GUNUNG PURBA SAMALAS (ASAL USUL SEGARA ANAK)

GUNUNG SAMALAS SUPERVOLCANO RINJANI

GUNUNG PURBA SAMALAS (ASAL USUL SEGARA ANAK)
Kaldera raksasa di Gunung Rinjani terbentuk bukan tanpa sebab. Penelitian menunjukkan bahwa sebelum terbentuknya Segara Anak, dahulu ada sebuah gunung yang berada tepat di sisi Gunung Rinjani, gunung itu dinamakan Gunung Samalas. Gunung Samalas dan Rinjani terhubung oleh satu punggungan. Gunung Samalas sendiri diperkirakan memiliki ketinggian mencapai 4.200 mdpl, sedangkan Rinjani 3.726 mdpl.

Catatan kuno “Babad Lombok” mengisahkan tentang letusan superdahsyat Gunung Samalas yang terjadi 7 abad silam yakni tahun 1257. Nama “Samalas” juga disebutkan dalam catatan tersebut. Selain bersumber dari catatan kuno, penelitian (dilakukan oleh Frank Lavigne dari Perancis dkk) juga menemukan bukti kuat berupa jejak-jejak abu vulkanik berumur tua yang tersebar di berbagai wilayah di Lombok:
– Pantai Luk Lombok, sekitar 25 km barat laut dari Gunung Rinjani, terdapat tebing setinggi 35 m yang terbentuk dari tumpukan abu vulkanik.
– Desa Sedau, sekitar 22 km barat daya dari Rinjani, terdapat dinding tebal setinggi 20 m yang merupakan endapan batuan awan panas
– 30 km dari Rinjani ke arah tenggara, ditemukan pula endapan abu vulkanik setinggi 30 m
– Ada endapan abu vulkani di es kutub yang diprediksi terjadi di tahun 1258

Letusan yang terjadi pada 1257 diperkirakan memuntahkan abu vulkanik setinggi 34 – 52 km. Awan panas membentuk seperti payung dan menutupi keseluruhan Pulau Lombok dan sebagian Bali. Letusan tersebut menciptakan gelombang tsunami dahsyat meski lokasi gunung berada jauh dari perairan. Pulau Lombok diselimuti abu setebal 20-90 cm, Pulau Bali setebal 10 cm, dan Pulau Jawa setebal 1-5 cm. Letusan Gunung Samalas mencapai level 7 VEI dan setara dengan 39.000 megaton TNT atau setara 1,95 juta bom nuklir yang menjatuhi Hiroshima-Nagasaki. Massa total magma yang dimuntahkan adalah sebesar 99 mil ton. Sebanyak 55 juta ton gas sulfur dan 370 juta ton asam sulfat menyebar ke seluruh dunia. Suhu bumi turun drastis dan bertahan dalam jangka waktu yang lama. Kerajaan Pamatan di Lombok hancur dan terjadi kematian massal di Lombok, Bali, dan NTB.

Jika dibandingkan dengan letusan gunung superdahsyat lainnya yang ada di Indonesia, yakni Gunung Krakatau dan Gunung Tambora, maka letusan Gunung Samalas adalah lebih dahsyat. Volume awan panas dari letusan Samalas 2 kali lebih besar dari Tambora. Sebanyak 40 km kubik magma sepadat batuan diletuskan. Gunung Krakatau saja hanya 20 km kubik, dan Tambora 33 km kubik. Letusan Gunung Samalas adalah yang terdahsyat dalam 7000 tahun terakhir pada masa itu. Setengah bentuk dari Gunung Samalas hancur dan menyisakan geronggongan yang sekarang berubah menjadi kaldera raksasa dan di dalamnya menjadi sebuah danau bernama Segara Anak.

Penelitian yang dilakukan berkaitan dengan letusan Gunung Samalas masih mengungkapkan berupa dampak minimal. Berbagai aspek penelitian lain seperti meneliti ke dasar lautan dan sebagainya belum dilakukan, dengan kata lain dampak dari letusan Samalas diperkirakan masih bisa lebih besar lagi.

buku 199 gunung

Dampak letusan Gunung Samalas terhadap dunia:
– Bencana kelaparan global akibat rusaknya lahan pertanian dan perkebunan terutama di benua Eropa
– Spekulasi mengarahkan pada invansi bangsa Mongol ke Benua Eropa dan Arab di bawah kepemimpinan Hulagu Khan dikarenakan bencana global Samalas
– Ada makam massal di Inggris diduga korban bencana global dari Gunung Samalas
– Secara keseluruhan, kedahsyatan letusan Gunung Samalas adalah 8 kali letusan Krakatau, dan 2 kali letusan Tambora.

Baca Juga : Gunung Rinjani, Gunung Tambora

  • 96%
    - 96%
  • 96%
    - 96%
  • 99%
    - 99%
97%
Sending
User Review
0 (0 votes)