Category Archives: JAWA TIMUR

GUNUNG BALURAN (1.247 MDPL)

Gambar Gunung Baluran
c: @robertoelorder

GUNUNG BALURAN (1.247 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Baluran adalah sebuah gunung yang dijadikan nama kawasan konservasi yakni Taman Nasional Baluran (TNB) yang terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Gunung Baluran berkategori stratovolcano tipe B dengan ketinggian 1.247 mdpl dan terletak di tengah kawasan TNB. Gunung ini dilindungi dan hanya dijadikan objek penelitian saja. Sehingga tidak diizinkan pendakian untuk umum di Gunung Baluran, pengelola hanya mengizinkan pendakian guna penelitian yang dilengkapi surat-surat yang sah.

Taman Nasional Baluran disahkan pada tahun 1980. Kawasan konservasi ini memiliki total luas 25.000 hektar yang meliputi padang savana, hutan, gunung, dan juga pantai. Tercatat ada 444 jenis flora, 26 jenis jenis mamalia, dan juga 155 jenis burung. Satwa liar yang paling populer di TNB adalah banteng liar, kijang, kerbau, kera, dan juga burung merak. Beberapa lokasi di Baluran terdapat pos-pos pengamatan satwa dan juga ada spot untuk panjat tebing. Sisi paling timur adalah kawasan pantai dan laut dan yang paling terkenal adalah Pantai Bama.

Taman Nasional Baluran memiliki sebuah padang savana yang menjadi ikon kawasan ini yakni Savana Bekol. Jarak dari pintu masuh TNB menuju Savana Bekol adalah 12 km, dan bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat. Sepanjang jalan kita akan menjumpai kanan-kiri berupa hutan, jalur ini dijuluki “Evergreen Forest”. Savana Bekol memiliki pohon khas yakni Widuri Bukol atau Ziziphus rotundifolia. Savana Bekol juga menjadi savana terluas di Pulau Jawa dengan luas 300 hektar. Selain itu, beberapa pohon lain juga menghiasi kawasan TNB salah satunya yakni Pohon Gebang. Pohon ini tinggi menjulang seperti pohon di zaman dinosaurus. Terdapat penginapan yang disediakan untuk para pengunjung atau wisatawan yang ingin bermalam.

Saat musim penghujan tiba, maka kawasan TNB akan tampak hijau, sedangkan pada musim kemarau akan tampak cokelat kekuning-kuningan seperti halnya di Afrika. Taman Nasional Baluran sering dijuluki Africa van Java (Afrika ala Jawa).

Pantai Bama adalah destinasi unggulan lain di TNB. Lokasinya berada di timur Savana Bekol. Saat di Pantai Bama kita akan menjumpai banyak sekali monyet ekor panjang yang bergelantungan di pohon dan tak jarang mendekati para pengunjung. Beberapa fasilitas seperti kantor, toilet, dan warung juga sudah tersedia di sana. Jika bosan memandangi pantai, kita juga bisa melakukan snorkling, maupun menyusuri pantai dengan perahu kano. Kawasan Pantai Bama juga terkenal dengan pemandangan sunrise-nya di pagi hari. Sepanjang pesisir pantai juga terdapat hutan bakau, hutan payau, dan juga hutan mangrove.

Beralih ke sisi barat dari Savana Bekol, maka akan tampak Gunung Baluran.

PENDAKIAN
Pendaki yang ingin mendaki Gunung Baluran diwajibkan menggunakan surat ijin penelitian. Jadi kesimpulannya sangat sulit untuk mendaki gunung ini. Selain kawasan hutan yang liar, Gunung Baluran juga dilindungi kelestariannya sehingga tidak diperbolehkan untuk pendakian umum. Jika akan melakukan pendakian maka pendaki bisa berkoordinasi dengan pihak setempat maupun pecinta alam atau peneliti yang pernah mendaki Gunung Baluran. Kesulitan lain untuk mendaki Gunung Baluran bukan hanya terletak pada perizinannya saja, melainkan faktor alam juga menjadi alasan berikutnya.

Karena masih sangat alami dan liar, maka untuk menuju kawah Gunung Baluran akan sangat sulit. Hal ini disebabkan populasi tumbuhan liar yang rimbun dan tentu ancaman satwa liar juga perlu diperhatikan.

PUNCAK
Puncak Gunung Baluran adalah berupa bibir-bibir kawah yang masih lebat, yakni Puncak Aleng, Puncak Kacip, Puncak Klosot. Lebih ke bawah lagi terdapat Bukit Talpat, Lembah Kacip, dan Sungai Kacip yang terdapat udang khas-nya. Lembah Kacip adalah jalur kawah Baluran. Kawasan Lembah Kacip ditumbuhi banyak Pohon Mimosa yang bunganya cantik namun tangkainya berduri. Kawah Gunung Baluran sendiri adalah kawah mati.

Taman Nasional Baluran memiliki lahan yang sangat luas. Gunung Baluran merupakan inti kawasan tersebut, sekaligus menjadi gunung api paling timur di Pulau Jawa dengan segala mitosnya. Belum ada publikasi mengenai penelitian Gunung Baluran apakah ada situs-situs sejarah atau tidak, mengingat sebagian besar gunung di Jawa Timur ditemukan peninggalan-peninggalan kuno. Namun jika dilihat dari kacamata ilmiah, Gunung Baluran bisa dikatakan memiliki sejarah yang panjang mengenai terbentuknya kawah. Perlu diingat bahwa Gunung Baluran tidak berbentuk kerucut sempurna, namun terdapat kawah yang cukup luas yang memangkas sebagian bentuk gunung. Kawah tersebut tidak aktif dan telah disinggahi banyak tumbuhan dan hewan, dan kini menjadi objek penelitian.

Nama lain : Baluran
Elevasi : 1.247 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Taman Nasional Baluran (TNB)
Keistimewaan :
• Savana terluas di Pulau Jawa
• Dijuluki Africa van Java
Jalur pendakian :
Tempat Ikonik : Savana Bekol, Pantai Bama, Evergreen Forest, Bukit Talpat, Lembah Kacip
Puncak : Puncak Aleng, Puncak Kacip, Puncak Klosot
Lama pendakian : 1-2 hari
Koordinat : 7°49’59.8″S 114°21’41.8″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Kelud & Gunung Suket

Maps

GUNUNG SUKET (2.950 MDPL)

Gambar Gunung Suket
c: @aknafiii

GUNUNG SUKET (2.950 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Suket adalah sebuah gunung yang berdiri di dekat Gunung Raung. Gunung ini memiliki ketinggian 2.950 mdpl. Secara administratif Gunung Suket masuk dalam kawasan Kabupaten Bondowoso.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Suket bisa melalui Jalur Sumber Waringin yang juga merupakan jalur pendakian Gunung Raung. Karena gunung ini berdekatan dengan Gunung Raung, maka kondisi alam dan trek hampir sama dengan Gunung Raung. Jalur Gunung Suket juga memiliki trek tebing dengan kanan-kiri berupa jurang.

PUNCAK
Puncak Gunung Suket adalah berupa puncak tebing, hampir sama dengan Gunung Raung, hanya saja aksesnya lebih mudah dan masih ditumbuhi banyak vegetasi.

Nama lain : Suket
Elevasi : 2.950 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Volcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Bondowoso
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Sumber Waringin
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Tebing Suket
Lama pendakian : 2-3 hari
Koordinat : 8°05’05.4″S 114°04’46.6″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Ringgit & Gunung Ijen

Maps

GUNUNG RAUNG (3.332 MDPL)

Gambar Puncak Sejati Gunung Raung
c: @roratih2

GUNUNG RAUNG (3.332 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Raung adalah sebuah gunung api aktif tipe A dengan ketinggian 3.332 mdpl sekaligus menjadi gunung tertinggi ke-2 di Jawa Timur setelah Gunung Semeru. Gunung Raung secara administratif terletak di Kabupaten Bondosowo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi. Gunung ini juga masuk dalam kawasan Pegunungan Ijen dan menjadi yang tertinggi di antara lainnya. Sama halnya dengan kawasan lereng Gunung Ijen, di lereng Gunung Raung juga merupakan perkebunan yang khas dengan biji kopinya. Kopi di lereng gunung ini dinamakan Kopi Raung.

Nama “Raung” diambil dari suara kaldera gunung yang bunyinya meraung-raung. Gunung Raung sendiri telah aktif sejak tahun 1500-an, dan rutin meletus dari tahun 1990 hingga tahun 2000. Terkhir tercatat pada tahun 2015 Gunung Raung meletus namun tidak berdampak masif.

Gunung Raung memiliki predikat gunung dengan kaldera terbesar di Pulau Jawa. Kaldera Raung mencapai 750 x 2.250 meter. Terdapat kubah lava yang membentuk gunung dan senantiasa mengepulkan asap di dalam kaldera Gunung Raung. Setiap kali gunung ini aktif maka akan keluar suara raungan dari dalam kubah tersebut.

PENDAKIAN
Selain memiliki predikat kaldera terluas, Gunung Raung juga didapuk sebagai gunung dengan trek pendakian tersulit di Jawa. Kriteria sulit ini dinilai dari ketinggian gunung, jenis trek, dan juga lama pendakian. Pendakian untuk mencapai puncak-puncak Gunung Raung dibutuhkan peralatan panjat tebing seperti webbing, carabiner, hardness, dan ascender. Trek yang akan dilalui adalah tebingan sangat curam dengan lebar setengah meter dan kanan-kiri berupa jurang sedalam 200 meter lebih. Pendaki harus melakukan teknik rappeling dan jumaring untuk bisa naik dan turun tebing-tebing curam di Raung.

Jalur pendakian Gunung Raung tersedia melalui Jalur Kalibaru dan Sumber Waringin. Jalur Kalibaru adalah jalur resmi dan yang paling populer. Pendakian dibatasi hanya beberapa kelompok saja per malamnya. Hal ini dikarenakan terbatasnya tempat camp. Karena kriteria trek yang sulit, maka pendakian Gunung Raung diutamakan berkelompok dengan diketuai oleh guide yang pro, dan didampingi beberapa porter. Jalur Kalibaru adalah jalur utama dan yang paling populer. Aksesnya cukup mudah karena basecamp pendakian Kalibaru dekat dengan Stasiun Kereta Api Kalibaru. Sedangkan Jalur Sumber Waringin adalah jalur melalui punggungan gunung sebelah selatan.

PUNCAK
Puncak Gunung Raung adalah tebing-tebing di bibir kaldera. Nama-nama puncak tersebut yakni Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati (tertinggi), serta Puncak Raung Selatan. Jika melalui Jalur Kalibaru maka bisa sampai pada Puncak Sejati Raung. Sedangkan jika melalui Jalur Sumber Waringin hanya bisa mencapai Puncak Selatan.

Gunung Raung tidak terlepas dari mitos dan legenda yang juga terdapat di gunung-gunung lain di Pulau Jawa. Konon kaldera Gunung Raung terdapat sebuah kerajaan yang dinamakan Kerajaan Macan Putih, tepatnya di sisi barat kaldera. Namun kerajaan ini tak kasat mata. Kerajaan ini dipimpin oleh Pangeran Tawangulun. Pangeran Tawangulun adalah anak Raja Majapahit yang hilang saat sedang bertapa di gunung dan tak pernah ditemukan keberadaannya. Melengkapi cerita mitos tersebut, pada pos-pos pendakian melalui jalur Kalibaru diberi nama yang juga berkaitan dengan mitos di Gunung Raung, antara lain: Pondok Sumur, Pondok Dedemit, Pondok Mayit, dan juga Pondok Angin. Pondok Sumur adalah lokasi untuk pertapaan. Pondok Dedemit konon adalah lokasi jual beli makhluk gaib. Pondok Mayit adalah lokasi ditemukannya mayat orang Belanda yang tergantung di pohon. Pondok Angin juga diyakini sebagai lokasi gerbang menuju kerajaan gaib.

Nama lain : Gunung Rawon, Gunung Api Raung
Elevasi : 3.332 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Bondowoso, Banyuwangi, Jember
Keistimewaan :
• Gunung tertinggi ke-2 di Jawa Timur
• Gunung dengan kaldera terbesar di Pulau Jawa
• Gunung dengan trek tersulit di Pulau Jawa
Jalur pendakian : Kalibaru dan Sumber Waringin
Tempat Ikonik : Pondok Sumur, Pondok Dedemit, Pondok Mayit, dan juga Pondok Angin
Puncak : Puncak Bendera, Puncak 17, Puncak Tusuk Gigi, dan Puncak Sejati, Puncak Raung Selatan
Lama pendakian : 2-4 hari
Koordinat : 8°07’32.7″S 114°02’47.3″E
Level pendakian : sulit

Baca Juga : Gunung Lawu & Gunung Kelud

Maps

GUNUNG RANTI (2.601 MDPL)

Puncak Gunung Ranti
c: @wildanprakasa

GUNUNG RANTI (2.601 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Ranti adalah gunung dengan ketinggian 2.601 mdpl yang terletak di barat daya Gunung Ijen. Gunung ini juga masuk dalam kawasan Pegunungan Ijen. Secara administratif, Gunung Ranti masuk dalam perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi. Gunung Ranti terbilang cukup tinggi sebagai pendakian, namun namanya kalah populer dengan Gunung Ijen dan juga Gunung Raung. Umumnya orang jarang mengetahui tentang keberadaan Gunung Ranti tersebut.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Ranti masih jarang. Hal ini dikarenakan belum populernya gunung ini sebagai pendakian. Namun di kaki Gunung Ranti justru cukup dikenal di kalangan masyarakat setempat sebagai Wana Wisata Gunung Ranti. Pendaki yang ingin mendaki Gunung Ranti, bisa melalui jalur wisata tersebut yakni terletak di Desa Licin.

PUNCAK
Puncak Ranti masih lebat akan vegetasi

Nama lain : Rante
Elevasi : 2.601 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Pemerintah Bondowoso,
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Licin
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Ranti
Lama pendakian : 2-4 hari
Koordinat : 8°05’58.0″S 114°12’51.3″E
Level pendakian : sedang

Baca Juga : Gunung Argopuro & Gunung Panderman

Maps

GUNUNG BULAN SABIT MERAPI (IJEN) (2.799 MDPL)

Gambar Gunung Merapi Ijen Kawah Bulan Sabit
c: @cak_baihaqi

GUNUNG MERAPI (IJEN) (2.799 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Nama Gunung Merapi mungkin lebih condong kepada gunung api yang rutin meletus 4 tahun sekali di Jawa Tengah, namun Gunung Merapi yang satu ini adalah gunung api yang justru sudah tidak aktif dan terletak di Jawa Timur. Gunung ini terletak tepat di sebelah timur Kawah Ijen. Gunung ini memiliki ketinggian 2.799 mdpl dan lebih tinggi sekitar 300 meter dari Gunung Ijen. Gunung Merapi Ijen ini merupakan bagian dari Gunung Ijen Purba.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Merapi ini bisa melalui jalur wisata Ijen. Jika kita sudah sampai pada Puncak Ijen, selanjutnya tinggal melakukan pendakian ke sisi timur. Pendakian gunung ini sangat jarang karena memang minimnya informasi dan umumnya para wisatawan hanya mengunjungi Kawah Ijen. Padahal pemandangan Kawah Bulan Sabit yang terdapat di puncak Gunung Merapi Ijen tidak kalah dengan Kawah Ijen. Para pendaki memerlukan waktu sekitar 4 jam untuk mencapai Puncak Merapi Ijen. Saat berada di puncak tersebut kita bisa melihat pemandangan Gunung Raung, Kota Banyuwangi, dan juga Pulau Bali di kejauhan. Info lain menyebutkan adanya jalur pendakian alternatif menuju Puncak Merapi Ijen, namun jalurnya masih samar-samar dan memakan waktu yang lebih lama.

PUNCAK
Puncak gunung ini berupa kawasan kawah mati yang di tengahnya terdapat bukit yang berbentuk Bulan Sabit. Oleh sebab itu puncak Gunung Merapi Ijen ini dinamankan Puncak Bulan Sabit.

Nama lain : Kawah Bulan Sabit
Elevasi : 2.799 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Cagar Alam Taman Wisata Ijen
Keistimewaan : Ada kubah kawah mati berbentuk bulan sabit
Jalur pendakian : Paltuding
Tempat Ikonik : Kawah Bulan Sabit
Puncak : Puncak Bulan Sabit
Lama pendakian : 4-6 jam
Koordinat : 8°03’51.4″S 114°15’21.0″E
Level pendakian : mudah

Maps

GUNUNG IJEN (2.443 MDPL)

Gambar Gunung Kawah Ijen
c: @splatou

GUNUNG IJEN (2.443 MDPL)
Di Provinsi Jawa Timur

Gunung Ijen adalah sebuah gunung yang sangat terkenal dengan spot alamnya berupa danau kawah belerang dan “blue fire”. Gunung Ijen adalah sebuah gunung api strato tipe A dengan ketinggian 2.443 mdpl dan terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso. Tepat di samping puncak Danau Kawah Ijen, berdiri sebuah gunung yang lebih tinggi yakni Gunung Merapi Ijen.

Gunung Ijen tercatat meletus terakhir kali pada 1999. Puncak Gunung Ijen adalah sebuah danau kawah berwarna biru dan hijau tosca. Danau kawah tersebut merupakan danau air asam terbesar di dunia, yakni dengan luas 5.466 hektar dengan kedalaman 200 meter. Dengan keistimewaan tersebut, maka kawasan Gunung Ijen lebih populer disebut sebagai “Kawah Ijen”. Kandungan asam tinggi pada kawah Gunung Ijen berdampak pada sungai-sungai yang mengalir menuju lereng gunung. Oleh sebab itu telah dibangun bendungan guna mengatasi pencampuran asam dari Kawah Ijen. Bendungan tersebut telah dibangun sejak masa kolonial Belanda.

Kawasan Gunung Ijen dijadikan sebuah kawasan cagar alam yakni bernama Cagar Alam Taman Wisata Ijen. Pemerintah setempat juga mendongkrak potensi Wisata Ijen melalui event bernama Tour de Ijen dan juga Jazz Ijen Banyuwangi. Tiap tahun Wisata Ijen mampu mendatangkan ratusan ribu kunjungan wisata dan didominasi oleh wisatawan mancanegara. Umumnya para wisatawan mancanegara datang ke Ijen setelah berwisata di Bali.

Selain danau kawah yang sangat luas, Gunung Ijen juga memiliki keistimewaan lain yakni berupa fenomena api biru atau lebih sering disebut “blue fire”. Api biru tersebut terjadi akibat pembakaran sempurna antara senyawa belerang dengan oksigen. Fenomena api biru hanya terdapat di dua lokasi saja di dunia, yakni di Islandia dan juga Ijen. Fenomena api biru Ijen hanya muncul pada jam 02.00 hingga 04.00 dini hari saja. Oleh sebab itu, umumnya ramai pendakian Gunung Ijen adalah pada dini hari sekali. Jika ingin melihat blue fire, para pengunjung harus menuruni kawah berbatu dengan trek terjal sepanjang 250 meter.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Ijen cukup mudah karena sudah tersedia akses yang jelas dan jalan yang lebar serta rata. Selain sebagai tempat wisata, Gunung Ijen juga menjadi lokasi penambangan belerang (padat). Oleh sebab itu dibuatlah jalur yang nyaman sehingga penambang maupun wisatawan dapat dengan mudah mendaki menuju Puncak Ijen. Para penambang belerang mampu membawa belerang seberat 100 kg dengan cara memikulnya di punggung. Penambang akan mengambil bongkahan-bongkahan belerang padat dari Kawah Ijen lalu dibawa menuju pos penimbangan bernama “Bukit Gedung Bundar”. Ketika berada di pos ini belerang hasil bawaan para penambang ditimbang dan ditukar dengan uang. Satu kilogram belerang dihargai Rp 900, sedangkan jika 100 kg maka upahnya Rp 90.000. Setelah ditimbang, belerang akan dibawa turun menuju tempat penyimpanan di Pos Pendakian Paltuding. Total Jarak dari tempat penambangan menuju Pos Paltuding adalah 3 km. Para penambang hanya mampu mengangkut belerang sebanyak 2 kali dalam sehari. Rata-rata total produksi belerang di Paltuding mencapai 40 ton per hari. Dengan memahami betapa sulitnya dan betapa kecil upah para penambang, belum lagi resiko kesehatan dan keselamatan kerja, maka diharapkan para wisatawan yang berkunjung ke Kawah Ijen untuk bisa membantu perekonomian masyarakat setempat dengan cara membeli suvenir berupa boneka dari belerang, atau bisa juga dengan menggunakan jasa-jasa yang mereka tawarkan seperti jasa pemandu, jasa porter, maupun jasa potret.

Jalur pendakian Gunung Ijen terletak di Paltuding, Desa Banyuasin, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Pendakian terbilang cukup mudah karena jalurnya yang jelas. Sebelum mencapai puncak, wisatawan akan bertemu dengan pos peristirahatan yang juga dijadikan sebagai pos penimbangan belerang. Pada pos tersebut kita bisa membeli kopi luwak khas Gunung Ijen.

PUNCAK
Dari Puncak Ijen berupa tebing kawah. Kita bisa melihat pemandangan Gunung Raung, Gunung Suket, Gunung Merapi Ijen, dan juga perbukitan Kawah Wurung.

Gunung Ijen adalah sebuah gunung api yang memiliki danau kawah dengan sejarah yang panjang. Gunung Ijen yang sekarang adalah bentukan dari sebuah Gunung Ijen Purba yang memiliki ketinggian sekitar 3.500 mdpl. Sekitar 300.000 tahun yang lalu mulai terjadi aktivitas pembentukan, letusan demi letusan hebat hingga terbentuklah kontur Gunung Ijen yang sekarang. Sejak 1990 hingga 2000 tercatat telah terjadi aktivitas vulkanik pada puncak Gunung Ijen. Sehingga aktivitas pendakian maupun penambangan selalu dibayang-bayangi dengan kemungkinan Gunung Ijen meletus.

Gunung Ijen, selain menyimpan banyak keistimewaan alam, juga menyimpan cerita legenda di dalamnya. Konon, dahulu kawasan Gunung Ijen adalah tanah para pembrontak. Pada masa Kerajaan Majapahit, seorang tukang rumput bernama Damar Wulan berhasil membunuh Menak Jinggo, Raja Negeri Blambanga (berlokasi di kawasan Gunung Ijen) yang membrontak kepada Majapahit. Atas prestasi itu, Damar Wulan menikah dengan putri Majapahit bernama Dewi Kencono Wungu. Kemudian pada masa kolonial VOC, kawasan Ijen disewakan kepada seorang saudagar dari Cina yang kemudian membuat perkebunan dengan memperkerjakan orang-orang dari Madura. Hingga sekarang dikenal beberapa kawasan Gunung Ijen dengan sebutan “Madura Kecil”.

Nama lain : Kawah ijen
Elevasi : 2.443 mdpl
Lokasi : Jawa Timur
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Cagar Alam Taman Wisata Ijen
Keistimewaan :
• Danau air asam terbesar di dunia
• Terdapat fenomena “api biru”, hanya ada 2 di dunia
Jalur pendakian : Paltuding
Tempat Ikonik : Kawah Ijen, Pos Penimbangan Belerang
Puncak : Puncak Tebing Kawah
Lama pendakian : 1-2 jam
Koordinat : 8°03’46.7″S 114°14’46.0″E
Level pendakian : wisata

Baca Juga : Kawah Bulan Sabit & Gunung Lemongan

Maps