GUNUNG SABAMPOLULU (1.850 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Tenggara

Gunung Sabampolulu adalah sebuah gunung dengan ketinggian 1.850 mdpl yang terletak di Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kata “saba” memiliki arti “terbongkah”, sedangkan “Mpolulu” artinya “senjata semacam kapak”. Penamaan Sabampolulu tersebut berkaitan dengan sejarah asal-usul gunung itu sendiri yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Dahulu ada dua gunung yang saling berhadap-hadapan yaitu Gunung Sabampolulu dan Gunung Kamansope. Kedua gunung tersebut dijaga oleh jin yang kuat. Karena terjadi krisis air, penjaga Gunung Sabampolulu meminta air kepada penjaga Gunung Kamansope. Namun permintaan tersebut ditolak. Lantas terjadilah pertempuran antar kedua penjaga gunung tersebut yang mengakibatkan puncak Gunung Sabampolulu terbongkah.

PENDAKIAN

Pendakaian mencapai Puncak Sabampolulu bisa melalui Jalur Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena, yang berada di ketinggian 620 mdpl. Desa Tangkeno juga dikenal sebagai kawasan wisata. Selain menjadi titik pendakian, kawasan Tangkeno juga terdapat sebuah benteng yang dinamakan Benteng Tangkeno.

Pendakian Gunung Sabampolulu hanya membutuhkan waktu 2-3 jam saja untuk sampai pada puncak. Sebagian besar trek adalah bebatuan, karena memang Gunung Sabampolulu terbentuk atas batuan. Ada aliran sungai di kaki gunung dan juga ada sabana yang cukup luas. Beberapa satwa liar juga menghiasi di kaki gunung, seperti ayam hutan, rusa, dan juga kambing hutan. Masyarakat setempat meyakini bahwa kambing-kambing liar yang ada di Gunung Sabampolulu adalah hewan ternak milik jin penunggu Gunung Sabampolulu. Penunggu Gunung Sabampolulu dijuluki “Kowonuanu”, yang artinya adalah “penduduk alam sana”.

PUNCAK

Spot paling terkenal dan menjadi ikon Gunung Sabampolulu adalah puncaknya. Puncak Gunung Sabampolulu adalah berupa batuan besar yang bentuknya mirip mahkota. Bentuk mahkota tersebut adalah dua buah gunung batu yang saling berlapis. Lapis luar dijuluki “Watu Sangia” (artinya “batu penguasa”), lalu di atasnya atau lapis berikutnya dijuluki “Sangia Wita” (artinya “penguasa daratan”).

Keberadaan Watu Sangia dan Sangia Wita menjadi petunjuk bagi para nelayan. Nelayan-nelayan percaya jika Puncak Sabampolulu tersebut diselimuti awan, maka itu pertanda akan segera turun hujan.

Selain dua puncak utama, Gunung Sabampolulu juga memiliki puncak-puncak lainnya yakni Wumbu Tolimbu, Wumbu Tandasa, dan Dampala Barata.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Saba Mpolulu
Elevasi : 1.850 mdpl
Lokasi : Sulawesi Tenggara
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Bombana
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Tangkeno
Tempat Ikonik : Watu Sangia, Sangia Wita
Puncak : Watu Sangia, Sangia Wita, Wumbu Tolimbu, Wumbu Tandasa, dan Dampala Barata
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 5°18’30.5″S 121°57’20.3″E dan 5°17’52.8″S 121°55’36.8″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Mekongga

Maps

Maps