Tag Archives: 1-3 HARI

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)

Gambar Alun-Alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango
c:@ganazturi

GUNUNG GEDE-PANGRANGO (3.019 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Gede-Pangrango adalah dua buah gunung yang menjadi satu kesatuan sebagai Taman Nasinal Gede Pangrango (TNGP). Gunung ini menjadi kawasan konservasi pada 1980 dan menjadi taman nasional pertama dan tertua di Indonesia. Puncak Gunung Gede adalah 2.958 mdpl, sedangkan puncak Gunung Pangrango adalah 3.019 mdpl. Kedua gunung ini menjadi yang tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat. Gunung Ceremai ada di posisi pertama. Gunung Gede-Pangrango sendiri terletak secara administratif di Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Gunung Gede-Pangrango merupakan gunung stratovolcano tipe A. Letusan terakhir tercatat yakni pada tahun 1957. Pada Puncak Gede adalah berupa kawah yang masih aktif dan mengeluarkan asap belerang. Sedangkan Puncak Pangrango adalah lapangan kawah mati.

Pendakian pertama gunung ini adalah pada tahun 1819 oleh seorang Peneliti Belanda yang juga nantinya menjadi Pendiri Kebun Raya Bogor, C.G.C. Reinwardt. Kemudian pada tahun 1830 kawasan sekitar Gede Pangrango dijadikan Kebun Raya Cibodas.

PENDAKIAN
Karena merupakan kawasan konservasi, pendakian akan melalui vegetasi yang beraneka ragam dan berbeda dari gunung-gunung lainnya. Pendakian Gunung Gede Pangrango tidak semudah mendaki gunung lain. Pendakian Gede-Pangrango harus melalui izin (SIMAKSI) terlebih dahulu pada jauh-jauh hari. Selain itu untuk pendakian biasanya juga ditutup untuk beberapa bulan dalam setahun demi menjaga kelestarian.

Jalur pendakian Gunung Gede-Pangrango ada tiga yakni Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana. Jalur Cibodas adalah jalur resminya. Melalui jalur ini kita bisa menjumpai beberapa spot wisata yang menjadi ikonik di Gede-Pangrango di antaranya yakni Telaga Biru (sebuah telaga dengan air berwarna biru jernih akibat ganggang di dalamnya), Air Terjun Cibeureum setinggi 50 meter, Air Panas di tebing curam, dan Kandang Badak (camping ground).

Trek di kaki gunung adalah berupa trek dengan pepohonan besar dan tinggi, suhu akan terasa dingin karena kerapatan vegetasi yang ada. Gunung Gede-Pangrango memiliki banyak sekali spesies hewan dan tumbuhan. Spesies burung sendiri mencapai 251 jenis.

PUNCAK
Puncak Gede (2.958 mdpl) dan Puncak Pangrango (3.019 mdpl) dihubungkan oleh sebuah jalur bernama “Kandang Badak” di ketinggian 2.400 mdpl. Puncak Gede terdapat beberapa kawah yang bernama: Kawah Ratu, Kawah Wadon, Kawah Lanang, dan Kawah Baru. Tidak jauh dari bibir kawah Gunung Gede, terdapat sebuah lembah yang luas dan sangat indah yang dinamakan “Alun-Alun Suryakencana” di ketinggian 2.750 mdpl. Sedangkan Puncak Pangrango adalah sebuah kawasan kawah mati yang membentuk sebuah lapangan yang luas dan ditumbuhi tumbuhan perdu dan edelweis, lokasi ini dinamakan “Lembah Mandalawangi”. Lembah Mandalawangi adalah lokasi favorit seorang legenda pendaki Indonesia sekaligus aktivis pada masa orde lama yang meninggal secara tragis di puncak Gunung Semeru pada tahun 1969, Soe Hok Gie.

Nama lain : Gedeh, Ageung, atau Agung
Elevasi : 3.019 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP)
Keistimewaan : Gunung tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Barat
Jalur pendakian : Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri, dan Jalur Selabintana
Tempat Ikonik : Telaga Biru, Air Terjun Cibeureum, Kandang Badak, Alun-Alun Suryakencana, Lembah Mandalawangi
Puncak : Puncak Gede, Puncak Pangrango
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 6°47’23.2″S 106°58’58.9″E dan 6°46’10.7″S 106°57’50.6″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Tampomas & Gunung Parang

Maps Puncak Gede

Maps Puncak Pangrango

GUNUNG PATAH (2.817 MDPL)

Gambar Gunung Patah Bengkulu
c:@galeripendaki_

GUNUNG PATAH (2.817 MDPL)
Di Provinsi Bengkulu

Gunung Patah merupakan gunung berjenis stratovolcano tipe B dan berketinggian 2.817 mdpl, cukup tinggi untuk seukuran gunung api. Gunung ini masuk dalam kawasan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan.

Terdapat gunung api lain di sisi selatan Gunung Patah yakni Gunung Api Dempo. Gunung Api Dempo merupakan gunung tertinggi di Sumatera Selatan dan juga merupakan stratovolcano. Begitupun dengan Gunung Patah, yang memiliki ketinggian tidak jauh beda dengan Gunung Dempo, juga memiliki peranan penting bagi kehidupan hayati dan sosial. Jika ada Dempo di Sumsel, maka ada Gunung Patah di Bengkulu. Gunung Patah menjadi yang tertinggi di Provinsi Bengkulu tentunya, terlepas dari wilayah antar-provinsi yang membagi gunung ini.

Tahun 1989, Gunung Patah tertangkap kamera pilot yang menerbangkan pesawat di atasnya tengah menampakkan kegiatan vulkanik dan terjepret ada sebuah kawah di puncaknya. Pada saat itu baru diketahui kalau Gunung Patah adalah gunung api yang aktif. Tahun 1994 Gunung Patah mengalami aktivitas erupsi, dan hingga sekarang belum tercatat kembali erupsi.

Gunung Patah masuk dalam kawasan Hutan Lindung Raje Mendare yang terbentang dalam Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan. Beberapa artikel menuliskan bahwa pada kawasan Raje Mendare ini terdapat candi terbesar di dunia yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Namun cerita ini masih misteri karena memang belum terbukti otentik mengenai peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Gunung Patah yang terletak di perbatasan provinsi ini memiliki peran penting, yakni sebagai main system, yang mengalirkan air ke kedua provinsi tersebut, yaitu Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumsel.

PENDAKIAN
Gunung Patah bisa dikatakan sebagai gunung yang perawan, karena sampai 2017 belum ada cerita tentang pendakiannya. Beberapa pendakian tidak mencapai puncak Gunung Patah karena sulitnya medan. Beberapa yang lain adalah pendakian untuk berburu saja, atau mencari kayu oleh penduduk lokal.

Maret 2017 telah dilakukan pendakain hingga ke puncak Gunung Patah. Jalur yang dibuka adalah melalui Dusun Karya Tani (atau Rantau Dedap) dengan basecamp rumah Pak Soe (kepala desa setempat).

Perjalanan awal terhitung pada ketinggian 1.918 mdpl, terbilang cukup tinggi untuk start pendakian. Namun selanjutnya, karena kerapatan vegetasi dan jalur yang liar maka pendakian menjadi tidak mudah.

Beberapa satwa yang ada di Gunung Patah antara lain adalah owa, siamang, rusa, beruang madu, macan tutul dan juga tumbuhan khas Sumatera yakni Rafflesia arnoldi. Selain itu pendaki juga bisa menemukan tumbuhan kantung semar, cantigi, anggrek, dan juga edelweis.

Vegetasi sangat rapat, kaki gunung adalah populasi bagi Pohon Rotan Manau. Berada pada trek pendakian juga bisa ditemui dua sungai besar yakni Sungai Padangguci dan Sungai Cawang Kidau. Pecat dan tawon tidak jarang ditemui sepanjang pendakian.

Pendakian sekaligus pembukaan jalur melalui Rantau Dedap tersebut memakan waktu 12 hari terhitung dari start hingga turun di basecamp, dan perjalanan total sekitar 18 km. Namun dapat disimpulkan jika jalur sudah ada dan telah mudah diakses, kemungkinan pendakian Gunung Patah bisa diselesaikan dalam 2-4 hari.

Terdapat jalur lain untuk melakukan pendakian Gunung Patah, yakni jalur melalui Desa Candi di Kabupaten Lahat (Sumsel).

PUNCAK
Puncak Gunung Patah terdapat kawah. Sisi barat di ketinggian 2.600 mdpl terdapat sebuah kawah kaldera, dan lokasi ini dikatakan sebagai Puncak Kawah. Lalu di sisi selatan di ketinggian 2.550 mdpl juga terdapat kawah yang terisi air dan lokasi ini pun dikatakan sebagai Puncak Danau, atau disebut juga dengan Danau Tumutan Tujuh. Pendakian menuju puncak ini kita akan memutari bibir kawah yang miliki luas 2 hektar dan masih mengepulkan asap.

Gunung Patah juga memiliki mitos sama dengan beberapa gunung lain di Sumatera. Mitos yang cukup kental menjadi bumbu di sosial masyarakat yakni tentang keberadaan suku manusia pendek di Gunung Patah. Masyarakat lokal menyebutnya “sindai” atau “gugu”.

Sebagai pusat informasi pendakain Gunung Patah, disarankan untuk menghubungi Mapala Universitas Bengkulu (KAMPALA).

Nama lain : Bukit Patah
Elevasi : 2.817 mdpl
Lokasi : Bengkulu, Sumsel
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Hutan Lindung Raje Mendare
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Provinsi Bengkulu
Jalur pendakia : Dusun Karya Tani, Desa Candi
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Kaldera Patah
Lama pendakian : 2-4 hari
Koordinat : 4°15’26.3″S 103°18’16.7″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Kaba & Gunung Daun

Maps

GUNUNG KERINCI (3.805 MDPL)

Puncak Gunung Kerinci Jambi
c: @mountainkerinci

GUNUNG KERINCI (3.805 MDPL)
Di Provinsi Jambi

Gunung Kerinci memiliki ketinggian 3.805 mdpl. Ini adalah ketinggian di atas rata-rata gunung di Indonesia dan masuk dalam kategori gunung sangat tinggi. Oleh karena itu Gunung Kerinci didapuk sebagai gunung tertinggi kedua di Indonesia, tentunya setelah Gunung Jaya Wijaya di bumi Papua.

Gunung Kerinci merupakan gunung berjenis stratovolcano tipe A, yakni gunung api yang masih aktif dan bentuknya kerucut menjulang tinggi. Selain menjadi tertinggi kedua se-Indonesia, Gunung Kerinci juga adalah gunung tertinggi pertama di Pulau Sumatera dan juga sebagai gunung api (volcano) tertinggi pertama di Indonesia. Karena Gunung Jaya diketahui bukanlah gunung api melainkan gunung batu (puncaknya diselimuti es).

Predikat-predikat super wow yang melekat pada Gunung Kerinci tersebut, menjadi alasan bagi pendaki Indonesia untuk wajib mendaki Gunung Kerinci.

Gunung Kerinci masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Secara administrative, Gunung Kerinci masuk dalam wilayah Provinsi Jambi, dan perbatasan Sumatera Barat. Namun, sebagian besar adalah masuk wilayah Jambi. Sedangkan kawasan konservasi TNKS sendiri mencakup 4 provinsi yakni Provinsi Jambi, Sumbar, Sumsel, serta Bengkulu.

Kaki Gunung Kerinci dikelilingi oleh ratusan hektar perkebunan the yang sangat luas, dan bahkan mendulang predikat sebagai perkebunan teh terluas di dunia. Gunung Kerinci juga terkenal dengan satwa endemiknya yakni Harimau Sumatera. Oleh sebab itu di kaki gunungnya, di salah satu pintu masuk jalur pendakian, terdapat patung Harimau.

Gunung Kerinci tercatat letusan terakhirnya yakni terjadi pada tahun 2009 yang lalu. Jika dilihat dari elevasi gunungnya, maka letusan Kerinci bisa sangat berbahaya, karena semakin besar gunung api maka letusannya bisa pula semakin besar.

Pendakain Gunung Kerinci pertama kalin yang tercatat adalah pada tahun 1877 yakni yang dilakukan oleh pendaki Belanda. Hal tersebut semakin menguatkan bukti bahwa Belanda menjajah Indonesia benar-benar ingin memanfaatkan kekayaan alam Nusantara. Banyak sekali bukti pendaki-pendaki Belanda di masa lampau yang mendaki gunung-gunung di Sumatera.

Hutan di Gunung Kerinci adalah populasi dari pepohonan Mahoni, Pohon Cemara, ada juga bunga khas Sumatera yakni Rafflesia arnoldi yang sangat langka dan merupakan bunga terbesar di dunia. Selain itu ada pula Bunga Suweg raksasa. Satwa-satwa yang terdapat di Gunung Kerinci antara lain adalah Badak Sumatera, Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, beruang madu, macan tutul, siamang, monyet ekor panjang, serta burung-burung dengan lebih dari 300 spesies. Namun, di sini tidak tercatat adanya habitat Orangutan.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kerinci memiliki beberapa jalur yakni Jalur Kersik Tuo, dan juga Jalur Solok. Kersik Tuo adalah jalur utama dan yang paling populer. Sedangkan Jalur Solok tidak begitu dikenal dan jarang dilalui karena treknya yang susah dan ekstrim.

Kersik Tuo terletak di Kecamatan Kayu Aro. Start pendakian berada pada ketinggian 1.400 mdpl, sehingga jika dihitung-hitung maka pendakian menuju puncak adalah tinggal 2/3 dari ketinggian.

Start pendakian Kersik Tuo dimulai dari Pos R10 (nama pintu pos pendakian). Trek awal adalah perkebunan teh yang sangat luas, kemudian mulai masuk kawasan hutan dengan pepohonan yang rapat. Trek akan menanjak. Namun secara keseluruhan, trek jalur pendakian Kerinci tidak sulit karena jalurnya jelas, lebar, dan tidak liar.

Sebelum mencapai puncak, sekitar ketinggian 3.685 mdpl, kita akan menjumpai lokasi bernama Tugu Yudha. Lokasi tersebut adalah lokasi berdirinya sebuah tugu untuk memeringati seorang pendaki yang hilang dan tak pernah diketemukan.

PUNCAK
Setelah sampai di Puncak Kerinci, kita bisa melihat pemandangan Kota Jambi, Padang, Bengkulu, Danau Gunung Tujuh, Pegunungan Bukit Barisan, serta Laut Hindia. Pemandangan yang sangat komplet dilihat dari atap tertinggi Sumatera tersebut.

Puncak Kerinci terdapat sebuah kaldera yang cukup luas yakni berukuran sekitar 400×120 meter. Kaldera tersebut berisi air dan membentuk semacam rawa atau danau berwarna hijau. Danau tersebut bisa dikatakan sebagai danau tertinggi di Sumatera.

Gunung Kerinci juga memiliki mitos yang berkembang di tengah masyarakat, yakni mitos tentang adanya manusia pendek penghuni Gunung Kerinci. Para pendaki wajib datang ke Gunung Kerinci karena Gunung Kerinci merupakan salah satu yang paling banyak keistimewaannya.

Nama lain : Kerintji, Kurinci, Kerinchi, Korinci, Gunung Gadang, Puncak Indrapura
Elevasi : 3.805 mdpl
Lokasi : Jambi
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS)
Keistimewaan :
• Gunung tertinggi kedua se-Indonesia
• Gunung api tertinggi pertama di Indonesia
• Gunung tertinggi pertama se-Sumatera
• Danau tertinggi di Sumatera
• Kebun teh terluas di dunia
Jalur pendakian : Jalur Kersik Tuo, dan Jalur Solok
Tempat Ikonik : Kebun teh Kerinci, Danau Kawah Kerinci
Puncak : Puncak Indrapura
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 1°41’48.8″S 101°15’52.0″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Kunyit & Gunung Masurai

Maps

GUNUNG TALAMAU (2.913 MDPL)

Puncak Gunung Talamau Talakmau Sumatera Barat
c:@coach_nany

GUNUNG TALAMAU (2.913 MDPL)
Di Provinsi Sumatera Barat

Gunung Talamau merupakan gunung api yang tidak aktif. Digolongkan tipe B. Gunung ini memiliki ketinggian 2.913 mdpl dan menjadi yang tertinggi di Sumatera Barat. Gunung Talamau terletak di Kabupaten Pasaman Barat. Secara umum daerah Kabupaten Pasaman Barat tidak begitu populer dengan pendakian, mungkin itu menjadi alasan mengapa Gunung Talamau juga terdengar tidak begitu populer bagi pendakian. Namun di balik itu semua, gunung ini justru memiliki banyak keistimewaan yang gunung-gunung lain tidak miliki.

Gunung Talamau adalah gunung tertinggi di Sumatera Barat. Bagi pendaki rasanya wajib mendaki gunung ini, apalagi pendaki lokal. Selanjutnya, di puncak Gunung Talamau terdapat telaga yang jumlahnya ada 13, sekaligus menjadi telaga terbanyak di atas gunung se-Indonesia. Telaga ini adalah kaldera mati yang terisi air. Pendakian Gunung Talamau dikenal dengan pendakian dengan jalur terbersih. Hal ini dikarenakan jarangnya gunung ini didaki. Mata air dari aliran sungai sangat bersih. Vegetasi dari pepohonan yang rindang dan lebat. Tiga belas telaga di Puncak Gunung Talamau berada di ketinggian 2.759 mdpl yakni: Telago Biru, Biluah Parindu, Cindua Mato, Imbang Langik, Lumuik, Mandeh Rupiah, Puti Bungsu, Puti Sangka Bulan, Rajo Dewa Satwa, Siuntuang Sudah, Tapian Puti, Mambang Surau, Sutan Bagindo. Pada musim hujan telaga-telaga itu akan terisi air, namun jika sedang tidak hujan maka beberapa akan kering.

Kaki Gunung Talamau juga memiliki spot alam yang eksotis yakni air terjun yang bernama Puti Lenggo Geni yang airnya jatuh dari ketinggian 100 meter. Air terjun tersebut menjadi salah satu keistimewaan Gunung Talamau yang tidak dimiliki gunung-gunung lain.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Talamau bisa dilakukan melalui jalur Desa Pinagan, Desa Malampah, dan Desa Kinali. Jalur yang paling populer adalah Desa Pinagan. Sedangkan jalur lain masih belum tereksplor dan jarang dilalui.

Pendakian Gunung Talamau bisa dikatakan pendakian yang panjang karena titik start pendakian adalah pada ketinggian 320 mdpl, yang berarti masih sekitar 2.500 mdpl lagi menuju puncak. Rata-rata pendakian gunung ini adalah 1-3 hari, dari mulai start hingga turun lagi. Rute pendakian sudah jelas karena telah dipasang tanda atau papan penunjuk. Meskipun trek yang panjang dan menanjak, namun pemandangan alam yang masih liar dan kondisi trek bersih dari sampah manusia akan membuat pendakian semakin menyenangkan.

Beberapa hewan ikonik Gunung Talamau antara lain: rangkung, elang, orangutan, dan kura-kura. Vegetasi di kaki gunung antara lain adalah perkebunan jagung, pohon salak, dan kelapa sawit khas Sumatera.

Pendakian Gunung Talamau memiliki banyak spot air yang melimpah, oleh sebab itu para pendaki tidak perlu khawatir kekurangan persediaan air. Gunung Talamau juga dikenal dengan lokasi camping ground-nya yakni “Bukit Harimau Campo”

PUNCAK
Puncak Talamau ada tiga yakni Tri Martha, Rajawali, dan Rajo Dewa. Pemandangan yang dapat ditemukan dari puncak Gunung Talamau yakni pemandangan Gunung Pasaman dan juga kaldera-kaldera yang menjelma menjadi telaga menghiasi kaki-kaki Puncak Talamau.

Nama lain : Talakmau, Gunung Ophir
Elevasi : 2.913 mdpl
Lokasi : Sumatera Barat
Jenis : Volcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Pasaman Barat
Keistimewaan :
• Telaga di puncak gunung terbanyak di Indonesia
• Gunung tertinggi di Sumatera Barat
Jalur pendakian : Desa Pinagan, Desa Malampah, dan Desa Kinali
Tempat Ikonik : 13 telaga, Air terjun Puti Lenggo Geni, Bukit Harimau Campo
Puncak : Tri Martha, Rajawali, dan Rajo Dewa
Lama pendakian : 1-3 hari
Koordinat : 0°04’43.7″N 99°59’03.3″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Sago & Gunung Pasaman

Maps

GUNUNG LUBUK RAYA (1.825 MDPL)

Gunung Lubuk Raya Sumatera Utara
c: @exploretabagsel

GUNUNG LUBUK RAYA (1.825 MDPL)
Di Provinsi Sumatera Utara

Gunung Lubuk Raya adalah gunung dengan jenis stratovolcano tipe B. Gunung ini terletak di perbatasan Tapanuli Selatan dan Padang Sidempuan. Gunung Lubuk Raya memiliki ketinggian 1.825 mdpl. Kaki gunung adalah berupa perkebunan salak. Kawasan Gunung Lubuk Raya masuk dalam wilayah konservasi yakni Hutan Lindung Batang Toru.

PENDAKIAN
Jalur pendakian gunung Lubuk Raya terletak di Desa Sitaratoit, Kabupaten Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Sebenarnya untuk pendakian Gunung Lubuk Raya belum memiliki jalur resmi. Baru di 2017 dibuka jalur pendakian dengan basecamp di Desa Sitaratoit. Meski demikian, pendakian Gunung Lubuk Raya terbilang masih sulit. Alasannya adalah karena jarang ada pendakian, trek yang ada adalah susur hutan yang memakan waktu lama. Pendakian Gunung Lubuk Raya memakan waktu kurang lebih 2 hari.

Kaki gunungnya masih banyak terdapat satwa liar seperti siamang, kijang, dan harimau. Gunung ini di dalamnya juga terdapat bangunan peninggalan Belanda yang disebut Slider. Hal ini menandakan peneliti Belanda telah menyusuri gunung ini.

Nama lain : Lubuk Raja
Elevasi : 1.825 mdpl
Lokasi : Sumatera Utara
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Hutan Lindung Batang Toru
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Sitaratoit
Puncak : Puncak Lubuk Raya
Lama pendakian : 2 hari
Tempat Ikonik :
Koordinat : 1°28’40.9″N 99°12’35.7″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Pusuk Buhit & Gunung Sibual-Buali

Maps

GUNUNG PERKISON (2.828 MDPL)

Gambar Gunung Perkison Aceh

GUNUNG PERKISON (2.828 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Gunung Perkison adalah gunung tidak berapi (non-volcano). Gunung ini terletak di perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, yakni terletak di Kecamatan Badan (Aceh) dan Kecamatan Batang Serangan (Sumut). Gunung ini juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, namun letaknya berjauhan dengan Gunung Leuser. Posisi gunung ini menjauh di sisi Selatan.

Gunung Perkison berketinggian sekitar 2.828 mdpl, yang bisa dibilang cukup tinggi untuk pendakian. Namun gunung ini masih sangat jarang untuk pendakian. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut memang kurang populer untuk pendakian, ditambah lagi kondisi gunung yang sangat rapat akan vegetasi hutan.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Perkison terletak di Desa Lawe Harum. Treking untuk mendaki masih berupa hutan liar dan hutan lumut.

Pernah terjadi kasus beberapa pendaki gunung dari warga setempat atau lebih tepatnya pencari kayu alim (Kayu Gaharu: mengandung resin yang digunakan sebagai bahan parfum) hilang karena tersesat. Beberapa di antara mereka ditemukan selamat dan lainnya yang waktu itu belum ditemukan akhirnya ditemukan meninggal.

PUNCAK
Puncak Gunung Perkison masih ditumbuhi tumbuhan (pohon) lebat. Kita akan disuguhi pemandangan Sungai Alas dan pemandangan Kota Kutacane saat berada di puncak Gunung Perkison .

Nama lain : Phokisen, Pungongesong
Elevasi : 3.030 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Lawe Harum
Puncak : Puncak Perkison
Lama pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°37’20.7″N 97°51’26.5″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Bandahara & Gunung Abong-Abong

Maps