARI

GUNUNG TALIABU (1.415 MDPL)

GUNUNG TALIABU
c: @yang_tersendiri.sr_1910

GUNUNG TALIABU (1.415 MDPL)
Di Provinsi Maluku Utara

Gunung Taliabu terletak di Pulau Taliabu, dan masuk dalam kawasan Provinsi Maluku Utara. Meskipun masuk dalam kawasan Maluku Utara, namun Pulau Taliabu lebih dekat dengan Provinsi Sulawesi Tengah. Gunung Taliabu memiliki ketinggian 1.415 mdpl. Kaki Gunung Taliabu dikelilingi oleh pepohonan yang tinggi. Sebagian besar lahan adalah perkebunan cengkeh, kelapa dan kakao.

PENDAKIAN
Belum ada catatan pendakian di Gunung Taliabu. Bentuk gunung yang berupa punggungan dan berbukit-bukit serta terdiri dari kawasan liar membuat pendakian semakin sulit.

Nama lain :
Elevasi : 1.415 mdpl
Lokasi : Pulau Taliabu , Maluku Utara
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Taliabu
Keistimewaan :
Jalur pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Taliabu
Lama pendakian : ?
Koordinat : 1°52’40.2″S 124°28’58.3″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Gamkonora & Gunung Dukono

Maps

GUNUNG BUKU SIBELA (2.118 MDPL)

Pemandangan dari Puncak Gunung Buku Sibela
c:@dinenoona

GUNUNG BUKU SIBELA (2.118 MDPL)
Di Provinsi Maluku Utara

Gunung Buku Sibela berbentuk punggungan. Gunung ini terletak di Pulau Bacan, Kabupaten Halmahera Selatan. Ketinggian Gunung Buku Sibela mencapai 2.118 mdpl sekaligus menjadikannya sebagai gunung tertinggi di Provinsi Maluku Utara. Kawasan Gunung Buku Sibela masuk dalam kawasan konservasi Cagar Alam seluas 23.024 hektar.

Kawasan cagar alam tersebut memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan sebagian besar adalah endemik Halmahera. Fauna-fauna endemik Halmahera yakni monyet, nuri, bayan, kastuari merah, dan kakaktua. Sedangkan flora endemiknya yakni matoa, gufasa, samama, dan cengkeh avo.

PENDAKIAN
Belum ada catatan mengenai pendakian mencapai puncak Gunung Buku Sibela. Kawasan yang tertutup dan belum tereksplor menjadi alasan utama sulitnya mendaki gunung ini. Catatan pendakian yang ada menyebutkan bahwa pendakian ke Gunung Buku Sibela lebih bersifat kepada penelitian. Terdapat tebing yang sangat curam yang membut pendakian sangat sulit untuk bisa mencapai puncak. Start pendakian terdapat di Resort Polhut Bacan.

Nama lain :
Elevasi : 2.118 mdpl
Lokasi : Maluku Utara
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Halmahera Selatan
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Provinsi Maluku Utara
Jalur pendakian : Resort Polhut Bacan
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Sibela
Lama pendakian : ?
Koordinat : 0°44’16.0″S 127°31’23.5″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Ibu & Gunung Gamalama

Maps

GUNUNG SANGEANG (SANGIANG API) (1.949 MDPL)

Gambar Gunung Sangian Api NTB
c: @expedisi_sangiang_api

GUNUNG SANGEANG (1.949 MDPL)
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Gunung Sangeang atau Sangeang Api adalah sebuah gunung api tipe A yang terletak di Pulau Sangeang, NTB. Pulau Sangeang sendiri masuk dalam kawasan Kabupaten Bima. Gunung Sangeang memiliki ketinggian 1.949 mdpl dan menjadi satu-satunya gunung dalam sebuah pulau. Pulau Sangeang adalah pulau kecil dengan luas 153 km2. Gunung Sangeang tercatat meletus pada tahun 1512, 1988, 1989, 2012, dan terakhir pada Mei 2014.

Keberadaan gunung api di suatu pulau yang dikelilingi perairan ini memiliki kisah legenda yang harus dilestarikan. Kisah tersebut yakni tentang dua saudara yang telah terpisah lama. Dahulu ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh raja yang zalim. Tidak diperbolehkan ada bayi laki-laki di kawasan kerajaan. Suatu saat ada sepasang suami istri yang memiliki dua bayi laki-laki. Mengetahui peraturan tersebut, maka keduanya sepakat untuk pergi. Si suami pergi ke timur bersama satu bayinya, sedangkan si istri pergi ke barat bersama satu bayinya yang lain. Kedua bayi tersebut diberi masing-masing setengah batok kelapa dengan harapan suatu saat dapat saling berjumpa dan mengenali. Bertahun-tahun kemudian kedua bayi tersebut telah dewasa dan menjadi seorang kapten kapal. Mereka kemudian ditakdirkan kembali berjumpa. Namun mereka berdua berjumpa dalam kondisi saling berperang satu sama lain tanpa saling mengenal. Setelah semua awak kapal mati, dan menyisakan mereka berdua. Barulah keduanya menyadari bahwa mereka adalah saudara. Mereka melihat masing-masing setengah batok kelapa yang dibawanya. Akhirnya mereka pun berhenti berperang. Kemudian kapal mereka yang telah karam akibat peperangan berubah menjadi sebuah gunung yang bernama Gunung Sangeang.

PENDAKIAN
Hal pertama yang harus dilakukan untuk bisa mendaki Gunung Sangeang yakni menuju Pulau Sangeang. Perjalanan dari Kota Bima, kemudian dilanjutkan menuju daerah Wera, lalu diteruskan menuju pantai. Berada di pantai tersebut ada sebuah pos untuk pendakian atau Kantor Kepala Desa. Setelah pendaftaran, selanjutnya kita akan menyeberang menggunakan perahu mesin menuju Pulau Sangeang.

Pulau Sangeang dihuni oleh beberapa KK saja yang hidup dengan rumah panggung beratap rumbia. Telah ada beberapa pos pendakian yang dibuat khusus pendakian, yakni Pos Tengengeng, Pos Padang Ilalang, dan Pos Basecamp. Meski telah tersedia pos-pos pendakian, namun gunung ini masih jarang didaki oleh pendaki, karena memang lokasinya yang jauh dan kondisi gunung yang panas. Sedikit sekali tumbuhan maupun pohon yang ada di trek pendakian. Cuaca di gunung cenderung panas karena memang tidak jauh dari titik permukaan laut. Mungkin alasan tersebut menjadikan Gunung Sangeang dijuluki Gunung Sembilan Matahari.

PUNCAK
Puncak Gunung Sangeang ada dua yakni Doro Mantoi (1795 mdpl) dan Doro Api (1949 mdpl). Trek menuju puncak adalah trek gersang batu dan pasir. Jarak antar kedua Puncak Sangeang cukup jauh.

Nama lain : Sangeang Api, Sangiang, Sang Hyang, Gunung Sembilan Matahari
Elevasi : 1.949 mdpl
Lokasi : NTB
Jenis : Stratovolcano Tipe A, Pulau Vulkanik
Pengelola : Pemerintah Bima
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Kaki gunung Sangeang
Tempat Ikonik :
Puncak : Doro Mantoi dan Doro Api
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 8°11’49.6″S 119°04’10.8″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Bukit Pergasingan & Gunung Tambora

Maps

GUNUNG BATU DAYA (1.116 MDPL)

Gambar Gunung Batu Daya
c: @cay_wiratama

GUNUNG BATU DAYA (1.116 MDPL)
Di Provinsi Kalimantan Barat

Gunung Batu Daya adalah gunung yang berada di Ketapang, Kalimantan Barat. Gunung ini adalah sebuah batu raksasa dan bukan seperti gunung pada umumnya yang berteksturkan tanah melainkan seluruhnya adalah batu. Gunung ini berdekatan dengan salah satu aset alam yang berharga lainnya di Kalimantan Barat, yakni Gunung Palung. Keduanya sama-sama masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Gunung Batu Daya lokasi lengkapnya berada di antara perbatasan Kecamatan Laor dan Kecamatan Sukadana (Kab. Ketapang), Simpang Hilir, Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Nama Batu Daya bukan tanpa silsilah atau sejarahnya. Ada mitos yang menceritakan bahwa nama tersebut berasal dari sebuah batu kecil yang membesar menjadi sebesar gunung. Tapi itu hanya sekadar mitos dan kepercayaan masyarakat setempat. Nama “Batu Daya” sendiri menurut penduduk yakni memiliki pengertian ‘batu yang memperdaya’. Pasalnya pada lokasi pandang tertentu, jika dilihat dari tempat yang berbeda maka terlihat bentuk yang berbeda pula pada gunung tersebut. Bila kita berlayar dari Pontianak atau Pulau Karimata, maka Bukit Batu Daya ini tampak menonjol pada gugusan Gunung Palung, karena bentuknya yang kokoh bersegi seperti gantang, yaitu takeran padi. Namun bentuk yang paling populer yakni bentuk menyerupai sebuah punggung unta. Oleh sebab itu Batu Daya dijuluki juga dengan “Bukit Unta” atau “Tebing Unta”.

Gunung Batu Daya juga memiliki cerita legenda yang berkembang di tengah masyarakat. Dahulu ada sebuah keluarga yang hanya terdiri dari ibu dan satu anaknya saja yang masih berumur 3 tahun. Anak itu bernama Daya. Keluarga itu tinggal di sebuah kampung di Kalimantan Barat. Suami ibu itu sudah lama meninggal sehingga ibu itu harus hidup berdua saja dengan anaknya yang masih kecil. Setiap melakukan pekerjaan dan pergi dari rumah, ibu itu selalu membawa anaknya. Suatu ketika si ibu hendak mencuci pakaian di sungai. Ia pun membawa turut serta anaknya. Sesampainya di tepian sungai, ibu itu meletakkan anaknya yang masih kecil di atas sebuah batu yang cukup besar dan atasnya berbentuk datar sehingga bisa untuk duduk dan meletakkan cuciannya yang banyak. Ibu itu pun disibukkan dengan urusan mencucinya sampai ia lupa untuk memperhatikan anaknya. Anaknya pun lantas memanggil si ibu “Mak…junjung batu!!” lalu ia menjawab “Ya..”, sekali lagi anak itu memanggil “Mak..junjung batu!!” kembali si ibu menjawab “Ya!” hingga beberapa kali anak itu memanggil ibunya namun si ibu sedang sibuk dengan cuciannya. Lama kelamaan suara anak tersebut semakin kecil dan menghilang, barulah si ibu sadar kalau ia benar-benar dipanggil anaknya. Lantas ia menoleh ke belakang dan betapa kagetnya ibu itu ketika melihat batu tempat anaknya duduk telah berubah menjadi batu yang teramat besar bahkan sebesar gunung. Dan anaknya pun tak terlihat batang hidungnya lagi. Kemudian gunung itu dijuluki gunung “Batu Daya”. Penduduk sekitar memiliki kepercayaan bahwa Gunung Batu Daya adalah gunung keramat. Oleh sebab itu setiap tahun rutin diadakan ritual untuk mempertahankan budaya kepercayaan tersebut.

PENDAKIAN
Bagi para pemanjat tebing atau rock climber, nama Gunung Batu Daya sudah tidak asing lagi. Si Unta ini menjadi lokasi yang sangat menawan bagi para pemanjat tebing. Namun di balik semua itu ternyata Tebing Unta ini dibilang sangat ekstrim dan bahaya. Tercatat beberapa pemanjat tewas akibat terjatuh saat memanjat. Tahun 1987 Ekspedisi Wanadri menyelesaikan pemanjatan Tebing Bukit Batudaya dan tahun 1998 Ekspedisi UKL UNPAD kehilangan satu anggotanya, Yanto Martogi Sitanggang yang tewas terjatuh dari Bukit Batu Daya. Kemudian pemanjat tebing dari UI juga meninggal akibat terjatuh.

Tahun 2012, Pemanjat tebing asal Jepang Ryosuke Obhu (25) dan Kenichiro Kosaka (24), keduanya juga mencoba memanjat Tebing Unta tersebut namun gagal mencapai puncaknya. Baru pada tahun 2013 mereka berhasil menaklukan ketiga Puncak Batu Daya.

Nama lain : Bukit Batu Daya, Bukit Unta, Tebing Unta
Elevasi : 499 mdpl
Lokasi : Kalimantan Barat
Jenis : Monolit
Pengelola : Taman Nasional Gunung Palung (TNGP)
Keistimewaan : Favorit bagi para pemanjat tebing
Jalur pendakian :
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Batu Daya
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 1°00’39.2″S 110°19’47.9″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Kelam & Gunung Bawang

Maps

GUNUNG KELAM (1.002 MDPL)

Gambar Gunung Kelam
c: @dyanaacantiilaa

GUNUNG KELAM (1.002 MDPL)
Di Provinsi Kalimantan Barat

Gunung Kelam atau lebih populer disebut Bukit Kelam adalah sebuah monolit atau “batu raksasa” yang terdapat di Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Kalbar. Gunung batu raksasa ini berdiri dengan elevasi 1.002 mdpl sekaligus menjadikan gunung ini sebagai monolit atau gunung batu raksasa tertinggi di dunia. Dunia internasional lebih mengenal gunung batu “Ayers Rock” di Australia sebagai batuan terbesar di dunia. Namun kenyataannya Ayers Rock hanya setinggi 863 mdpl, sedangkan Bukit Kelam setinggi 1.002 mdpl

Bukit Kelam berada di antara dua sungai besar yakni Sungai Melawi dan Sungai Kapuas. Bukit Kelam dikelola oleh Taman Wisata Alam Bukit Kelam (atau disebut juga Hutan Wisata Bukit Kelam). Penyebutan “Kelam” dikarenakan warna gunung ini yang gosong kehitaman.

PENDAKIAN
Bukit Kelam berdiri kokoh membentang dari barat ke timur, dan untuk mendakinya tidak akan sulit karena telah dibuat tangga besi menuju puncak. Trek tangga berada di dinding bukit yang memiliki kemiringan 90 derajat. Hanya diperlukan 4-5 jam untuk mencapai Puncak Bukit Kelam. Pendakian pertama gunung batu ini adalah pada tahun 1800-an oleh sekumpulan peneliti dari Belanda.

Kawasan Bukit Kelam terdapat banyak spesies tumbuhan dan hewan. Salah satu yang khas adalah adanya 14 spesies dari tumbuhan Kantung Semar. Jumlah ini dianggap sebagai yang terbanyak dalam satu kawasan. Selain itu juga ada spesies Anggrek Hitam yang langka.

PUNCAK
Puncak Bukit Kelam berbentuk memanjang. Saat di puncak bisa terlihat jelas pemandangan Kota Sintang dan juga Sungai Melawi dan Kapuas. Spot di Bukit Kelam juga dijadikan lokasi untuk Paralayang dan Panjat Tebing.

Lereng bukit Kelam juga terdapat spot alam lain berupa air terjun, candi, dan juga gua. Selain itu ada pula tempat wisata rohani katolik di kaki bukit, dan juga ada Rumah Panjang khas Adat Dayak.

Nama lain : Bukit Kelam
Elevasi : 1.002 mdpl
Lokasi : Kalimantan Barat
Jenis : Monolit (gunung batu)
Pengelola : Taman Wisata Alam Bukit Kelam
Keistimewaan :
• Gunung batu raksasa tertinggi di dunia
• Habitat bagi 14 spesies tumbuhan Kantung Semar
Jalur pendakian : Kelam Permai
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Bukit Kelam
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 0°04’25.9″N 111°39’18.0″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Batu Daya & Gunung Bawang

Maps

GUNUNG BAWANG (1.406 MDPL)

Gambar Gunung Bawang
c: @inisial_ss

GUNUNG BAWANG (1.406 MDPL)
Di Provinsi Kalimantan Barat

Gunung Bawang adalah sebuah gunung dengan ketinggian 1.406 mdpl yang terletak di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Bentuk gunung memanjang sejauh 18 km dan berlapis-lapis, oleh sebab itulah gunung ini dinamakan Gunung Bawang, karena bentuknya seperti “bawang” yang berlapis-lapis. Gunung Bawang sendiri berupa tujuh lapis bukit dengan puncak tertinggi adalah di ketinggian 1.406 mdpl.

Gunung Bawang dianggap sebagai gunung keramat bagi masyarakat Dayang Bengkayang. Konon, Jubata (Dewa Suku Dayak) turun ke dunia dan menempati Gunung Bawang. Mulai dari situlah masyarakat Suku Dayak setempat menganggap Gunung Bawang sebagai tempat keramat.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Bawang tersedia melalui Desa Madi, Kecamatan Lumar (di sisi timur), Desa Suka Maju/Singkabang, Kecamatan Bengkayang, dan Desa Suka Bangun, Kecamatan Sungai Betung. Jalur Desa Suka Bangun adalah jalur pendakian paling populer. Sama halnya dengan mayoritas pendakian gunung di Kalimantan, pendakian Gunung Bawang juga adalah menyusuri hutan lebat. Beberapa jenis pohon besar akan kita temui di antaranya adalah Pohon Tengkawang dan Pohon Gaharu. Beberapa tumbuhan eksotis khas Kalimantan seperti Kantung Semar dan Anggrek Bulan juga banyak terdapat di hutan Gunung Bawang. Hutan di Gunung Bawang juga terkenal dengan hasil kayu yang dinamakan Kayu Belian atau Kayu Besi. Dijuluki ‘besi’ karena kokoh seperti besi.

PUNCAK
Puncak gunung ini bernama Puncak Bawang Raya. Gunung Bawang sendiri memiliki 4 puncak, namun yang paling populer adalah Puncak Bawang Raya.

Nama lain : Bukit Bawang
Elevasi : 1.406 mdpl
Lokasi : Kalimantan Barat
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Bengkayang
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Madi, Desa Suka Maju/Singkabang, dan Desa Suka Bangun
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Bawang Raya
Lama pendakian : 1 hari
Koordinat : 0°53’30.4″N 109°23’46.3″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Niut & Gunung Palung

Maps