GUNUNG CIREMAI (3.078 MDPL)

Puncak Gunung Ciremai
c: @ellomarcelloli

GUNUNG CIREMAI (3.078 MDPL)
Di Provinsi Jawa Barat

Gunung Ciremai atau cereme diambil dari nama tumbuhan Cereme (Phyllanthus acidus). Cereme adalah tumbuhan perdu kecil berbuah masam. Gunung Ceremai lebih sering dikatakan “Ciremai” karena di Jawa Barat kebanyakan nama tempat mengandung kata “ci” pada awalannya, sehingga nama “Ciremai” lebih dimaklumkan untuk digunakan ketimbang nama asli Ceremai. Kata “ci” memiliki makna “air”.

Gunung Ceremai memiliki ketinggian 3.078 mdpl sekaligus menjadi elevasi tertinggi di Tanah Pasundan, Jawa Barat. Gunung Ceremai adalah gunung stratovolcano tipe A yang terletak di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Majalengka.

Jika kita sedang lewat Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) dan saat cuaca cerah, maka Gunung Ceremai akan nampak berdiri gagah. Gunung ini masih aktif, dan tercatat letusan terakhir terjadi pada tahun 1938.
Gunung Ceremai dijadikan sebagai kawasan konservasi sehingga memiliki sebutan Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC). Taman Nasional ini memiliki luas 15.000 hektar.

Ada pula sebuah gua yang bernama Gua walet yang berada di sisi lereng selatan. Selain itu terdapat pula lokasi yang dijadikan sebagai bumi perkemahan atau camping ground bernama Bumi Perkemahan Cigugur.

buku 199 gunung

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Ceremai antara lain bisa melalui Jalur Apuy (Majalengka), Linggarjati (Kuningan), Linggasana (Kuningan), Palutungan (Kuningan), dan Padabeunghar (perbatasan Kuningan dan Majalengka). Masing-masing jalur memiliki keistimewaannya sendiri-sendiri. Setiap hari libur atau weekend, Gunung Ceremai selalu ramai dikunjungi para pendaki.

Trek awal adalah berupa perkebunan dan hutan pinus. Burung seperti bangkong, elang, dan walet juga ada di lereng Ceremai. Pada Jalur Linggarjati, kita bisa menjumpai sebuah batu besar bernama “Batu Lingga”. Konon Batu Lingga tersebut adalah tempat bersemedi-nya Satria Kawaringan (kakek Sunan Gunung Jati) dan diteruskan oleh Sunan Gunung Jati sendiri. Oleh sebab itu batu tersebut nampak ada cekungan seperti bekas duduk.

Kisah lain juga menceritakan ada seorang perempuan bernama Nyi Linggi yang ditemani oleh 2 ekor harimau peliharaannya. Ia pun bersemedi di atas batu tersebut hingga ajal menjemput. Lantas kedua harimau yang menemaninya hilang dan menjadi mitos.

Jalur Linggarjati juga memiliki trek yang cukup ekstrim yang dijuluki “Bapa Tere” atau “Bapak Tiri”. Hal tersebut dimaksudnya trek yang begitu kejam seperti layaknya ayah tiri. Linggarjati juga menjadi daerah yang historis karena sempat menjadi lokasi perjanjian penting Linggarjati antara Indonesia dan Belanda. Keeksotisan alam dan nilai-nilai historis yang menyelimutinya menjadikan kawasan tersebut dijadikan sebuah ajang bernama Tour de Linggarjati.

PUNCAK
Puncak Ceremai memiliki dua kawah. Pertama di sisi barat dengan radius 400 meter, kedua di sisi timur dengan radius 600 meter. Beberapa lokasi yang terdapat di sekitar Gunung Ceremai membuktikan bahwa dahulu wilayah tersebut adalah sebuah kesatuan. Para ahli menyatakan bahwa Gunung Ciremai adalah hasil bentukan dari sebuah gunung purba raksasa bernama Gunung Sunda.

Puncak Gunung Ciremai sendiri bernama Puncak Mataram (atau puncak Sunan Telaga), dan Puncak Cirebon.

Juli 2017 terjadi kasus seorang yang sedang bersemedi mengalami kerasukan dan mengatakan bahwa ada 3 jasad yang harus ditemukan di Gunung Ceremai. Lalu dilakukan pencarian dan ditemukan jasad tersebut sudah berupa kerangka. Kisah seperti demikian menjadikan Gunung Ceremai di Jawa Barat ini semakin mistis namun tetap menarik perhatian para pendaki.

Nama lain : Ciremai, Cereme
Elevasi : 3.078 mdpl
Lokasi : Jawa Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Taman Nasional Gunung Ceremai (TNGC)
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Jawa Barat
Jalur pendakian : Jalur Apuy, Linggarjati, Linggasana, Palutungan, dan Padabeunghar
Tempat Ikonik : Bumi Perkemahan Cigugur, Gua Walet, Batu Lingga, Jalur Bapa Tere
Puncak : Puncak Mataram/Sunan Telaga, dan Puncak Cirebon.
Lama pendakian : 6-9 jam
Koordinat : 6°53’34.1″S 108°24’24.4″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Salak & Gunung Cikuray

Maps

  • 91%
    - 91%
  • 87%
    - 87%
  • 93%
    - 93%
90.3%
Sending
User Review
2 (1 vote)