PEGUNUNGAN JAYA WIJAYA (4.884 MDPL)

Gunung Jawa Wiyaja Papua Puncak Soekarno Tembagapura
c: @imanuela.images

PEGUNUNGAN JAYA WIJAYA (4.884 MDPL)
Di Provinsi Papua

Pegunungan Jayawijaya terletak di Provinsi Papua. Pegunungan ini memiliki beberapa puncak yang tinggianya lebih dari 4.000 mdpl, di antaranya: Puncak Jaya (carstensz) 4.884 mdpl, Puncak Mandala 4.760 mdpl, Puncak Trikora 4.730 mdpl, Puncak Idenberg 4.673 mdpl, Puncak Yamin 4.535 mdpl, Puncak Carstenz Timur 4.400 mdpl. Carstensz Pyramid menjadi puncak tertinggi dan dijadikan salah satu 7 summits dunia.

Pegunungan Jayawijaya berjajar dengan Pegunungan Sudirman dan masuk dalam kawasan Taman Nasional Lorentz yang merupakan taman nasional terbesar se-Asia Tenggara. Taman nasional tersebut memiliki luas 25.056 km2.

Statistik menunjukan bahwa dalam pendakian Gunung Jayawijaya, pendaki asal Indonesia justru lebih sedikit ketimbang pendaki dari negara lain. Lebih dari 70% pendaki adalah pendaki luar, sedangkan sisanya adalah pendaki Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dan beberapa hal lain dalam birokrasi menjadi kendala utama mengapa pendaki lokal lebih sedikit. Selain karena Gunung Jayawijaya yang letaknya jauh di Hutan Papua, biaya yang harus dikeluarkan para pendaki juga benar-benar sangat mahal (malah sebagian besar pendaki berpendapat lebih murah untuk mendaki 7 summit di negara lain daripada ke Puncak Jaya).

PROSES IZIN PENDAKIAN
Menurut salah seorang senior Wanadri, untuk mendaki Gunung Jayawijaya terbilang sulit pada proses izinnya. Berikut beberapa surati izin yang harus didapatkan:
– Surat dari Kantor Menpora
– Surat dari Kapolri
– Surat dari BIA-Intelejen Indonesia
– Surat dari Menhutbun/PKA
– Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI)
– Surat rekomendasi dari Bakorstranasda
– Surat rekomendasi dari Kapolda
– Surat rekomendasi EPO
– Surat dari PT. Freeport Indonesia (PTFI)

buku 199 gunung

Surat izin tersebut harus didapatkan di Jakarta, Jayapura dan Timika. Mengapa prosesnya begitu rumit? pemerintah setempat mengatakan bahwa Pendakian Jayawijaya harus memperhatikan banyak kondisi dan situasi seperti cuaca, warga setempat, keamanan dan keselamatan, maka dari itu izinnya sangat sulit. Namun, hingga saat ini birokasi semakin dipermudah asalkan ada dana-nya. Hal ini juga yang menjelaskan kenapa pendakian gunung ini sangat mahal. Biasanya para turis menggunakan jasa atau agen pendakian yang akan mengurus semuanya, baik dari surat-surat izin dan juga semua perlengkapan pendakian. Bahkan ada juga jasa angkut menggunakan helikopter.
Bagi pendaki Indonesia yang ingin menjadi Puncak Carstensz bisa ikut serta dalam open trip beberapa komunitas pendakian atau bisa ikut bergabung dalam ekspedisi pendakian Mapala tertentu. Biaya tentunya ditanggung sendiri. Biaya yang perlu disiapkan berkisar 30-80 juta rupiah.

SETEMPAT/LOKAL
Berada di kaki Gunung Jayawijaya masih terdapat koloni masyarakat pedalaman yakni Suku Dani Papua. Suku ini merupakan suku tertua yang mendaki Gunung Jaya. Jika kita melakukan pendakian tanpa helikopter maka kita akan bertemu dengan Suku Dani.

PENELITIAN
Ahli Iklim dan Laut Indonesia, Dwi Susanto, dari University of Maryland, Washington DC, bersama dengan ahli gletser dunia, Prof Lonnie G. Thompson dari Byrd Polar Research Center-Ohio State University-AS berserta Dodo Gunawan, Kepala Bidang Penelitian Iklim dan Kualitas Udara (BMKG), Peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), serta staf BMKG yang sedang mengambil kuliah pasca-sarjana di Ohio State University melakukan penelitian dengan mengambil sampel es di Puncak Carsternsz, namun batal mengambil inti es di Puncak Cartenz tersebut lantaran ketebalan di puncak tertinggi itu kian menipis. Para peneliti memprediksikan bahwa salju abadi Carsternsz yang mulanya dianggap akan berumur ribuan tahun namun akan terjadi percepatan pencairan. Dwi pun menjelaskan jika melelehnya salju abadi itu terbilang paling cepat dibandingkan dengan melelehnya es di Puncak Pegunungan Kilimanjaro, Tanzania, Afrika. Para peneliti tersebut memprediksikan bahwa es di Puncak Pegunungan Jaya Wijaya akan meleleh sekitar 20 sampai 30 tahun lagi.

MISTERI
Pulau Papua terbentuk sekitar 60 juta-an tahun yang lalu. Papua menurut kisah dulu adalah sebuah lautan. Dahulu ada benua Laurasia dan Eurasia. Lalu kedua benua tersebut pecah karena tumbukan lempeng dasar lautan dan memisahkan Papua dengan Australia yang mulanya adalah satu. Hingga terbentuklah daratan menjulang sangat tinggi yang berada di Papua. Misteri Gunung Jayawijaya memang bukan hanya sekadar kisah mistis tapi juga sejarah panjang yang sangat menarik, pasalnya dari sejarah para peneliti bisa mencari tahu tentang keadaan sekarang dan masa depan.

PENDAKIAN
(Menggunakan Helikopter)

Start point heli dari Kota Enarotali atau Kota Timika. Kemudian turun di Yellow Valley. Dari Yellow Valley baru mulai pendakian berjalan kaki. Ada juga beberapa kota kecil di dekat basecamp Yellow Valley yang menerima start dengan heli yakni Ilaga, Bilogai, Beoga, Tsinga and Pinapa. Waktu yang diperlukan sekitar 10-15 menit saja untuk sampai Yellow Valley.

(Pendakian by trekking)
Pendakian dimulai dari Timika atau Nabire, lalu menuju Desa Sugapa/Ilaga. Kemudian dari Desa Sugapa atau Ilaga (2.300 mdpl) baru dilakukan trekking masuk ke dalam hutan. Start pendakian dengan trekking melewati hutan savana dan danau hingga mencapai Carstensz Pyramid Basecamp (4.300 mdpl) membutuhkan waktu 5 sampai 6 hari. Spot selanjutnya yang harus dilalui para pendakia yakni:
– Danau Biru (3.900 mdpl)
– Lembah Danau-Danau (4.200 mdpl)
– Yellow Valley (4.300 mdpl)
Terakhir adalah pendakian menuju puncak Jaya atau Puncak Cartensz Pyramid (4.884 mdpl)

TIPS PENDAKIAN CARSTERNSZ
– Aklimatisasi = penyesuaian suhu tubuh dengan suhu lingkungan (dilakukan di Danau Valley)
–Tiap naik 100 m = 1x bermalam untuk teknik aklimatisasi
– Ketinggian di atas 4000 mdpl suhu di bawah 0 derajat celcius oleh karena itu dibutuhkan fisik yang matang
– Persiapan sebelum ekspedisi yakni sekitar 3 bulan, meliputi: gym, kardio, pola makan

PENYAKIT
Beberapa kendala penyakit yang bisa menghadang yakni: pusing, radang dingin (frostbite), Mountain Sickness/ketinggian, Hipotermia (penurunan suhu tubuh drastis), tulang patah karena terpleset atau jatuh, gigitan hewan liar

PAKAIAN DAN PERLENGAKAPAN
Sepatu es/climbing (Misal: Koflach Artis Exepediton, atau Scarpa Inverno)
Fully Insulated Boot (Misal: K2 40 below, Outdoor Research Brooke Ranger)
Crampoon atau Tapak besi sepatu (Misal: Charlet Moser Super 12 Rapidfix Lanieres, Grivel G12 New-Matic, or Black Diamond Sabertooth)
Gaiter, Liner socks
Peralatan panjat: kapak es, carabiner, ascender, pellon, webbing, climbing hardness, trekking pole
Pakaian: weight underwear, lightweight underwear, heavyweight pile pants, down pants, down parka, gore-Tex Shell Pants & Shell Jacket with hood , sleeping bag, ransel, sarung tangan wool, kacamata.

Nama lain : Jaya, Carstensz
Elevasi : 4.884 mdpl
Lokasi : Provinsi Papua
Jenis : Gunung es tropis
Pengelola : Taman Nasional Lorentz
Keistimewaan : Puncak tertinggi di Indonesia, Salah satu 7 summits dunia
Jalur pendakian : Trekking via Ilaga/Sugapa, via helikopter turun di Danau Biru
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Jaya (carstensz), Puncak Mandala, Puncak Trikora, Puncak Idenberg, Puncak Yamin, Puncak Carstenz Timur
Nama gletser : Gletser Carstensz, Gletser Northwall Firn Barat, dan Gletser Northwall Firn Timur
Jenis Helikopter : Agusta Koala AW119 Ke, Eurocopter AS350 B3, Bell 212 Twin Huey, Bell 412SP kap. 300kg, Kamov KA-32A11BC,Bell 212 Eagle Single, kap. 800kg
Lama pendakian : 1 minggu
Koordinat : 4°05’04.7″S 137°11’11.7″E
Level pendakian : sulit

Maps

  • 98%
    - 98%
  • 99%
    - 99%
  • 97%
    - 97%
  • 97%
    - 97%
  • 98%
    - 98%
  • 98%
    - 98%
  • 100%
    - 100%
98.1%
Sending
User Review
0 (0 votes)