GUNUNG MERAPI (2.930 MDPL)

GUNUNG MERAPI (2.930 MDPL)
Di Provinsi Jawa Tengah

Gunung Merapi adalah gunung teraktif di Indonesia. Hal ini dikarenakan letusannya yang rutin terjadi setiap 4 tahun sekali. Tercatat letusan Merapi terjadi pada 1994, 1998, 2001-2003, 2006, 2010. Beberapa letusan besar pernah pula terjadi pada tahun 1006,1786,1822,1872,1930. Tahun 1930 menewaskan 1400 orang.

Gunung Merapi menjadi salah satu gunung yang menjadi perhatian dunia karena masuk dalam jalur “Ring of Fire” serta merupakan gunung yang aktif meletus dalam rentetan tahun. Selain itu, banyaknya pemukiman yang berada tidak jauh dari Merapi menambah kenyataan tersebut semakin pelik. Tahun 2006, Gunung Merapi meletus dan menewaskan 2 orang yang terjebak di dalam bunker dan menghanguskan Kaliadem, Yogyakarta. Letusan tersebut membawa abu vulkanik dan mencapai Yogyakarta serta mengirim aliran lahar dingin melalui sungai-sungai besar menuju Kota Istimewa tersebut. Empat tahun kemudian, pada 2010, Gunung Merapi kembali meletus dan kali itu lebih dahsyat. Letusannya menghilangkan Puncak Merapi yang bernama Puncak Garuda. Awan panas atau yang sering disebut oleh masyarakat setempat “Wedhus Gembel” (istilah Jawa untuk Kambing domba, kiasan untuk awan yang seperti bulu domba) meluluhlantahkan Kaliadem dan menewaskan 341 penduduk. Salah satunya sang juru kunci Merapi itu sendiri, Mbah Maridjan. Mbah Maridjan ditemukan tewas tertimbun abu dalam posisi bersujud. Mbah Maridjan merupakan juru kunci yang diangkat oleh Sultan HB ke IX (Ayah dari Sultan HB X). Sejak kejadian Merapi mulai meletus di 2010, Mbah Maridjan tidak mau mengungsi dengan alasan ia-lah yang bertanggung jawab atas Merapi dan tidak ada yang bisa menyuruhnya untuk mengungsi meskipun Sultan HB X memintanya. Mbah Maridjan mengatakan bahwa Sultan HB X bukanlah raja yang memberikan titah untuk menjaga Merapi sehingga ia berhak menolaknya. Sedangkan raja yang memerintahkannya dahulu kini sudah tiada. Alhasil Mbah Maridjan tetap tinggal di Kaliadem beserta masyarakat yang turut menyertainya meskipun status Merapi telah “Awas” dan meletus. Mbah maridjan pun ‘selesai’ menjalankan tugasnya. Beliau meninggal disusul Gunung Merapi yang berhenti meletus. Kini tugas tersebut dilimpahkan Sultan HB X kepada anak Mbah Maridjan, yaitu Asihono.

Gunung Merapi adalah gunung berjenis stratovolcano tipe A. Gunung ini selalu mengalami letusan hebat tiap 10-15 tahun sekali. Nama “Merapi” adalah gabungan dari kata “Meru” dan “Api” yang artinya adalah Gunung Api. Gunung Merapi sangat kental dengan kejawen (hal-hal berkaitan dengan tradisi dan mitos Jawa). Jika ditarik garis lurus, maka Gunung Merapi bergaris lurus dengan Kraton Yogyakarta dan Pantai Selatan. Hal ini diyakini masyarakat Jawa bahwa Gunung Merapi merupakan perlambangan dari api, Pantai Selatan perlambangan dari air, sedangkan Kraton Jogja adalah penyeimbang keduanya. Pantai Selatan dilambangkan sebagai hubungan antar sesama manusia, sedangkan Gunung Merapi dilambangkan sebagai hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta.

Gunung Merapi masuk dalam kawasan Kabupaten Magelang, Kabupaten Sleman, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten. Keberadaannya sangat penting selain sebagai penyangga kehidupan daerah-daerah di sekitarnya, Merapi juga menjadi ‘bom waktu’ yang bisa mengancam kehidupan itu sendiri.

Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.930 mdpl. Kontur tubuh Merapi mengalami retakan di sisi selatan akibat letusan hebat 2010.

buku 199 gunung

PENDAKIAN

Jalur pendakian Gunung Merapi tersedia melalui Jalur New Selo (Kabupaten Boyolali), dan Jalur Sapuangin (Kabupaten Klaten). Jalur lain ada di Kineharjo Kabupaten Sleman, namun jalur ini telah runtuh akibat letusan 2010. Namun kita tetap bisa melaluinya hanya saja tidak bisa mencapai puncak, ditambah lagi treknya sangat ekstrim. Jalur yang paling populer adalah jalur melalui New Selo. Hanya dibutuhkan 4-6 jam saja untuk bisa mencapai puncak.

Lereng Merapi berupa pemukiman warga dan juga perkebunan. Lebih ke atas adalah kawasan hutan, dan sesekali kita akan menjumpai monyet ekor panjang. Masih banyak satwa liar seperti macan tutul, macan kumbang, elang jawa, dan lainnya yang ada di Hutan Merapi. Suatu gejala alami akan terjadi saat Merapi menunjukkan tanda-tanda akan meletus, yakni para hewan-hewan tersebut akan turun gunung. Kawasan Merapi sendiri telah ditetapkan menjadi kawasan konservasi sejak tahun 2004 yakni dengan nama Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).

PUNCAK

Puncak Merapi adalah berupa tebing atau bibir kawah. Tebing-tebing ini sangat curam. Tahun 2015, seorang pendaki terjatuh ke Kawah Merapi karena memanjat tebing batu Merapi yang sangat curam, dan kemudian berhasil dievakuasi oleh tim SAR dalam kondisi meninggal. Kawah merapi masih tertutup dan berupa jurang yang dalamnya mencapai 300 meter lebih dan dikelilingi bebatuan besar. Sangat tidak mungkin untuk turun ke Kawah Merapi, dan jika ada yang terjatuh ke jurang kawah tersebut kemungkinan hidup adalah sangat kecil, oleh sebab itu, pengelola Merapi melarang dengan keras bagi para pendaki untuk tidak mendaki sampai puncak (bibir kawah), apalagi memanjat batu tebing yang telah memakan korban tersebut. Pendakian hanya diperbolehkan mencapai Pasar Bubrah, yaitu lokasi berupa lapangan pasir dan batu yang berada tepat di bawah puncak. Lokasi ini sama sekali tidak ditumbuhi tumbuhan karena adanya aktivitas vulkanik di dalamnya. Pasar Bubrah atau Pasar Bubar merupakan ikonik dari Gunung Merapi. Mitosnya lokasi Pasar Bubrah adalah sebuah pasar makhluk gaib. Masyarakat Jawa dan terutama abdi dalem kraton Jogja, menjadikan Gunung Merapi sebagai bagian penting kesejahteraan, dan mereka menganggap Gunung Merapi adalah sebuah kerajaan bagi jin atau makhluk gaib yang tidak bisa dilihat, namun mereka melihat kita. Ada jin yang bertugas menjaga alam Merapi, ada yang bertugas menjaga hutan, ada yang bertugas menjaga ternak, ada pula yang menjaga gerbang masuk kerajaan. Serta ada juga ‘tentara’ Merapi, yang dijuluki “Petruk”. Masyarakat beranggapan bahwa saat Merapi meletus mengeluarkan Wedhus Gembel, saat itulah Petruk keluar. Adanya kepercayaan terhadap Kerajaan Merapi tersebut menghasilkan suatu budaya yang selalu dilestarikan turun temurun. Ada sebuah tradisi ‘slametan’ yang diadakan di Gunung Merapi. Tradisi ini dinamakan “Labuhan”.

Kawasan Gunung Merapi juga memiliki destinasi alam lain yang bisa kita kunjungi seperti Camping Ground dan juga wisata sejarah Letusan Merapi 2010 di Kaliadem, Museum Merapi, Golf di Kaliurang, Bukit Kuning di Cangkringan, Bunker Kaliadem, Situs Sejarah Stonehenge di Cangkringan, The Lost Castle di Cangkringan, dan juga Tlogo Putri di Kaliurang.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Candrageni
Elevasi : 2.930 mdpl
Lokasi : Jawa Tengah
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM)
Keistimewaan :
• Gunung api terakti di Indonesia
• Meletus tiap 4 tahun sekali
Jalur pendakian: Jalur New Selo (Kabupaten Boyolali), dan Jalur Sapuangin (Kabupaten Klaten)
Tempat Ikonik : Pasar Bubrah
Puncak : Puncak Tebing Merapi
Lama pendakian : 4-6 jam
Koordinat : 7°32’22.9″S 110°26’48.5″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga: Gunung Merbabu & Gunung Andong

Maps