GUNUNG NIUT (1.701 MDPL)

GUNUNG NIUT (1.701 MDPL)
Di Provinsi Kalimantan Barat

Gunung Niut adalah gunung tertinggi di Kalimantan Barat. Gunung ini terletak di Kabupaten Landak, Kalbar dan memiliki ketinggian 1.701 mdpl. Gunung Niut dikelilingi oleh beberapa gunung di antaranya Gunung Anggah, Gunung Semedun, Gunung Panggah, Gunung Sinjang, Gunung Sekaju, Gunung Sebabak, Gunung Bengkarun, Gunung Damus, dan Gunung Seraang. Gunung ini lumayan populer di kalangan pendaki lokal. Selain merupakan gunung tertinggi di Kalimantan Barat, Gunung Niut juga merupakan gunung dengan keanekaragaman hayati yang tinggi. Beberapa aliran sungai juga ada dalam kawasan Gunung Niut, yakni Sungai Landak, Sungai Tanggi, Sungai Katok, Sungai Sentai, Sungai Gotol, Sungai Sekayan, Sungai Biang dan Sungai Senbelida.

Menurut kisah para penduduk setempat, Gunung Niut adalah tempat pertempuran Panglima Dayak melawan penjajah. Ada beberapa yang berkata bahwa gunung ini angker. Menurut kisah yang beredar, Gunung Niut merupakan tempat kayau-mengayau (berburu kepala manusia) antar sesama suku dayak pada tahun 1800-an.

PENDAKIAN

Ada beberapa jalur pendakian Gunung Niut di antaranya: Jalur Dawar, Serimbu dan Balai Karangan. Jalur Dawur adalah jalur yang paling populer. Selain treknya yang mudah, pemandangan yang nanti akan ditemukan juga sangat beragam dan indah. Ketiga jalur pendakian tersebut mulanya dibuka oleh tim dari Mapala UNTAN (Universitas Tanjungpura) Pontianak pada tahun 80-an. Pendakian Gunung Niut sama seperti pada umumnya gunung-gunung di Kalimantan, yakni memiliki vegetasi hutan liar, dan memerlukan waktu pendakian yang cukup lama. Pendakian Gunung Niut memakan waktu 3-4 hari karena harus menyusuri hutan.

PUNCAK

Puncak Niut di 1.701 mdpl terdapat tugu triangulasi setinggi 1,5 meter yang terdapat tulisan “P 123”. Tugu beton ini menurut cerita dibuat pada tahun 60-an.

LEGENDA

Keberadaan Gunung Niut tidak terlepas dari sebuah legenda yang menceritakan asal-usul Gunung Niut itu sendiri. Gunung Niut erat kaitannya dengan kepercayaan masyarakat dayak setempat. Dahulu di Kalimantan Barat ada sepasang suami istri yang hidup bersama. Si istri sedang hamil. Suatu ketika si suami hendak menyembelih ayam untuk dijadikan masakan, namun sebelum menyembelihnya, ia menyiksa ayam tersebut dengan cara menusuk-nusuk wajah ayam tersebut hingga cacat. Tibalah si istri untuk melahirkan. Si ayah kaget bukan kepalang karena mendapati bayi perempuan yang baru dilahirkan istrinya memiliki wajah yang cacat seperti habis ditusuk-tusuk. Suami istri itu menamai anak mereka “Niut”. Niut pun beranjak dewasa. Suatu hari karena sering diejek dan malu terhadap wajahnya yang cacat, Niut pun nekat pergi ke dukun dan meminta agar wajahnya diubah menjadi cantik. Wajahnya pun berubah menjadi cantik namun sang dukun memperingatkan bahwa itu semua ada tumbalnya yakni setiap kali Niut menikahi laki-laki, maka laki-laki yang menjadi suaminya akan mati. Benar yang terjadi, Niut pun menikah dengan seorang laki-laki yang cukup kaya dan suaminya itu pun mati. Begitu terus menerus hingga suami kesembilan mati. Tibalah Niut akan menikah dengan laki-laki kesepuluh. Namun pada suatu hari sang laki-laki diberitahu oleh saudara Niut bahwa ia akan mati jika menikahi Niut. Untuk menghentikan petaka itu, si laki-laki harus menaruh 7 rupa daun dan diletakkan di bawah kasur tempat Niut tidur. Laki-laki itu pun melakukannya dan keesokan harinya Niut pun yang mati. Jenazah Niut dimakamkan di sebuah gunung yang kemudian dinamakan “Gunung Niut”.

buku 199 gunung

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Bukit Niut
Elevasi : 1.701 mdpl
Lokasi : Kalimantan Barat
Jenis : Gunung vulkanik purba tak aktif
Pengelola : Cagar Alam Niut-Penerissen (CAGN-P)
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Kalimantan Barat
Jalur pendakian : Jalur Dawar, Serimbu, Tamong, Sungkung dan Balai Karangan
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Niut
Lama pendakian : 1-3 hari
Koordinat : 1°00’08.3″N 109°56’00.2″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Palung & Gunung Kelam

Maps