Category Archives: BENGKULU

GUNUNG DAUN (2.467 MDPL)

Gambar Gunung Daun Bengkulu
c:@megihardiansh0128

GUNUNG DAUN (2.467 MDPL)
Di Provinsi Bengkulu

Gunung Daun atau juga disebut Bukit Daun, adalah sebuah gunung api stratovocano tipe B. Secara administratif Gunung Daun terletak di kawasan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, dan berada dalam satu kawasan dengan Gunung Kaba. Namun kedua gunung ini lokasinya tidak begitu berdekatan.

Gunung Daun memiliki ketinggian 2.467 mdpl dan masuk dalam kawasan Hutan Lindung Bukit Daun. Berkebalikan dengan Gunung Kaba, Gunung Daun tidak dijadikan sebagai objek wisata alam, namun menjadi tempat pemanfaatan panas bumi oleh perusahaan negara, PT. Pertamina Geothermal. Perusahaan ini membuka kawasan seluas 90 hektar di kawasan Gunung Daun sebagai lokasi pemanfaatan panas bumi.

Secara elevasi, Gunung Daun lebih tinggi ketimbang Gunung Kaba. Oleh sebab itu Gunung Daun lebih cocok untuk pendakian ketimbang wisata.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Daun yakni melalui Jalur Desa Sentral Baru, di Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong. Start pendakian dimulai dengan titik point pada PT. Agrotea di ketinggian 600 mdpl.

Pendakian akan melewati perkebunan teh, kemudian memasuki kawasan hutan dengan trek menanjak. Area camping yang cukup luas tersedia pada ketinggian 1.000 mdpl.

Kaki Gunung Daun terdapat telaga yang cukup terkenal yakni Telaga Tujuh Warna, dan Telaga Gadang. Pendakian hingga mencapai puncak rata-rata sekitar 7-8 jam.

PUNCAK
Puncak Gunung Daun adalah sebuah kaldera kawah seluas 600 meter yang berisi air dan bisa dikatakan puncaknya adalah danau kaldera yang luas.

Jika dilihat dari spesifikasinya, Gunung Daun sangat cocok untuk pendakian. Selain objek alam yang indah, trek yang ada juga level menengah, sehingga pendaki awam maupun yang expert bisa mendakinya. Namun kenyataannya berkebalikan, jarang ada pendakian di gunung ini. Hal tersebut mungkin disebabkan kecenderungan masyarakat untuk lebih mengunjungi wisata yang lebih mudah seperti Bukit Kaba, ataupun Telaga Tujuh Warna yang juga berada di kaki Gunung Daun, ketimbang mendaki sampai puncaknya.

Nama lain : Bukit Daun
Elevasi : 2.467 mdpl
Lokasi : Bengkulu
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Hutan Lindung Bukit Daun
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Sentral Baru
Tempat Ikonik : Telaga Tujuh Warna
Puncak : Puncak Daun
Lama pendakian : 8 jam
Koordinat : 3°23’30.7″S 102°20’37.1″E
Level pendakian : Sedang

Baca Juga : Gunung Patah & Gunung Kaba

Maps

GUNUNG PATAH (2.817 MDPL)

Gambar Gunung Patah Bengkulu
c:@galeripendaki_

GUNUNG PATAH (2.817 MDPL)
Di Provinsi Bengkulu

Gunung Patah merupakan gunung berjenis stratovolcano tipe B dan berketinggian 2.817 mdpl, cukup tinggi untuk seukuran gunung api. Gunung ini masuk dalam kawasan Provinsi Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan.

Terdapat gunung api lain di sisi selatan Gunung Patah yakni Gunung Api Dempo. Gunung Api Dempo merupakan gunung tertinggi di Sumatera Selatan dan juga merupakan stratovolcano. Begitupun dengan Gunung Patah, yang memiliki ketinggian tidak jauh beda dengan Gunung Dempo, juga memiliki peranan penting bagi kehidupan hayati dan sosial. Jika ada Dempo di Sumsel, maka ada Gunung Patah di Bengkulu. Gunung Patah menjadi yang tertinggi di Provinsi Bengkulu tentunya, terlepas dari wilayah antar-provinsi yang membagi gunung ini.

Tahun 1989, Gunung Patah tertangkap kamera pilot yang menerbangkan pesawat di atasnya tengah menampakkan kegiatan vulkanik dan terjepret ada sebuah kawah di puncaknya. Pada saat itu baru diketahui kalau Gunung Patah adalah gunung api yang aktif. Tahun 1994 Gunung Patah mengalami aktivitas erupsi, dan hingga sekarang belum tercatat kembali erupsi.

Gunung Patah masuk dalam kawasan Hutan Lindung Raje Mendare yang terbentang dalam Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Selatan. Beberapa artikel menuliskan bahwa pada kawasan Raje Mendare ini terdapat candi terbesar di dunia yang merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Namun cerita ini masih misteri karena memang belum terbukti otentik mengenai peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya.

Gunung Patah yang terletak di perbatasan provinsi ini memiliki peran penting, yakni sebagai main system, yang mengalirkan air ke kedua provinsi tersebut, yaitu Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumsel.

PENDAKIAN
Gunung Patah bisa dikatakan sebagai gunung yang perawan, karena sampai 2017 belum ada cerita tentang pendakiannya. Beberapa pendakian tidak mencapai puncak Gunung Patah karena sulitnya medan. Beberapa yang lain adalah pendakian untuk berburu saja, atau mencari kayu oleh penduduk lokal.

Maret 2017 telah dilakukan pendakain hingga ke puncak Gunung Patah. Jalur yang dibuka adalah melalui Dusun Karya Tani (atau Rantau Dedap) dengan basecamp rumah Pak Soe (kepala desa setempat).

Perjalanan awal terhitung pada ketinggian 1.918 mdpl, terbilang cukup tinggi untuk start pendakian. Namun selanjutnya, karena kerapatan vegetasi dan jalur yang liar maka pendakian menjadi tidak mudah.

Beberapa satwa yang ada di Gunung Patah antara lain adalah owa, siamang, rusa, beruang madu, macan tutul dan juga tumbuhan khas Sumatera yakni Rafflesia arnoldi. Selain itu pendaki juga bisa menemukan tumbuhan kantung semar, cantigi, anggrek, dan juga edelweis.

Vegetasi sangat rapat, kaki gunung adalah populasi bagi Pohon Rotan Manau. Berada pada trek pendakian juga bisa ditemui dua sungai besar yakni Sungai Padangguci dan Sungai Cawang Kidau. Pecat dan tawon tidak jarang ditemui sepanjang pendakian.

Pendakian sekaligus pembukaan jalur melalui Rantau Dedap tersebut memakan waktu 12 hari terhitung dari start hingga turun di basecamp, dan perjalanan total sekitar 18 km. Namun dapat disimpulkan jika jalur sudah ada dan telah mudah diakses, kemungkinan pendakian Gunung Patah bisa diselesaikan dalam 2-4 hari.

Terdapat jalur lain untuk melakukan pendakian Gunung Patah, yakni jalur melalui Desa Candi di Kabupaten Lahat (Sumsel).

PUNCAK
Puncak Gunung Patah terdapat kawah. Sisi barat di ketinggian 2.600 mdpl terdapat sebuah kawah kaldera, dan lokasi ini dikatakan sebagai Puncak Kawah. Lalu di sisi selatan di ketinggian 2.550 mdpl juga terdapat kawah yang terisi air dan lokasi ini pun dikatakan sebagai Puncak Danau, atau disebut juga dengan Danau Tumutan Tujuh. Pendakian menuju puncak ini kita akan memutari bibir kawah yang miliki luas 2 hektar dan masih mengepulkan asap.

Gunung Patah juga memiliki mitos sama dengan beberapa gunung lain di Sumatera. Mitos yang cukup kental menjadi bumbu di sosial masyarakat yakni tentang keberadaan suku manusia pendek di Gunung Patah. Masyarakat lokal menyebutnya “sindai” atau “gugu”.

Sebagai pusat informasi pendakain Gunung Patah, disarankan untuk menghubungi Mapala Universitas Bengkulu (KAMPALA).

Nama lain : Bukit Patah
Elevasi : 2.817 mdpl
Lokasi : Bengkulu, Sumsel
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : Hutan Lindung Raje Mendare
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Provinsi Bengkulu
Jalur pendakia : Dusun Karya Tani, Desa Candi
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Kaldera Patah
Lama pendakian : 2-4 hari
Koordinat : 4°15’26.3″S 103°18’16.7″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Kaba & Gunung Daun

Maps

GUNUNG KABA (1.938 MDPL)

Gunung Kaba Bukit Kaba Bengkulu
c:@pendakisue

GUNUNG KABA (1.938 MDPL)
Di Provinsi Bengkulu

Gunung Kaba atau lebih populer disebut dengan Bukit Kaba, atau dalam bahasa lokal disebut “Tebo Kaba”, adalah gunung api stratovolcano tipe B. Gunung ini adalah gunung wisata. Jika menengok ke sebelah, di Pulau Jawa terkenal gunung wisata yang bernama Gunung Bromo, maka di Sumatera bisa dikatakan juga punya Gunung Kaba.

Sebelas-duabelas dengan Bromo, Gunung Kaba juga bisa didaki dengan sangat mudah. Pendaki atau wisatawan telah dimanjakan dengan trek landai, trek tangga, dan fasilitas lain. Gunung Kaba memiliki ketinggain 1.938 mdpl.

Gunung Kaba secara administratif terletak di kawasan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Sedangkan untuk jalur masuk pendakiannya terletak di Desa Sumber Urip, Kecamatan Curup, di Kabupaten yang sama.

Fasilitas yang sudah tersedia dalam kawasan wisata Gunung Kaba antara lain seperti penginapan, transportasi, warung, toilet, parkir yang luas, toko suvenir, guide pendakian, serta tempat penyewaan keperluan camping. Gunung Kaba sendiri dikelola oleh Taman Wisata Bukit Kaba atau yang disebut POKDARWIS (Kelompok Sadar Wisata). Pada hari-hari tertentu seperti hari libur nasional umumnya dipadati oleh wisatawan yang sekedar singgah ataupun pendaki yang menginap dan camping.

PENDAKIAN
Terdapat dua pilihan jalur bagi pendaki atau wisatawan, yakni jalur trek dengan jalan kaki, atau jalur aspal yang bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Pendakian dengan jalan kaki akan melewati kebun sayur, sungai kecil, dan masuk dalam hutan. Kemudian saat keluar dari kawasan vegetasi, kita akan menjumpai pos pemantauan Gunung Kaba. Camping ground terbilang cukup luas dan ada sumber air.

PUNCAK
Puncak Gunung Kaba berupa kawah mati yang luas. Kawah Gunung Kaba cukup luas dan bibir kawah cukup curam, oleh sebab itu para wisatawan dan pendaki dihimbau untuk berhati-hati. Pernah kejadian seorang wisatawan yang meninggal akibat terjatuh dari atas bibir kawah yang berketinggian mencapai 100 meter.

Pemandangan dari puncak kawah Gunung Kaba kita bisa melihat Kota Curup. Untuk mencapai puncak sudah terdapat tangga naik. Juga ada jalur turun menuju kawah.

LEGENDA BUKIT KABA
Seorang pemuda bermimpi bertemu bidadari yang menyuruhnya membuat sebuah seruling. Dibuatlah sebuah seruling sesuai permintaan bidadari dalam mimpinya. Pemuda tersebut memainkan serulingnya dengan sangat indah hingga membuat orang-orang lalai terbuai. Ia pun diusir dari desa karena orang-orang merasa resah.

Suatu ketika saat pemuda itu memainkan serulingnya, ada seorang bidadari yang sedang ditugasi oleh dewi untuk menjaga bayinya. Naas, karena terlena dengan permainan seruling si pemuda, bayi yang sedang diasuh si bidadari tersebut terlepas dan jatuh ke bumi. Si bidadari pun lantas melarikan diri ke bumi dan bertemulah dengan si pemuda yang memainkan seruling.

Pemuda dan si bidadari saling mencintai. Kemudian si pemuda pergi untuk menemui orang tuanya di kampung dan meminta izin untuk mengenalkan si bidadari. Ia pun pergi meninggalkan si bidadari.

Si pemuda kemudian kembali ke tempat dimana ia meninggalkan si bidadari. Ia datang bersama dengan keluarganya dan orang-orang kampung yang membawa obor. Tak disangka si bidadari telah tiada di sana. Si bidadari ternyata ketakutan dan berpikir bahwa orang-orang ramai yang membawa obor sedang marah kepadanya. Si pemuda mencari kemana-mana dan tak lagi bertemu dengan si bidadari.

Konon, kawah Bukit Kaba adalah tempat jatuhnya bayi sang Dewi. Dan dua muara di dekat kawah adalah tempat bertemunya si pemuda dan si bidadari.

Nama lain : Bukit Kaba, Tejo Kaba
Elevasi : 1.938 mdpl
Lokasi : Bengkulu
Jenis : Volcano Tipe B
Pengelola : POKDARWIS Bukit Kaba
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Taman Wisata Bukit Kaba
Tempat Ikonik : Kawah Bukit Kaba
Puncak : Tebing bibir kawah
Lama pendakian : 3-4 jam
Koordinat : 3°30’55.8″S 102°37’35.0″E
Level pendakian : Wisata

Baca Juga : Gunung Patah & Gunung Daun

Maps