Category Archives: ACEH

GUNUNG KEMIRI (3.315 MDPL)

Gambar Gunung Kemiri Aceh
c: @yudie_the_creek

GUNUNG KEMIRI (3.315 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Nama Kemiri mirip dengan nama rempah-rempah/bumbu masakan khas Indonesia yakni kemiri. Kemiri dalam bahasa latin yakni Aleurites moluccana. Nama Gunung Kemiri sendiri memiliki maksud karena terdapat banyak tumbuhan kemiri di dalamnya.

Gunung Kemiri juga satu komplek dengan Gunung Leuser, sama-sama masuk dalam kawasan TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser). Gunung Kemiri memiliki ketinggian 3.315 mdpl dan merupakan gunung tertinggi kedua di Aceh. Gunung Kemiri dan Gunung Leuser tidak jauh berbeda jika dilihat dari karakteristiknya. Keduanya berkategori gunung yang sama, yakni dipenuhi hutan, jenis fauna dan flora yang sama, serta start pendakian yang juga hampir sama.

Kaki Gunung Kemiri adalah berupa hutan lumut. Berada di bawah 2.500 mdpl adalah tumbuhan perdu, sedangkan lebih ke atas lagi yakni di 2.800 mdpl ke atas adalah vegetasi terbuka berupa padang rumput.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Kemiri tidak sepopuler dengan pendakian Gunung Leuser. Alasannya karena Gunung Leuser adalah gunung utama di TNGL, dan menjadikan para pendaki lebih mendahulukan untuk bisa mendaki Gunung Leuser terlebih dahulu daripada Gunung Kemiri.

Pendakian Gunung Kemiri berbeda jalur dengan pendakian Gunung Leuser, namun masih dalam satu kawasan. Sehingga karakteristik jalur dan tingkat kesulitannya berbeda namun hampir sama. Secara garis besar keduanya sama-sama memiliki jenis pendakian yang sulit.

Jalur pendakian Gunung Kemiri berada di Desa Gumpang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Jalur pendakian Gunung Kemiri tidak sejauh dan selama pendakian Gunung Leuser. Trek Gunung Kemiri lebih pendek. Diperlukan 4-6 hari dalam ekspedisi Gunung Kemiri.

Jalur pendakian berupa jalan setapak, jalur trail, dan perbukitan-lembah. Berbagai macam vegetasi menghiasi di setiap perjalanan. Pendakian umumnya dilakukan di siang hari. Hal ini dikarenakan banyaknya hewan liar yang cenderung aktif di malam hari, sehingga untuk menghindari hal yang tidak dinginkan, maka pendaki akan mulai mendirikan tenda saat sore dan bersiap untuk bermalam.

Satwa liar yang sering ditemui antara lain adalah rusa hutan dan elang hitam. Masih banyak satwa liar lain yang dilindungi seperti orangutan, badak, gajah, namun keberadaannya tidak selalu terlihat di dekat jalur pendakian.

Pendakian saat mendekati puncak akan melewati wilayah batas vegetasi yang terlihat seperti lapangan luas, namun bergelombang. Spot-spot untuk mendirikan tenda juga terbilang banyak.

Gunung Kemiri sendiri masih jarang untuk pendakian. Rata-rata pendaki adalah Mapala dari Aceh dan peneliti lokal maupun mancanegara.

PUNCAK
Puncak Gunung Kemiri (3.315 mdpl) ditandai dengan pilar yang terbuat dari semen. Pemandangan dari puncak Kemiri yakni pemandangan Taman Nasional Gunung Leuser yang eksotis.

Nama lain : Gle Kemiri
Elevasi : 3.315 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan : Gunung tertinggi kedua di Aceh
Jalur pendakian : Gumpang
Puncak : Puncak Kemiri
Lama pendakian : 4-6 hari
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°45’44.3″N 97°29’01.7″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Seulawah Agam

Maps

GUNUNG PERKISON (2.828 MDPL)

Gambar Gunung Perkison Aceh

GUNUNG PERKISON (2.828 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Gunung Perkison adalah gunung tidak berapi (non-volcano). Gunung ini terletak di perbatasan Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, yakni terletak di Kecamatan Badan (Aceh) dan Kecamatan Batang Serangan (Sumut). Gunung ini juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, namun letaknya berjauhan dengan Gunung Leuser. Posisi gunung ini menjauh di sisi Selatan.

Gunung Perkison berketinggian sekitar 2.828 mdpl, yang bisa dibilang cukup tinggi untuk pendakian. Namun gunung ini masih sangat jarang untuk pendakian. Hal ini dikarenakan di wilayah tersebut memang kurang populer untuk pendakian, ditambah lagi kondisi gunung yang sangat rapat akan vegetasi hutan.

PENDAKIAN
Jalur pendakian Gunung Perkison terletak di Desa Lawe Harum. Treking untuk mendaki masih berupa hutan liar dan hutan lumut.

Pernah terjadi kasus beberapa pendaki gunung dari warga setempat atau lebih tepatnya pencari kayu alim (Kayu Gaharu: mengandung resin yang digunakan sebagai bahan parfum) hilang karena tersesat. Beberapa di antara mereka ditemukan selamat dan lainnya yang waktu itu belum ditemukan akhirnya ditemukan meninggal.

PUNCAK
Puncak Gunung Perkison masih ditumbuhi tumbuhan (pohon) lebat. Kita akan disuguhi pemandangan Sungai Alas dan pemandangan Kota Kutacane saat berada di puncak Gunung Perkison .

Nama lain : Phokisen, Pungongesong
Elevasi : 3.030 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Desa Lawe Harum
Puncak : Puncak Perkison
Lama pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°37’20.7″N 97°51’26.5″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Bandahara & Gunung Abong-Abong

Maps

GUNUNG BANDAHARA (3.030 MDPL)

Gambar Gunung Bandahara Aceh
c: gunungbagging.com

GUNUNG BANDAHARA (3.030 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Gunung Bandahara adalah gunung non-volcano yang terletak di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Gunung ini pun masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Sebagai bagian yang sama dalam satu kawasan, Gunung Bandahara juga memiliki karaktereistik yang sama dengan gunung-gunung tetangganya yakni Leuser dan Kemiri serta beberapa gunung-gunung kecil lain. Karakteristik tersebut yakni jenis hutan yang sama, jalur pendakian berupa hutan, flora-fauna yang juga sama, trek pendakian yang mirip-mirip, serta puncak yang juga hampir sama.

Gunung Bandahara memiliki ketinggain di atas 3.000 mdpl, dan masuk dalam kategori gunung yang sangat tinggi. Namun sedikit berbeda dengan Gunung Leuser maupun Gunung Kemiri, Gunung Bandahara masih jarang untuk pendakian. Sehingga jalur pendakiannya-pun masih sedikit samar-samar. Hal ini dikarenakan selain model trekingnya adalah susur hutan yang dipenuhi tumbuhan, dan ditambah lagi jika jarang untuk dilalui maka jalurnya bisa kembali tertutup sehingga tidak terlihat sebagai jalur.

Nama lain : Bandahara
Elevasi : 3.030 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Non-volcano
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Gayo Lues
Puncak : Puncak Bandahara
Lama pendakian : ?
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°44’54.3″N 97°46’56.0″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Burni Kemiki & Gunung Leuhob

Maps

GUNUNG LEUSER (3.466 MDPL)

Gambar Puncak Gunung Leuser Aceh
c: @muhammadxianhan

GUNUNG LEUSER (3.466 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Gunung Leuser adalah gunung yang terletak di Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Gunung ini memiliki ketinggian 3.466 mdpl, dengan ketinggian itu, maka Gunung Leuser masuk dalam kategori gunung dengan jenis elevasi sangat tinggi. Gunung Leuser masuk dalam kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Penggunaan nama Leuser sebagai taman nasional dikarenakan kontribusi Gunung Leuser yang vital. Adanya gunung berketinggian 3.000 mdpl lebih tersebut menghadirkan sistem lingkungan yang di dalamnya dihuni berbagai macam makhluk hidup. Gunung Leuser menjadi support system utama bagi kehidupan di sekelilingnya.

Selain sebagai support system utama, Gunung Leuser juga memiliki keistimewaan lain, yakni menjadi gunung tertinggi kedua di Pulau Sumatera setelah Gunung Kerinci. Kemudian juga menjadi gunung dengan trek pendakian terpanjang di Indonesia bahkan juga se-Asia Tenggara.

Gunung Leuser yang ketinggiannya 3.466 mdpl, hanya berbeda beberapa ratus mdpl dengan Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.808 mdpl. Namun jika dilihat dari kesulitan pendakiannya, maka Gunung Leuser bisa dikatakan lebih sulit daripada Gunung Kerinci. Bagi sebagian pendaki gunung di Indonesia, mendaki gunung dengan elevasi di atas 3.000 mdpl adalah suatu pencapaian yang membanggakan. Karena semakin tinggi gunung yang didaki, maka semakin sulit untuk mencapai puncaknya, dan semakin besar pula usaha yang harus dilakukan si pendaki tersebut.

Gunung Leuser dikatakan sebagai gunung yang memiliki trek pendakian terpanjang se-Asia Tenggara bukanlah tanpa sebab. Sebab utamanya adalah Gunung Leuser merupakan aset kawasan konservasi, dan tidak boleh ada pemukiman penduduk sipil di sekitarnya. Jarak dari titik start pendakian hingga Puncak Leuser yakni sekitar 50 km. Dengan jarak sejauh itu sudah jelas menjadi pendakian terpanjang di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Berbeda dengan beberapa gunung lain di Indonesia yang juga masuk dalam kawasan konservasi. Kebanyakan dari gunung-gunung tersebut trek pendakiannya tidak begitu panjang karena memang posisi gunung bukan dikelilingi oleh hutan yang luas. Sedangkan Gunung Leuser adalah gunung dengan kawasan konservasi seluas 1.094.692 hektar.

Berbagai macam makhluk hidup menghuni kawasan di kaki Gunung Leuser, di antaranya adalah satwa yang dilindungi, yakni Orangutan, Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, Beruang Madu, dan masih banyak lagi lainnya.

PENDAKIAN
Pendakian Gunung Leuser memiliki kesulitan tertentu dibandingkan gunung lain, yakni treknya yang sangat panjang karena harus menyusuri hutan terlebih dahulu. Selain itu tentunya dibutuhkan waktu berhari-hari untuk bisa sampai pada puncak Leuser itu sendiri. Rata-rata ketinggian dari start pendakian di kaki Leuser adalah di 1.200 mdpl.

Leuser memiliki 3 Jalur Pendakian: Jalur Kedah, Jalur Agusan dan Jalur Meukek. Masing-masing jalur pendakian memiliki karakteristik dan tingkat kesulitan berbeda. Jalur Kedah adalah jalur pendakian yang paling direkomendasikan karena merupakan jalur resmi via TNGP. Sedangkan Jalur Agusan dan Meukek adalah jalur yang lebih sulit.

PUNCAK
Gunung Leuser memiliki tiga puncak yakni, Puncak Tanpa Nama (3.466 mdpl), Puncak Loser (3.404 mdpl), dan Puncak Louser (3.119 mdpl). Puncak tertinggi adalah Puncak Tanpa Nama, nama “Tanpa Nama” dikarenakan sejak masa kolonial memang tidak diberi nama. Sedangkan nama Loser atau Louser berdasarkan Bahasa Gayo (Suku Gayo) artinya adalah tempat dimana hewan mati. Hal ini terkait dengan banyaknya satwa yang hidup dan mati di kawasan gunung ini.

Nama lain : Tanpa Nama, Loser, Louser
Elevasi : 3.466 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Stratovolcano Tipe B
Pengelola : TNGL (Taman Nasional Gunung Leuser)
Keistimewaan :
• Trek jalur pendakian terpanjang di Indonesia (dan Asia Tenggara),
• Gunung tertinggi kedua di pulau Sumatera,
• Penyokong utama kehidupan di Taman Nasional Gunung Leuser
Jalur pendakian : Kedah, Agusan, dan Meukek
Puncak : Puncak Tanpa Nama, Puncak Loser, dan Puncak Louser
Lama pendakian : 7-10 hari
Tempat Ikonik :
Koordinat : 3°45’23.7″N 97°10’24.4″E
Level pendakian : Sulit

Baca Juga : Gunung Jaboi & Gunung Kemiri

Maps

GUNUNG BURNI TELONG (2.624 MDPL)

Gambar Gunung Burni Telong Aceh
c: @oji.__

GUNUNG BURNI TELONG (2.624 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Bur Ni Telong atau juga Burni Telong dari Bahasa Aceh artinya adalah “Gunung yang terbakar”. Alasan menggunakan makna “terbakar” dikarenakan pada waktu itu gunung ini meletus dan membakar wilayah di sekitarnya. Burni Telong berketinggian 2.624 mdpl dan tergolong gunung api kompleks tipe A. Gunung ini terletak di Kabupaten Bener Meriah.
Masyarakat umumnya mengatakan Burni Telong sama dengan Burni Klieten, namun sebenarnya tidak. Burni Klieten adalah gunung lain yang juga berada dalam satu kawasan dengan Burni Telong. Namun, secara umum Burni Telong lebih populer.

PENDAKIAN
Gunung Burni Telong adalah gunung wisata. Jadi, bagi para pemula atau yang belum pernah merasakan mendaki gunung bisa mencoba untuk mendaki gunung ini.

Titik start pendakian terletak di Desa Rembuna, atau dikenal dengan Jalur Bandar Lampahan. Jalur ini adalah jalur paling populer dan paling mudah. Pada lokasi ini terdapat banyak fasilitas memadai seperti parkir luas, mushola, warung-warung, toilet, serta disediakan jasa antar jemput pendaki. Pemandu pendakian juga disediakan pula. Trek awal berupa perkebunan kopi, sayur, kemudian hutan pinus, serta di beberapa spot pendaki bisa menemui bunga edelweis (bunga abadi) yang jarang ditemui di gunung-gunung Sumatera. Dua ratus meter sebelum mencapai puncak, terdapat sebuah gua. Sumber air juga banyak terdapat di kaki gunung.

Selain jalur pendakian Bandar Lampahan yang bisa dikatakan jalur yang ringan, terdapat juga jalur lain yang lebih menantang, yakni Jalur Rante Raya.

PUNCAK
Puncak Burni Telong berupa kawah. Terdapat 5 kawah yang masih mengepul yang menandakan gunung tersebut aktif dan sewaktu-waktu bisa meletus.

Letusan terakhir terjadi pada 1924. Gunung ini menyemburkan lava pijar dan membakar wilayah setempat. Oleh sebab itu gunung ini dicap sebagai gunung yang cukup berbahaya, karena selain masih aktif, pemukiman penduduk yang tidak jauh dari bibir kawah juga menjadi ancaman tersendiri. Tahun 2004 saat terjadi gempa dahsyat di Aceh, sempat beredar isu gunung Burni Telong ini akan meletus. Namun hal tersebut tidak terjadi.

Pendaki bisa menikmati sunrise di Puncak Burni Telong. Selain itu saat perjalanan turun para pendaki juga bisa mencicipi air panas yang terletak di kaki gunung, tepatnya di Desa Simpang Balik.

Nama lain : Bor Telong, Bur Ni Telong, Burni Cempege (gunung penuh belerang)
Elevasi : 2.624 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Bener Meriah
Keistimewaan :
Jalur pendakian : Bandar Lampahan, Rante Rata
Puncak : Kawah Burni Telong
Lama pendakian : 8 jam
Tempat Ikonik :
Koordinat : 4°46’09.0″N 96°49’16.6″E
Level pendakian : Mudah, Wisata

Baca Juga : Gunung Burni Klieten & Gunung Burni Kemiki

Maps

GUNUNG BURNI KLIETEN (2.930 MDPL)

Gambar Gunung Burni Klieten Aceh
c: @mluthfi_hamzah

GUNUNG BURNI KLIETEN (2.930 MDPL)
Di Provinsi Aceh

Bur Ni atau Burni dalam bahasa aceh artinya “gunung”. Jadi nama Bur Ni Klieten diartikan Gunung Klieten. Sedangkan “Klieten” artinya adalah “kelihatan”, sehingga secara bahasa artinya “Gunung Kelihatan”.

Burni Klieten terletak di Aceh Tengah. Gunung ini adalah gunung dengan ketinggian 2.930 mdpl. Orang-orang sering mengira bahwa Burni Klieten adalah nama lain dari Burni Telong. Namun sebenarnya bukan demikian. Burni Klieten adalah gunung lain yang memang posisinya tidak begitu jauh dengan Burni Telong (tetangganya).

Nama Burni Klieten tidak begitu terkenal, karena tetangganya, Gunung Burni Telong sudah duluan terkenal sebagai gunung yang populer untuk pendakian. Ditambah lagi banyak yang mengira nama “Burni Klieten” adalah nama lain dari Burni Telong.

Burni Klieten dikenal sebagai gunung dengan populasi anggreknya. Terdapat berbagai spesies tanaman anggrek yang bisa kita temui saat mendaki Gunung Klieten ini.

PENDAKIAN
Burni Klieten bisa dikatakan cukup mengasyikan sebagai objek pendakian gunung. Hal tersebut karena di sepanjang perjalanan para pendaki akan disuguhi pemandangan indah dari Danau Lut Tawar. Selain itu, jalur pendakian dan trek juga sudah cukup jelas. Basecamp pendakian pun mudah untuk ditemukan.

Trek awal pendakian adalah kawasan hutan pinus. Selanjutnya kita akan sering bertemu dengan trek becek yakni trek berupa bekas jejak kerbau liar. Titik start pendakian bisa ditemukan dengan mudah karena satu rute dengan jalur menuju obyek wisata Air terjun Mengaya.

PUNCAK
Puncak Burni Klieten tidak begitu luas, hanya cukup menapung 3 tenda saja. Meskipun begitu, pemandangannya sangat indah, yakni pemandangan Danau Lut Tawar.

Nama lain : Bor Klieten, Bur Ni Klieten, Kelieten
Elevasi : 2.930 mdpl
Lokasi : Aceh
Jenis : Volcano tipe A
Pengelola : Pemerintah Aceh Tengah
Keistimewaan : Banyak ditemukan spesis tanaman Anggrek
Jalur pendakian : Objek Wisata Air Terjun Mangaya
Puncak : Puncak Klieten
Lama pendakian : 8 jam
Tempat Ikonik : Danau Lut Tawar
Koordinat : 4°33’07.7″N 96°57’25.6″E
Level pendakian : Mudah

Baca Juga : Gunung Burni Telong & Gunung Peuet Sagoe

Maps