GUNUNG AGUNG (3.031 MDPL)
Di Provinsi Bali

Gunung Agung adalah gunung api aktif tipe A yang terletak di Pulau Bali. Gunung Agung memiliki ketinggian 3.031 mdpl sekaligus menjadi gunung tertinggi di Bali. Secara administratif, gunung ini terletak di Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem. Pada kawasan Gunung Agung terdapat sebuah pura yang merupakan salah satu pura paling penting di Bali, yakni Pura Besakih.

Gunung Agung telah meletus sejak tahun 1808. Tahun 1963 Gunung Agung meletus dahsyat dengan level 5 VEI, memuntahkan abu vulkanik setinggi 20 km dan menewaskan 1.148 jiwa. Tahun tersebut merupakan catatan terburuk bagi Pulau Bali. Kemudian pada September 2017, Gunung Agung kembali meletus. Sebanyak 122.500 warga mengungsi. Terakhir yakni Juli 2018, Gunung Agung meletus cukup besar dan mengejutkan karena letusan yang dikeluarkan adalah letusan strombolian: letusan membentuk seperti paying dan membakar kawasan puncak gunung dan diserai suara yang kencang.

Gunung Agung merupakan gunung yang dikeramatkan oleh masyarakat Bali yang mayoritas bergama Hindu. Mereka menganggap Gunung Agung merupakan istana dewata dimana dewa-dewa bersemayam di atasnya.

Asal usul masyarakat Bali adalah dari sebuah exsodus besar-besaran penduduk Kerajaan Majapahit yang terjadi pada masa lampau. Sebagian penduduk Majapahit menuju kawasan Tengger (Bromo-Semeru), sebagian lagi menuju Bali. Hingga saat ini kedua kawasan tersebut mayoritas adalah beragama Hindu. Antara kawasan Tengger dan Bali memiliki keterikatan yang erat. Masyarakat Bali menganggap Gunung Semeru sebagai bapak dari Gunung Agung.

PENDAKIAN

Jalur pendakiang Gunung Agung tersedia melalui Jalur Desa Selat, Jalur Budakeling, dan Jalur Pura Besakih. Jalur terpopuler adalah Jalur Pura Besakih yang terletak di Kecamatan Rendang. Kedua jalur lainnya yakni Jalur Desa Selat yaitu melalui sisi Selatan gunung, basecamp-nya berlokasi di Pura Pasar Agung. Sedangkan Jalur Budakeling berada di sisi Tenggara.

Pendakian Gunung Agung umumnya dibarengi oleh seorang guide. Trek pendakian didominasi oleh trek terjal. Medan menuju Puncak Gunung Agung adalah trek berpasir yang hampir seterjal menuju Puncak Mahameru.

PUNCAK

Puncak Gunung Agung berupa tebingan bibir kawah. Kawah Gunung Agung sangat dalam dan luas. Keluar kepulan asap dari dalamnya. Saat berada di puncak Gunung Agung kita bisa melihat Gunung Rinjani di Pulau Lombok dan juga Gunung Raung di Jawa Timur. Tiap tahunnya diadakan upacara mencebuarkan sesaji kerbau ke dalam kawah Gunung Agung.

Beberapa spot di kawasan Gunung Agung terdapat tempat-tempat untuk ibadah umat Hindu. Salah satu yang paling terkenal adalah Pura Besakih. Arti kata “Besakih” adalah “Selamat”. Hal ini dimaknai bahwa letusan Gunung Agung yang dianggap sebagai kemarahan Dewata tidak sampai merusak Pura Besakih. Berbagai upacara lain yang dilakukan di Gunung Agung antara lain: Wana Kertih, Eka Dasa Rudra, Pengelempana, Meayu-ayu, dan Tirta Suci.

Keberadaan Gunung Agung juga tidak terlepas dari legenda yang menyertainya. Salah satu catatan di Babad Pasek mengisahkan bahwa dahulu Hyang Pasupati menempatkan tiga gunung di Nusa Bali, yakni Gunung Lempuyang di timur, Gunung Watukaru di Barat, dan Gunung Bratan di utara. Namun ternyata belum menyeimbangkan Nusa Bali. Maka dipotonglah puncak Gunung Semeru, lalu ditancapkan di tengah-tengah Nusa Bali. Puncak tersebut dinamakan “Tolangkir” yang sekarang bernama “Gunung Agung”.

Gunung Agung juga memiliki banyak kisah-kisah mitos, yakni adanya seekor naga bernama Naga Besakih yang tinggal di kawah Gunung Agung. Ada sumber air yang tidak boleh diambil sembarangan, sumber air tersebut yang dijadikan upacara Tirta Suci. Ada kera putih yang juga disakralkan. Serta larangan untuk membawa makanan daging sapi maupun kerbau.

DESKRIPSI GUNUNG

Nama lain : Tolangkir, Piek van Bali, Peak of Bali
Elevasi : 3.031 mdpl
Lokasi : Bali
Jenis : Stratovolcano Tipe A
Pengelola : Pemerintah Karangasem
Keistimewaan : Gunung tertinggi di Bali
Jalur pendakian : Desa Selat, Budakeling, dan Pura Besakih
Tempat Ikonik :
Puncak : Puncak Agung
Lama pendakian : 5-6 jam
Koordinat : 8°20’26.7″S 115°30’14.1″E
Level pendakian : mudah

Baca Juga : Gunung Batur & Gunung Abang

Maps