Category Archives: SULAWESI BARAT

GUNUNG GANDANG DEWATA (3.037 MDPL)

Gambar Puncak Gandang Dewata Sulawesi Barat
c: @adamyusuv

GUNUNG GANDANG DEWATA (3.037 MDPL)
Di Provinsi Sulawesi Barat

Gunung Gandang Dewata adalah sebuah gunung yang terletak di tiga kabupaten yakni Kabupaten Mamasa, Kabupaten Mamuju, dan Kabupaten Kalumpang, Sulawesi Barat. Gunung ini memiliki ketinggian 3.027 mdpl sekaligus menjadi puncak tertinggi di Sulawesi Barat. Nama “Gandang Dewata” memiliki arti “Gendang Dewa”, hal ini dikaitkan dengan adanya suara gemuruh seperti bunyi gendang yang berasal dari puncak gunung.

Keberadaan Gunung Gandang Dewata menjadi salah satu bagian spiritual dari masyarakat setempat. Mereka meyakini adanya masyarakat gaib yang tinggal di Gunung Gandang Dewata. Masyarakat gaib tersebut sama seperti halnya manusia pada umumnya, mereka tidur, makan, memiliki rumah, jual beli, berkebun, dan juga merokok. Masyarakat gaib tersebut dijuluki “To Membuni”.

Tahun 2017, kawasan Gunung Gandang Dewata dijadikan sebagai kawasan konservasi dan dinamakan Taman Nasional Gandang Dewata. Salah satu satwa unik yaitu berupa tikus yang melompat terbang sejauh 50 meter. Selain itu satwa endemik lain yang cukup terkenal adalah Anoa dan Rangkong.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gandang Dewata masing-masing terdapat di 3 kabupaten, yakni jalur via Mamasa, jalur via Mamuju, dan jalur via Kalumpang atau Majene. Jalur Mamasa adalah yang paling populer. Jalur Mamasa berada di ketinggian 1.140 mdpl yakni tepatnya dimulai dari Desa Rantepongkok.

Pendakian Gunung Gandang Dewata masuk dalam kategori sulit. Hal ini karena trek yang panjang dan berupa hutan liar. Pendakian untuk mencapai puncak Gandang Dewata harus melewati 8 gunung lainnya. Gunung-gunung tersebut adalah Gunung Lante Bobbok, Parandangan, Pappandangan, Lantang Lomo, Lombok Silenda, Demak-demak, Penga, dan Naik Daeng. Pendakian membutuhkan logistik yang banyak dan teknik survival yang bagus. Bagi para pendaki, untuk mencapai Gandang Dewata dibutuhkan waktu 5-6 hari. Sedangkan untuk turun adalah 2-3 hari. Beberapa lokasi pada jalur pendakian terdapat sungai yang airnya jernih.

PUNCAK
Puncak Gandang Dewata berupa seperti batu bulat yang besar jika dilihat dari kejauhan. Mungkin dari situlah alasan lain penamaan “Gendang”. Puncak Gandang Dewata bernama “Tanete”. Terdapat pilar penanda puncak dan sekelilingnya masih ditumbuhi tanaman lebat. Ada di puncak tersebut kita bisa melihat pemandangan Pegunungan Latimojong.

Nama lain : Gendang Dewata
Elevasi : 3.037 mdpl
Lokasi : Sulawesi Barat
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Taman Nasional Gandang Dewata
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Sulawesi Barat
Jalur pendakian : Jalur Mamasa, Jalur Mamuju, dan Jalur Majene
Tempat Ikonik :
Puncak : Tanete
Lama pendakian : 7-10 hari
Koordinat : 2°44’32.4″S 119°22’41.0″E dan 2°44’54.1″S 119°22’06.0″E
Level pendakian : sulit

Maps

Maps

KISAH HILANGNYA MAYOR LATANG
April 2007, perwira senior POM Kodam VII/Wirabuana Mayor (POM) Latang dan 3 orang sipil bernama Alexander, Rivai, Azis dan satu pemandu dari warga sekitar bernama Ambe Pampang, melakukan pendakian Gunung Gandang Dewata. Sebelum melakukan pendakian, Ambe Pampang sempat menanyakan perihal tujuan pendakian kepada Mayor Latang. Mayor Latang hanya menjawab “untuk mencari air kehidupan”, tanpa menjelaskan apa yang dimaksud air kehidupan itu. Ambe Pampang menurut saja, dan pendakian pun dimulai. Dalam perjalanan, Ambe Pampang menilai bekal dan peralatan yang dibawa rombongan Mayor Latang kurang. Mereka bahkan tidak membawa tenda dan jas hujan. Ambe Pampang yang sudah berkali-kali naik Gandang Dewata tentunya sangat paham berapa yang dibutuhkan dan apa saja yang diperlukan. Namun Mayor Latang hanya menjawab bahwa nanti ada helikopter yang akan mengantarkan logistik. Mendengar jawaban tersebut Ambe Pampang sedikit lega. Namun kejadian yang ditakutkan Ambe Pampang pun terjadi. Baru setengah jalur, rombongan mereka kehabisan logistik dan tidak ada helikopter yang datang seperti apa yang dikatakan Mayor Latang. Salah satu pendaki, Azis bahkan sekarat karena tidak makam 2 hari 2 malam. Meski demikian, Mayor Latang tetap ingin melanjutkan pendakian. Namun pada akhirnya rombongan tersebut memutuskan untuk berhenti dan turun saja. Ambe Pampang yang melihat kondisi rombongan tersebut yang memprihatinkan, mengambil inisiatif untuk turun lebih dulu supaya bisa mencarikan bantuan dan logistik sesampainya di desa nanti. Menjelang maghrib, Ambe Pampang telah sampai di desa. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Koramil, dan betapa terkejutnya Ambe Pampang setelah mengetahui bahwa pihak Koramil tidak tahu menahu perihal pendakian yang dilakukan Mayor Latang. Kemudian Ambe Pampang juga melapor kepada juru kunci Gunung Gandang Dewata yang bernama Daud, Daud pun mengatakan bahwa tidak ada pemberitahuan oleh Mayor Latang. Bagi Daud yang merupakan juru kunci Gandang Dewata, meyakini, jika terdengar bunyi seperti gendang dari puncak, itu menandakan ada pendaki yang hilang atau meninggal.

Keesokan harinya, seorang pendaki, Alexander, tiba di desa dengan kondisi sangat memprihatinkan. Bahkan ia sudah tidak bisa berkata-kata. Mengetahui hal tersebut maka diterjunkan tim SAR, TNI, Mapala dan masyarakat sekitar untuk melakukan pencarian terhadap Mayor Latang dan 2 pendaki lainnya.

Di kemudian hari ditemukan seorang pendaki telah meninggal, yaitu Azis. Lantas Mayor Latang dan Rivai hilang dan tidak pernah diketahui keberadaannya hingga sekarang.