GUNUNG RINJANI (3.726 MDPL)
Di Provinsi Nusa Tenggara Barat

Gunung Rinjani adalah gunung tertinggi ketiga di Indonesia, dan juga menjadi Gunung Api tertinggi kedua setelah Gunung Kerinci di Jambi. Selain itu juga menjadi yang tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Gunung Rinjani terletak di Pulau Lombok, NTB dan secara administratif masuk dalam kawasan Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Barat, dan Kabupaten Lombok Tengah. Gunung Rinjani masuk dalam kategori Gunung Api Maar dan bertipe A. Kawasan Gunung Rinjani dijadikan sebagai kawasan konservasi dan dinamakan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Ada sebuah kaldera raksasa seluas 3500 x 4800 meter yang di dalamnya berisi sebuah danau bernama “Segara Anak” dan sebuah Gunung Api kecil bernama “Gunung Barujari”. Kaldera raksasa tersebut memanjang dari timur ke barat.

Danau Segara Anak memiliki luas 11.000 m2 dan kedalaman maksimum 230 meter. Air dari Segara Anak mengalir ke bawah gunung dan menghasilkan beberapa mata air dan juga air terjun. Berada di dalam danau tersebut terdapat banyak ikan mas dan mujair dan tak sedikit pendaki yang memancing dan menjadikan ikan-ikan tersebut sebagai santapan yang mantap.

Bagian selatan Segara Anak disebut dengan Segara Endut. Kemudian, di bagian timurnya berdiri Gunung Barujari atau disebut juga Gunung Tenga yang memiliki kawah berukuran 170 x 200 m dan elevasi 2.376 mdpl. Selain itu ada juga Gunung Mas atau Gunung Rombongan dengan elevasi 2.110 mdpl yang terletak tidak jauh dari Gunung Barujari. Kawah Gunung Barujari masih aktif mengeluarkan asap. Tercatat tahun 1994, 1996, 2004, 2009, dan terakhir 2015, Gunung Barujari meletus dan memuntahkan abu vulkanik.

Gunung Barujari mulai muncul yakni tahun 1944. Beberapa letusan Gunung Barujari tidak berdampak langsung, namun banjir lahar dingin yang disalurkan ke bawah gunung menjadi ancaman serius bagi masyarakat setempat. Rekahan jalur lahar membentuk sebuah tebing lembah yang dinamakan Kokok Putih. Kokok Putih sendiri kemudian disebut sebagai Sungai Kokok Putih. Selain itu pula aliran sungai lain yakni Sungai Batusantek.

Gunung Rinjani sendiri adalah sebuah gunung di sisi kaldera raksasa yang di dalamnya ada Segara Anak. Puncak Rinjani berbentuk kerucut dan terdapat kawah dan di salah satu sisinya tergerus sangat dalam dan mengarah ke Segara Anak. Gerusan itu dinamakan “Tapal Kuda”. Jika dilihat dari atas terlihat bentuknya mirip ‘tapal kuda’. Kemudian gerusan atau longsoran di salah satu sisi Gunung Rinjani tersebut menjadi semacam lautan pasir yang dijuluki “Segara Muncar”.

Segara Anak di kelilingi tebing-tebing curam dan lahan datar yang cukup luas. Lahan datar inilah tempat camp para pendaki. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan oleh para pendaki. Selain memancing, pendaki juga bisa mandi di sumber air panas yang letaknya tidak jauh dari tempat camp Segara Anak. Ada pula beberapa gua yang disakralkan oleh masyarakat Rinjani, yakni Gua Susu, Gua Manik, dan Gua Payung. Gua Susu di dalamnya menetes air dari batu-batu yang bentuknya seperti puting susu oleh sebab itulah dinamakan Gua Susu. Gua Susu ini adalah tempat untuk bersemedi masyarakat setempat. Ada pula sumber air panas bernama Aik Kalak Pengkerman Jembangan. Air panas di lokasi tersebut memiliki tingkat panas yang berbeda-beda, hal ini disebabkan aliran air panas mengalir pada batuan yang membentuk anak tangga, sehingga tiap alirannya pada tiap anak tangga berbeda suhu panasnya. Sumber panas Aik Kalak ini digunakan untuk menyucikan benda-benda pusaka.

PENDAKIAN

Pendakian Gunung Rinjani paling populer adalah melalui Jalur Sembalun dan Jalur Senaru. Umumnya kedua jalur tersebut merupakan jalur naik-turun yang dijadikan satu paket pendakian. Jadi misalnya naik melalui Sembalun, maka turunnya lewat Senaru, atau sebaliknya. Jalur Sembalun memiliki karakteristik trek yang lebih landai dan panjang. Vegetasinya rendah dan berupa padang savana luas. Cuaca akan lebih panas namun sepanjang mata memandang adalah pemandangan yang luar biasa. Sedangkan Jalur Senaru adalah jalur yang lebih pendek, namun treknya didominasi trek menanjak.

Vegetasinya adalah kawasan hutan, sehingga cuaca lebih dingin. Kedua jalur tersebut, Sembalun dan Senaru, nantinya akan bertemu. Jalur Senaru memiliki trek yang dijuluki ‘Bukit Penyiksaan’, yakni trek naik-turun bukit yang sungguh menyiksa. Ada pula trek ‘Bukit Penyesalan’, yakni trek yang lebih menyiksa dari Bukit Penyiksaan sehingga pendaki seakan-akan merasa menyesal.

Jalur lain selain Sembalun dan Senaru adalah Jalur Torean, Jalur Timbanuh, serta Jalur Benang Stokel. Ketiga jalur tersebut adalah jalur tidak resmi. Jalur Torean adalah jalur yang berada di antara jalur Sembalun dan Senaru atau disebut juga jalur yang melewati rekahan kaldera, yakni melalui Kokok Putih. Sedangkan Jalur Timbanuh adalah jalur tebing yang sangat curam. Jalur ini disebut juga Jalur Selatan Rinjani. Jalur Timbanuh merupakan trek paling ekstrim dari semua jalur pendakian Gunung Rinjani. Kemudian, Jalur Benang Stokel adalah jalur yang baru dibuka dan masih minim informasi terkait jalur tersebut.

PUNCAK

Puncak Gunung Rinjani bernama Puncak Dewi Anjani. Pendakian summit attack menuju Puncak Dewi Anjani adalah trek dengan kontur batu berpasir yang sangat terjal. Jarak dari Segara Anak hingga puncak mencapai 700 meter. Sebelum mencapai puncak, biasanya para pendaki akan menginap di lokasi punggungan yang merupakan spot favorit untuk menikmati sunset, lokasi ini bernama Plawangan.

Dari Puncak Dewi Anjani, kita bisa melihat pemandangan Segara Anak dan Gunung Barujari. Melihat ke sisi lain nun jauh di sana ada Gunung Agung di Pulau Bali, dan Gunung Raung di Pulau Jawa. Sebaliknya di sisi berlawanan kita bisa melihat Gunung Tambora dengan kaldera besarnya.

Gunung Rinjani adalah gunung yang menjadi favorit para pendaki di Indonesia bahkan juga pendaki mancanegara. Selain dari spot alam yang sangat menakjubkan, mitos, legenda, sejarah asal usul Gunung Rinjani juga menjadi salah satu alasan lain mengapa banyak pendaki yang mau mendaki gunung ini.

Segara Anak di Gunung Rinjani menjadi gambar latar pada uang keras sepuluh ribu rupiah keluaran tahun 1998. Kawasan Wisata Gunung Rinjani juga memiliki banyak penghargaan dari dunia internasional yang berkaitan dengan wisata dan alam. Ada padang savana yang sangat indah di Jalur Sembalun, ada pula air terjun yang jumlahnya mencapai 20 buah, ada sumber air panas di beberapa tempat, dan masih banyak lagi yang lainnya.

SPOT UNIK

Beberapa spot unik yang ada di Gunung Rinjani antara lain:
– Bunut Ngengkang (Bunut = Beringin, Ngengkang = ngangkang), yaitu Pohon Beringin tinggi besar yang berbetuk seperti kaki yang mengangkang
– Montong Satas, yaitu Batu besar yang digunakan untuk orang duduk atau tiduran sembari mengingat-ingat kesalahan. Batu besar ini disebut juga “Batu Penyesalan”
– Sanggah Basong (Sanggah = Rusa, Basong = Anjing), yaitu binatang khas Rinjani berupa hewan rusa yang memiliki lima puting susu seperti Anjing. Dan juga bau hewan ini mirip anjing.
– Kali Mantong, yaitu buah straberry khas Gunung Rinjani
– Sandar Nyawa, yaitu nama sebutan bagi bunga Edelweis
– Segara Anak, adalah danau di bawah Puncak Rinjani. Segara artinya “Lautan”, sedangkan Anak, diartikan sebagai “miniatur”.

Masyarakat Sasak (suku asli Gunung Rinjani dan Pulau Lombok), khususnya yang tinggal di kaki Gunung Rinjani memberikan suatu penghormatan kepada Gunung Rinjani dengan cara menghadapkan rumah-rumah mereka ke arah Gunung Rinjani. Masyarakat Sasak mayoritas beragama Islam, dan sebagian kecil lain adalah hindu yang dibawa dari Bali. Masyarakat Hindu Rinjani mempunyai sebuah tradisi yakni Ritual Mulam Pakelem, yakni ritual menenggelamkan sesembahan ke Danau Segara Anak.

Bagi masyarakat muslim Lombok, Gunung Rinjani dianggap sebagai tempatnya para wali (gaib) dan tempat berdirinya kerajaan jin islam. Ada masjid yang tak kasat mata di kawasan Gunung Rinjani.
Nama ‘Rinjani’ memiliki kisah asal-usul yang cukup panjang, yakni berkaitan dengan Legenda Gunung Rinjani itu sendiri. Ada beberapa versi, pertama adalah Legenda Dewi Rinjani dan kedua adalah Legenda Dewi Anjani.

DEWI RINJANI

Dahulu, di Lombok ada seorang raja bernama Datu Tuan, dan istrinya bernama Dewi Mas. Pasangan tersebut tidak memiliki Anak. Lantas, Raja Datu Tuan memohon untuk menikah lagi, dan Dewi Mas merestuinya. Datu Tuan pun menikah lagi dengan seorang perempuan bernama Putri Sanggar Tutul. Namun, Dewi Mas, istri pertama si raja justru hamil tak terduga. Raja pun senang. Namun Putri Sanggat Tutul selaku istri muda tak senang dengan keadaan tersebut, lantas ia membuat sebuah konspirasi dengan mengatakan bahwa Dewi Mas telah berselingkuh dengan rakyat bernama Lok Deos. Raja percaya, dan mengusir Dewi Mas dalam keadaan mengandung. Dewi Mas pergi ke Pulau Bali dan melahirkan anak kembar laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki dinamakan Raden Nuna Putra Janjak, yang perempuan dinamakan Dewi Rinjani. Yang laki-laki mempunyai keris, dan yang perempuan mempunyai anak panah. Kedua anak tersebut tumbuh dewasa dan menjadi sakti. Suatu hari, Raden Nuna yang telah dewasa mengetahui perihal diusirnya ibundanya oleh raja yang juga ayahnya. Ia pun pergi ke Lombok untuk bertemu raja. Singkat cerita, raja menyesali perbuatannya yang dulu, lalu mengundang Dewi Mas dan anak-anaknya tinggal di kerajaan. Kemudian Raden Nuna naik tahta menjadi Raja. Suatu ketika Datu Tuan dan anak perempuannya, Dewi Rinjani, pergi ke gunung untuk bertapa. Namun hal aneh terjadi, Dewi Rinjani menghilang dan dijadikan ratu oleh kerajaan gaib. Dialah ratu di Gunung Rinjani.

DEWI ANJANI

Dewi Anjani adalah anak dari Resi Gotama dan Dewi Windradi. Ia memiliki saudara bernama Suwarsa (Subali) dan Guwa Resi (Sugriwa). Dewi Windradi, ibunya, telah berhubungan gelap dengan Bhatara Surya. Demi menutupi kenyataan tersebut, Bhatara Surya memberikan pusaka sakti “Cupumanik Astagina” kepada Dewi Windradi dan memerintahkannya untuk tidak memberitahu siapapun bahkan kepada anaknya sendiri. Namun Dewi Windradi justru memberikan pusaka tersebut kepada anak tercintanya, Dewi Anjani. Suatu saat Dewi Anjani sedang mencoba pusaka pemberian ibunya tersebut, lantas tak disengaja saudara-saudaranya melihat pusaka tersebut. Singkat cerita, semua rahasia perselingkuhan Dewi Windradi dan pusaka sakti terbongkarlah sudah. Resi Gotama murka dan mengutuk Dewi Windradi menjadi batu. Dan ketiga anaknya pun turut dikutuk, mereka dikutuk menjadi kera. Suatu ketika, Bhatara Guru sedang lewat di atas telaga dan ia melihat Dewi Anjani (kera) berperawakan kurus dan kering. Dilemparkanlah ‘daun sinom’ supaya dimakan Dewi Anjani. Deni Anjani memakannya dan hamil. Dari kehamilan itu lahirlah sosok kera putih bernama Hanoman. Dalam kisah ini Dewi Anjani menjadi ikon Gunung Rinjani dan dijadikan sebagai nama puncak tertinggi Gunung Rinjani.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Anjani
Elevasi : 3.726 mdpl
Lokasi : NTB
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Sembalun Development Community Center, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR)
Keistimewaan :
• Gunung tertinggi ketiga di Indonesia
• Gunung api tertinggi kedua di Indonesia
• Gunung tertinggi di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Jalur pendakian : Sembalun, Senaru, Torean, Timbanuh, dan Benang Stokel
Tempat Ikonik : Kokok Putih, Tapal Kuda, Segara Muncar, Gunung Baru Jari, Segara Anak, Bukit Penyiksaan, Bukit Penyesalan, Plawangan
Puncak : Puncak Dewi Anjani
Lama pendakian : 2-4 hari
Koordinat : 8°24’41.6″S 116°27’30.6″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Bukit Pergasingan & Gunung Tambora

Maps

Spread the love