Category Archives: SULAWESI TENGGARA

GUNUNG MEKONGGA (2.620 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Mekongga
c: @jelajahsultra

GUNUNG MEKONGGA (2.620 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Tenggara

Gunung Mekongga adalah gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara, ketinggiannya adalah 2.620 mdpl. Gunung Mekongga masuk dalam kawasan Kabupaten Kolaka.
Gunung Mekongga memiliki cerita legenda yang cukup terkenal dan menjadi cerita yang dipercayai masyarakat sekitar. Dahulu di sebuah gunung ada seekor burung raksasa yang dijuluki Kongga. Burung tersebut sering berbuat onar dan meresahkan masyarakat. Kamudian datanglah seorang ksatria hebat. Ksatria tersebut berhasil membunuh Kongga. Atas prestasinya, ksatria tersebut dinikahkan dengan putri raja. Gunung itupun dinamakan Mekongga.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Mekongga dimulai dari Dusun Suraloko, Desa Rantebaru, Kecamatan Ranteangin. Lokasi tersebut memiliki 2 aliran sungai yang cukup besar yakni Sungai Mosemebu dan Sungai Tinokari.

Pendakian Gunung Mekongga terbilang cukup panjang dan memakan waktu lama yakni mencapai 4-5 hari. Hal ini dikarenakan kita harus berjalan dari titik mdpl yang rendah terlebih dahulu. Trek di awal didominasi oleh perkebunan kakao, dilanjutkan pada kawasan hutan. Pertengah jalur adalah sebuah kawasan yang dulunya dijadikan tempat sebuah perusahaan pengolahan kayu. Oleh sebab itu, ada beberapa jalur yang cukup lebar yang dahulu merupakan jalur truk pengangkut kayu. Spot bekas perusahaan kayu ini dijuluki HBI. Trek selanjutnya berupa kawasan hutan lumut dan mulai menanjak. Kemudian sampailah pada sebuah lokasi dimana terdapat bongkahan batu besar yang mirip sebuah gerbang. Lokasi tersebut dijuluki “Gerbang Musero-sero”. Mulai dari lokasi tersebut trek adalah bebatuan cadas yang terjal dan runcing.

PUNCAK
Puncak Gunung Mekongga berupa kubah yang luas dan terdapat gua-gua stalagmit dan stalagtit. Puncak tersebut dinamakan “Musero-sero”. Secara umum trek pada pendakian Gunung Mekongga cukup panjang dan terjal, namun akses dan informasi terkait jalur cukup jelas dan lengkap sehingga memudahkan para pendaki.

Nama lain :
Elevasi : 2.620 mdpl
Lokasi : Sulawesi Tenggara
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Kolaka
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Tenggara
Jalur pendakian : Dusun Suraloko
Tempat Ikonik : Gerbang Musero-sero
Puncak : Musero-sero
Lama pendakian : 4-5 hari
Koordinat : 3°39’52.7″S 121°14’08.0″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Sabampolulu

Maps

GUNUNG SABAMPOLULU (1.850 MDPL)

Gambar Gunung Sabampolulu
c: @prtwdewi

GUNUNG SABAMPOLULU (1.850 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Tenggara

Gunung Sabampolulu adalah sebuah gunung dengan ketinggian 1.850 mdpl yang terletak di Kecamatan Kabaena Tengah, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Kata “saba” memiliki arti “terbongkah”, sedangkan “Mpolulu” artinya “senjata semacam kapak”. Penamaan Sabampolulu tersebut berkaitan dengan sejarah asal-usul gunung itu sendiri yang dipercayai oleh masyarakat setempat.

Dahulu ada dua gunung yang saling berhadap-hadapan yaitu Gunung Sabampolulu dan Gunung Kamansope. Kedua gunung tersebut dijaga oleh jin yang kuat. Karena terjadi krisis air, penjaga Gunung Sabampolulu meminta air kepada penjaga Gunung Kamansope. Namun permintaan tersebut ditolak. Lantas terjadilah pertempuran antar kedua penjaga gunung tersebut yang mengakibatkan puncak Gunung Sabampolulu terbongkah.

PENDAKIAN
Pendakaian mencapai Puncak Sabampolulu bisa melalui Jalur Desa Tangkeno, Kecamatan Kabaena, yang berada di ketinggian 620 mdpl. Desa Tangkeno juga dikenal sebagai kawasan wisata. Selain menjadi titik pendakian, kawasan Tangkeno juga terdapat sebuah benteng yang dinamakan Benteng Tangkeno.

Pendakian Gunung Sabampolulu hanya membutuhkan waktu 2-3 jam saja untuk sampai pada puncak. Sebagian besar trek adalah bebatuan, karena memang Gunung Sabampolulu terbentuk atas batuan. Ada aliran sungai di kaki gunung dan juga ada sabana yang cukup luas. Beberapa satwa liar juga menghiasi di kaki gunung, seperti ayam hutan, rusa, dan juga kambing hutan. Masyarakat setempat meyakini bahwa kambing-kambing liar yang ada di Gunung Sabampolulu adalah hewan ternak milik jin penunggu Gunung Sabampolulu. Penunggu Gunung Sabampolulu dijuluki “Kowonuanu”, yang artinya adalah “penduduk alam sana”.

PUNCAK
Spot paling terkenal dan menjadi ikon Gunung Sabampolulu adalah puncaknya. Puncak Gunung Sabampolulu adalah berupa batuan besar yang bentuknya mirip mahkota. Bentuk mahkota tersebut adalah dua buah gunung batu yang saling berlapis. Lapis luar dijuluki “Watu Sangia” (artinya “batu penguasa”), lalu di atasnya atau lapis berikutnya dijuluki “Sangia Wita” (artinya “penguasa daratan”).

Keberadaan Watu Sangia dan Sangia Wita menjadi petunjuk bagi para nelayan. Nelayan-nelayan percaya jika Puncak Sabampolulu tersebut diselimuti awan, maka itu pertanda akan segera turun hujan.

Selain dua puncak utama, Gunung Sabampolulu juga memiliki puncak-puncak lainnya yakni Wumbu Tolimbu, Wumbu Tandasa, dan Dampala Barata.

Nama lain : Saba Mpolulu
Elevasi : 1.850 mdpl
Lokasi : Sulawesi Tenggara
Jenis : Non-volcano
Pengelola : Pemerintah Bombana
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Tangkeno
Tempat Ikonik : Watu Sangia, Sangia Wita
Puncak : Watu Sangia, Sangia Wita, Wumbu Tolimbu, Wumbu Tandasa, dan Dampala Barata
Lama pendakian : 2-3 jam
Koordinat : 5°18’30.5″S 121°57’20.3″E dan 5°17’52.8″S 121°55’36.8″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Mekongga

Maps

Maps